Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
gudang tua


__ADS_3

Alfa memandang tangannya baru kali ini tangan ini menyentuh istrinya. biasanya Karin tidak pernah mau disentuh olehnya.


daftar pertanyaan tentang hari ini bertambah Kenapa Karin tampak berbeda? Kenapa Karin takut padanya,? Kenapa Karin bermain basket? Kenapa Karin menyebutkan bank data? Kenapa Karin tampak seperti orang lain? Dan hari ini Karin tersenyum.


Karin yang dikenalnya sedari kecil adalah wanita yang sangat dingin tidak pernah terburu-buru. Tidak pernah berlari,sangat jarang tersenyum dan tidak pernah bereaksi terhadap apapun apapun itu.


Karin yang sejak kecil ditinggal oleh ibunya hanya tidak mengerti bagaimana ia harus merespon orang lain dari kecil sampai sekarang. Alfa hanya hanya berpikir seperti itu tentang Karin.


Pada hari saat Ahmad Sulaiman memintanya untuk menikahi Karin. Ia tidak melihat ekspresi apapun yang tampak dari wajah. wajah tirus kecil Karin yang pucat itu hanya diam seperti patung lilin.


Karen Blake sebenarnya memang bukan anak Alfa tetapi Alfa black sangat mencintai karena lebih dari dirinya sendiri


pertama kali Alfa menggendong Karen kecil dia sudah memantapkan dirinya untuk menjadi ayah Karen. Karen yang menjadi cahaya di tengah 35 tahun hidup Alfa black yang gelap.


Hari ini setelah sekian lama Alfa melihat sedikit ekspresi dari Karin walaupun Alfa tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi pada Karin.dan hari ini juga pertama kalinya Alfa melihat Karin memeluk anaknya.


Ditengah lamunannya Alfa diinterupsi oleh suara dering telepon.


Zian gumam Alfa


Zian adalah sekretaris Alfa


"saya akan mengirimkan sebuah video


Dan audio kepada bapak , silakan beri tahu apa yang harus saya lakukan."


"baik aku akan melihat video tersebut terlebih dahulu"


Alfa mengakhiri mengakhiri panggilan dan membuka video yang dimaksud oleh Zian.


Alfa mengerutkan kening apa yang karin lakukan di bank data, dari hidden cam. Alfa tidak dapat melihat video apa saja yang di lihat oleh karin. Alfa kembali membuka pesan audio yang dikirim oleh sekretarisnya.


"Sial sial sial,sampai tangannya pun sangat kecil bagaimana dia beraktivitas dengan tangan ini!!!"


"sial sial sial jari-jarinya kecil sekali seperti jari-jari perempuan,dia memang perempuan tapi kenapa perempuan bisa memiliki tubuh sangat kecil seperti ini, apa dia tidak pernah makan sayur kan dia kaya.!!"


"Kenapa kulitnya sangat pucat apa dia tidak pernah berjemur,apa dia tidak pernah berolahraga,di tubuh ini aku bahkan tidak berkeringat sama sekali!!"


"aaaahhhhh ruangan ini sangat pengap, aku benci pendingin udara, berikan aku sinar matahari berikan aku sinar matahari!"


"Apa yang harus aku lakukan kalau mereka tahu aku bukan nona Karin, huh aku yakin pak Alfa pasti akan memasukkan ku ke rumah sakit jiwa"

__ADS_1


Alfa hampir terjengkang dari kursinya.


Saya segera menghubungi sekretarisnya. "Cari tahu apa saja video yang ibu Karin tonton di bank data".


Hari ini karena bukan cuma sekedar aneh hari ini Karin bukan seperti Karin apakah dia memang bukan Karin??? Alfa bertanya-tanya.


_________1st_______


Rangga mengusap pipinya untuk yang ketiga kali, ada apa dengan Karin hari ini. Karena ia tahu menggerakkan tangannya pun sangat jarang. Tangga hanya selalu menebak apa yang ada dalam pikiran Karin. Apalagi meninju dengan cara seperti itu, biasanya apabila ingin menyakiti orang lain Karim akan melakukannya tanpa mengotori tangannya sedikitpun.


