Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Kesetiaan Sang Jendral


__ADS_3

mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖


Berikut adalah bacaan 21+ mohon pembaca bijak...


Rangga membuka pintu.


Deegghh.....


Hawa dingin menusuk, menghapus senyuman di wajah tampan nya.


Karin sedang dalam suasana hati yang buruk. Seberapa buruk? Ia memperhatikan tubuh yang sedang membelakanginya.


Tubuh ini bukan milik Karin , tapi kemampuan membuat hawa tidak nyaman di sekitarnya tetap di miliki oleh Sang Ratu.


Rangga memeluknya, mengecup pundaknya. Menyingkap rambut panjang Nina, seperti kebiasaan Rangga pada saat Karin seperti ini. Ia akan mencuri curi ciuman kecil dari tubuhnya untuk membuat suasana hati Karin membaik.


Biasanya seiring membaiknya suasana hati sang ratu, hawa di sekitarnya akan juga kembali normal.


"Jangan sentuh tubuh ini" Suara Nina yang keluar. Karin memejamkan matanya menahan amarahnya yang sebentar lagi meledak.


"Biarkan aku memelukmu ratu ku". Rangga tetap memeluk dan menciumi leher Karin.


Karin mengedikkan bahunya, ia benci Rangga menyentuh tubuh Nina. Tapi ia juga tidak dapat menahan amarahnya saat Rangga menyentuh kepala Nina yang berada di tubuhnya.


Rangga membalikan tubuh Karin, ia menenggelamkan Karin di kedalaman matanya.


"Ratuku, dimanapun dirimu berada kau tetap dirimu. tidak ada yang merubahnya, aku tetap menjatuhkan diriku padamu. kesetiaan ku, hati ku , jiwa ku. Aku mohon jangan menolakku."


Rangga melabuhkan kecupan di bibir Karin, semakin dalam semakin ia merengkuh Karin kedalam jiwanya. Ia berharap sang ratu bisa merasakan kesetiaan dan jiwanya didalam kecupannya.


Karin hanya diam, semakin Karin diam semakin bibir Rangga bergerak berlabuh ke seluruh sudut bibirnya. Rangga menggenggam tangannya. "Ratuku, biarkan aku menjadi pelayan mu selamanya."


Ia menggendong Karin dan merebahkannya di sofa, tanpa melepaskan kecupannya. Karin sedikit demi sedikit membuka bibirnya, Rangga dengan senang hati masuk untuk mereguk keindahannya. Semakin pelan gerakan Rangga semakin Karin meminta lebih.

__ADS_1


Setengah tubuhnya sudah terbuka, Karin ingin Rangga memilikinya seutuhnya. Ia mengerang meminta Rangga menyatukan diri mereka. Dengan patuh sang jendral memasuki istana ratu nya. Menjelajah kedalam, memberikan apa yang sang ratu inginkan.


Karin melepaskan desahannya, ia percaya kepada jenderalnya akan kesetiaannya. Beberapa saat kemudia Rangga pun ikut larut bersama Karin . Larut dalam kemesraan dalam istana Cinta mereka.


1 jam sebelumnya.


Nina dengan semangat memasuki ruangan Konsultasi Dokter Arka. Rangga di belakangnya memandang nya dengan tersenyum.


Alfa sudah menunggu mereka di sana.


"Rangga aku ingin bicara sebentar dengan Nina." Rangga menatap Alfa ragu, tapi tetap meninggalkan mereka untuk berbicara.


Nina menatap Alfa bingung, Dokter Arka sudah menunggu di kursinya.


"Dokter saya pinjam ruang kantor anda sebentar, ada hal penting yang harus saya bahas dengan anak ini".


Diiringi tatapan heran Dokter Arka, Alfa dan Nina masuk ke ruang kerja Dokter Arka. Ruang kerja memang terpisah dengan ruang konsultasi. Di ruang konsultasi semua hal bisa terlihat dari ruang kontrol, Alfa Blake tidak ingin Karin Sulaiman melihatnya bersama Nina.


"Ada apa Tuan, saya akan memulai Sesi Hypnotherapy saya". Nina bingung dengan ekspresi Alfa.


"Anda ingin di cium lagi tuan?" tanya Nina polos.


"Tidak, aku hanya ber..."


Cupp.... Sebuah kecupan mendarat di bibir Alfa, membuatnya terkejut. Tapi refleks ia segera memeluk tubuh kecil itu untuk lebih dekat dengan dirinya.


Alfa membalas ciuman Nina , bukan hanya kecupan, ia menginginkan lebih dari itu. Ia menginginkan Nina sangat. Saling memeluk, saling mengait, saling mencecap dan...


Tok... tok Tok


"Ehemmm... Alfa aku harus segera menjalankan sesi ini, sesi ini akan membutuhkan banyak waktu. Ehem apakah pembicaraan kalian sudah selesai?"


Nina melepaskan pelukannya, ia tersenyum pada Alfa .

__ADS_1


"Tuan apabila hypnotherapy ini berhasil anda pasti bisa segera bisa bercinta kembali dengan ibu Karin "


"Apa???"


"Iya, Tuan dan Ibu Karin" ia mengetuk dada nya, "bisa kembali bersama. Tuan kalau sudah selesai saya menyelesaikan akan kembali ke Dokter Arka".


"Nina, tolong... " Alfa menarik tangan nya.


Alfa membelai lembut bibir Nina , "Tolong pikir dan rasakan apakah benar tubuh Karin yang menginginkan ku? Apakah kamu.. Rania Nina tidak menginginkan ku sedikitpun?" Alfa menatap nya intens terlalu intens.


"Tapi Tuan..."


"Jangan jawab sekarang, dalam beberapa hari kedepan ada beberapa hal yang harus ku selesaikan. Tolong Pikirkan baik baik pertanyaan ku. Saat aku datang nanti, aku benar benar menginginkan ku seutuhnya." Bibir Alfa dekat sekali di telinganya, sedikit lebih lama Alfa disana mungkin Nina akan kembali memenjarakan bibir itu.


Alfa keluar dari ruangan. Ia menatap langsung ke belakang cermin dua arah tempat Karin berada. Karin Blake mengerti arti tatapan Anjing Kampung itu. Ia sudah membulat kan tekadnya untuk melindungi anak itu.


Dengan geram Karin melempar vas bunga ke sudut ruangan. Jendralnya bak malaikat melindungi anak kecil itu. Sekarang si Anjing Kampung menggonggong melawannya.


Kalau bukan karena jiwa mereka yang tertukar, pasti sekarang Rania Nina sudah tinggal nama. Tidak ada yang bisa lolos dari tangan Karin Sulaiman.


_____________________1st___________________


"Tidak ku kira keadaanya sekarang serumit ini Alfa ." Ahmad Sulaiman terlihat lelah.


Alfa memutuskan mulai stand by di kantor dalam beberapa hari ini. Rangga tak akan pernah meninggalkan sisi Karin setelah Karin sadar.


Ia keluar dari kantor Ahmad Sulaiman, Zian sudah menunggunya. "Ada pergerakan dari orang orang Direktur Prasaja Tuan".


"Pantau terus, jangan sampai ada yang tau sekarang Karin di rumah sakit".


"Baik Tuan".


"Ambil alih Bank Data sekarang, cari tau di mana Karin malam 13 tahun yang lalu. Ini perang Zian, Sulaiman Enterprise taruhannya. Aku akan melindungi nya dengan segenap hidupku".

__ADS_1


Bersambung


Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗


__ADS_2