
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
"Karen hilang" Sekertaris Zian langsung bergerak gesit.
Zian tidak memberikan laporan apapun pada Karen tentang keberadaan ayahnya. Kecurigaannya mengarah pada sikap Karen kemarin. Setelah pulang dari Sulaiman Building Karen hanya murung, menatap jalan dengan pandangan kosong.
Sulaiman memanggil cucunya melalui Zian , ia menjemput Karen dan membawanya kepada kakeknya. Zian menunggu di luar sampai pembicaraan kakek dan cucunya selesai.
Selama ini Karen anak yang sangat penurut, Karin sebagai ibunya sudah mengabaikannya sedari kecil tapi Karen tidak pernah absen memberikan kado setiap ulang tahun Karin.
Zian tau Karen sangat merindukan hangat nya seorang ibu. Alfa berusaha keras untuk memberikan segenap kasih sayangnya untuk Karen, walau Alfa tau tidak mungkin kasih sayangnya menggantikan kasih sayang seorang ibu bagi Karen.
"Cari keseluruh Rumah, Taman belakang, Kolam renang seluruh bagian dari Kediaman Tuan Besar. Kita harus menemukan Nona Karen." Sekertaris Zian kehilangan kendali.
Bank Data sudah berhasil mereka taklukan, dan benar dugaan tuan Alfa Ayah Karen sebenarnya adalah Russell Dan. Sekertaris Zian tidak membayangkan bagaimana jika Karen tau ayahnya adalah "The Fox Russell". Berjuta juta artikel di internet tentang dirinya, berisi tentang kebusukannya.
Ayah kandungnya adalah laki laki yang dikenal sebagai pengusaha licik yang melakukan apapun demi menghancurkan para saingannya. Russell Dan juga di kenal sebagai Casanova yang selalu berganti ganti wanita.
"Zian kau sedang mencari putriku?" Alfa menghubungi sekertaris nya.
"Iii... Iya Tuan , kami sudah mengerahkan orang untuk mencari Nona Karen di Kediaman Tuan Besar"
"Karen bersama ku. Aku sedang berada di Rumah ku. Segera bawa beberapa orang kesini untuk memastikan Karen dan Karin aman disini".
"Baik Tuan" Panggilan terputus, Zian lega Karen bersama Tuan Alfa.
Rumah yang di sebutkan oleh Tuan Alfa adalah sebuah pondok di tepi pantai. Rumah peristirahatan nya dengan Nona Karen saat Nona Karen sedang libur. Pondok itu berada di pinggiran kota Metropolitan menyajikan pantai sebagai pemandangannya. Memanjakan mata sejenak dengan berada di sana.
Sekertaris Zian bersiul pelan, ia senang bisa ke pantai walaupun sambil bekerja. Setidaknya pantai dapat membuatnya lebih fresh setelah berbagai masalah yang terjadi dalam bulan ini. Mulai dari perubahan pada Ibu Karin, sampai penusukan yang di alaminya.
Pantai adalah tempat yang tepat untuk bersantai sejenak. Sekertaris Zian memanggil beberapa orang, dengan hati riang ia memacu mobilnya menuju ke pondok Alfa.
"Bagaimana Keadaanny?"
"Karen baru saja tertidur Tuan" Nina keluar dari kamar Karen dan menutup pintu dengan pelan.
"Bagaimana lukamu? Apa masih sakit?"
"Sudah tidak Tuan, Tuan tenang saja tubuh saya seperti kerbau kata pak Yos . Luka seperti ini hanya perlu sedikit waktu untuk sembuh."
__ADS_1
"Tapi ini bukan tubuhmu Nina "
Nina tertawa, "Maaf saya lupa Tuan, tapi tetap saja saya akan sembuh lebih cepat"
Alfa mengelus kepalanya pelan" Kamu Selalu berpikir positif ya..."
"Harus Tuan, dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat"
"Terbalik Nina ku..." Alfa mencubit hidungnya.
"Hah... Sudah ganti ya Tuan?"
Alfa kembali tertawa. "Memang dari dulu seperti itu Nina, Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Bukan di balik."
"Oooh pantesan kelas filsafat saya kemarin gagal. Terbalik ternyata."
"Belajar yang rajin ya." Alfa menggandeng tangannya. Mengajaknya menikmati matahari terbenam dari teras pondok.
"Tuan..." Sekertaris Zian datang bersama empat orang berbaju hitam.