Nona Karin berbicara hanya seperlunya. karena sudah mengenalnya dari kecil Rangga tahu apa yang Karin akan lakukan ingin lakukan.


Rangga ingat pertama kali dia bertemu dengan Karin.


Gadis kecil berumur 10 tahun itu duduk di tepi tangga, Karin kecil memakai baju merah muda berenda dengan pita kecil di kepalanya.


Rangga berumur 15 tahun ,Rangga pulang bersama Ahmad Sulaiman Ahmad Sulaiman menemukan Rangga sedang mencuri makanan di sebuah pasar


Ahmad Sulaiman membawa pulang yang anak itu, Ahmad Sulaiman berpesan padanya untuk menjadi penjaga Putri semata wayangnya.


Aku Rangga nama kamu siapa Karin diam


bagaimana rasanya tinggal di rumah sebesar ini apakah kamu sendirian tinggal di sini Karin diam


nama kamu siapa Rangga mengulurkan tangannya, wajah Karin memerah Iya sontak berdiri.


Aku tidak akan menyentuh tangan anak kotor sepertimu, Karin pergi meninggalkan Rangga sendirian


Rangga tidak marah, Rangga berjanji pada Tuhan Sulaiman akan menjaga Karin.


walaupun Karin menyebutnya anak kotor tapi ia tidak akan menyerah Iya selalu mengikuti kemanapun Karin pergi dia selalu berada di samping Karin.


Selama Rangga mengikutinya kemana-mana,Nona Karin tetap membisu berhari-hari ia mengikutin gadis kecil itu kemanapun.


Hari itu Rangga mengikuti Karin ke sebuah gudang tua.


Karin menunjuk pintu gudang


Apa Anda ingin aku membukakan pintu, tanya Rangga


Karin mengangguk

__ADS_1


Rangga membuka pintu gudang tua tersebut pintu gudang tersebut memiliki sebuah palang sebagai kuncinya


Tangan Rangga remaja dengan gesit membuka pintu gudang


"Sudah" dengan bangga Rangga merentangkan, memamerkan otot kecilnya. tapi tiba-tiba dua tangan kecil mendorongnya nya ia terjatuh di lantai jerami gudang.


Pintu gudang tiba-tiba tertutup terkunci dari luar.


"nona-nona tolong buka pintunya"Rangga menggedor-gedor pintu gudang


pintu gudang tua itu sangat tebal tangan Rangga sampai sakit menggedor nya tenggorokannya kering memanggil-manggil nona Karin


"Karin nona Karin tolong buka pintunya"


Tidak ada jawaban


Rangga remaja mengintip lewat celah lubang pintu halaman belakang rumah itu kosong tidak ada orang di depan gudang. Rangga panik yang memanggil nona Karin keras-keras tapi semakin ia memanggil semakin tenggorokannya terasa kering


Rangga bukan orang yang mudah menyerah ia segera melihat sekelilingnya ia melihat sebuah tangga yang menuju jendela kecil di atap.


Iya memanjat tangga tersebut tapi ternyata tangga itu sudah lapuk ditumpu oleh beban yang cukup berat tangga itu patah Rangga terjatuh kakinya terasa sangat sakit


Rangga kembali berusaha melihat ke sekelilingnya yang melihat sebuah tali dengan susah payah Rangga memanjat tali itu sampai ke loteng tempat jendela tersebut berada.


Dengan susah payah Rangga berhasil keluar dari gudang tersebut.


Dengan tertatih Rangga menuju rumah besar. Iya melihatnya nona Karin duduk di pinggir tangga.


"Nona saya berhasil keluar"


Karin hanya mengangguk


Kemudian Karin masuk kembali ke kamarnya,sebelum pintu menutup Karin berkata dari celah pintu.


"Kau boleh jadi pengawalku"


Wajah Rangga berseri-seri, "baik nona seumur hidup saya saya akan selalu menuruti perintah nona". Hari itu hari yang sangat berkesan bagi Rangga. Hari dimana pertama kali Karin mengakui dirinya.


Sekretaris Rangga menghela nafasnya keanehan Karin hari ini itu adalah keanehan terbesar selama ia bersama Karin.


_______1st__________

__ADS_1


__ADS_2