"Karen sedang tidur, suruh orang orang mu berjaga bergantian."
Sekertaris Zian mengangguk. Ia melirik tangan Tuan Alfa dan Ibu Karin yang sedang bertaut erat. Hal yang ganjil itu akhirnya terjadi, tapi bagaimana dengan Rangga ?
Sekertaris Zian duduk di ruang tengah dengan laptopnya, ia sedang mempelajari file yang mereka dapatkan dari Bank Data tentang kejadian 13 tahun lalu.
Semua prediksi Alfa tentang kebenaran Siapa ayah Karen benar. Dan juga kenapa semua itu terjadi,Bank Data mencatat kerugian yang dialami oleh Sulaiman Enterprise 13 Tahun yang lalu, kondisi perusahaan benar benar terpuruk. Rangga ditugaskan di luar negeri, untuk memperbaiki kinerja beberapa cabang luar. Karin tau kali ini Sulaiman Enterprise akan runtuh, ia sebagai pewaris perusahaan Ayahnya tidak bisa tinggal diam.
Project besar yang sedang di bicarakan oleh banyak pihak telah di menangkan oleh seseorang. Orang itu adalah Russell Dan, dengan mendapatkan project besar itu Karin yakin perusahaan akan bisa mendapatkan angin segar.
Dengan segala upaya Karin menjalin komunikasi dengan Russell, tapi semua hanya membuang waktu. Russell tidak pernah tertarik dengan negosiasi, akhirnya Karin memberikan tubuhnya pada Russell dan Russell memberikan project itu padanya.
Sekertaris Zian tidak sadar Alfa sudah berada di sampingnya.
"Karen tetap putriku Zian, selamanya Karen tetap putriku." Alfa menyandarkan tubuhnya lelah.
"Tuan... ?"
"Iya seperti yang kita tau Bank Data menyimpan semua dosa termasuk dosa Karin."
__ADS_1
"Apa Rangga mengetahui nya Tuan?"
Alfa tersenyum. "Rangga mencintai Karin seperti aku mencintai Karen Zian. Apapun yang Karin lakukan 13 tahun lalu semua Karin lakukan demi Sulaiman Enterprise."
"Waktu itu aku hanya pemuda biasa Zian, aku masih menyelesaikan kuliah Magister ku. Rangga dan Karin sudah turun langsung untuk mengatasi krisis. Sementara aku hanya bisa diam berpangku tangan. Ketika Ahmad Sulaiman memintaku menjaga Putrinya dan menikahinya. Itulah satu satunya hal yang bisa kulakukan."
"Orang itu sudah menjadikan ku manusia Zian. Aku Anak kotor yang bertahun tahun hidup di pengungsian. Ahmad Sulaiman membawaku menyekolahkan ku, membimbing ku,pantas kalau aku menyerahkan seluruh hidup ku untuk Sulaiman. Karna beliau lah aku bisa berada di sini Zian."
"Aku akan memberi mu tambahan pertanyaan lagi". Alfa menegakkan punggungnya.
"Beberapa hari lalu kau bertemu dengan seorang gadis yang di bawa Rangga ke kantorku. Bagaimana pendapat ku tentang gadis itu?"
Sekertaris Zian mengerutkan keningnya. "Gadis bertubuh tinggi itu Tuan?"
Alfa mengangguk.
"Saya pikir awalnya gadis itu hanya mahasiswa magang biasa. Tapi dari cara Sekertaris Rangga memperlakukan nya sepertinya dia bukan orang biasa".
"Lalu..."
"Ehmmm... Apa saya boleh mengatakan ini..."
"Tuan... Gadis itu sepertinya tidak asing. Tapi saya bukan bicara tentang wajah dan penampilan Tuan, tapi ada sesuatu yang sepertinya tidak asing dari gadis itu."
Alfa tersenyum,"Pikirkan baik baik Zian, Cuti tahunan mu jadi taruhan nya."
"Tapi Tuan..."
"Kenaikan Gajih 200% apabila kau berhasil menebaknya"
Sekertaris Zian mengangguk, walaupun dirinya masih bingung tapi ia yakin Alfa Blake tidak akan pernah ingkar janji.
"Tuan tidur di kamar utama?"
Alfa Blake mengangguk.
"Ibu Karin tidur dimana Tuan?'
"Di kamar bersamaku" Ia berbalik mengabaikan tatapan Terkejut Sekertaris Zian.
__ADS_1
Bersambung
Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