Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Kerinduan


__ADS_3

Hai readers dalam beberapa episode ini alurnya akan maju mundur ya..


Mohon vote nya readers...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Selamat membaca ...


Hari itu karya wisata, seluruh siswa ikut, siswa di kelas Nona Karin dipecah menjadi 2 buah bis. Atas izin kepala sekolah Rangga boleh berada dalam bis itu. Khusus untuk menemani Karin.


Selama dalam perjalanan anak anak bernyanyi, melihat pemandangan dan tertawa ceria.


Hanya nona Karin yang tetap diam, tidak ikut menyanyi, tidak melihat pemandangan gunung gunung yang mereka lewati, sama sekali tidak terlihat menikmati perjalanan ini.


Bosan bernyanyi dan menikmati pemandangan, salah satu anak mulai bicara.


"Eh ada vampir " menunjuk kearah Karin. anak anak lain mulai mengikuti.


"Hati hati nanti darah kalian di sedot oleh vampir" kata anak lain.


"Dia tidak pernah bicara ataupun tersenyum, jangan jangan dia penyihir jahat"


Tiba tiba bus mengerem mendadak. Anak anak berteriak karena sebagian anak jatuh dari tempat duduknya. Karin masih tetap berada di posisinya. Rangga sudah mengikatkan safety belt tambahan padanya.


Dengan penasaran anak anak melihat apa yang terjadi di depan. Sebuah kendaraan besar berada di tengah jalan.


"Waahhh ada excavator besar " kata salah satu anak.


"Itu bukan excavator, itu crane, crawler crane . Besi jahat yang dapat melemparkan semua anak anak nakal seperti kalian ke jurang" kata Rangga .

__ADS_1


Rangga sudah selesai melepaskan safety belt nona Karin. Ia menggendong nona Karin di punggungnya.


"Selamat tinggal anak anak nakal " Rangga tertawa. Tawa dingin. Ia harus memastikan anak anak nakal itu mendapat hukuman yang setimpal.


Ia dan nona Karin sudah masuk ke dalam mobil pribadi yang sudah di sediakan "orang orang berbaju hitam". Dengan santai ia dan nona Karin menikmati tontonan ketika crane mengangkat bus tersebut. Mengayun ayun kan bus ke kiri dan ke kanan serta berputar. seperti melihat wahan kora kora.


Dari kaca bus terlihat wajah pucat anak anak nakal itu . Rangga semakin menikmati saat crane tersebut melonggarkan rantainya, seakan akan bus tersebut jatuh kejurang. Teriakan anak anak semakin menjadi jadi.


Orang orang berbaju hitam datang mendekat meminta perintah selanjutnya, "Nona mau mereka di lemparkan ke jurang sekarang?" Rangga bertanya kepada Karin dengan santai.


Karin tersenyum, " Terima kasih hadiah kejutan mu Rangga, aku senang sekali" Karin mengecup pipi Rangga. Ia terkejut melihat senyuman Karin, sekarang ia lebih terkejut mendapat ciuman dari nona Karin .


"Turunkan mereka, bawa mereka padaku" titah Karin .


Semua anak anak nakal itu berlutut menangis ketakutan di kaki Karin . Karin tersenyum puas . Rangga menggenggam tangannya.


Rangga meraba pipinya, hatinya menghangat.


Dering ponsel mengejutkannya.


Ia tersenyum melihat nama yang tertera di layar.


____________1st___________


Fitri merinding saat sekertaris Rangga membuka pintu.


Ia tidak tau sedang berada dimana, taksi online yang dipesan oleh ibu Karin tadi membawanya ke sini. Ke Sulaiman Building. orang orang berbaju hitam tiba tiba keluar,beberapa dari mereka mencengkram tangannya dan membekap mulutnya dengan lakban. Fitri hanya bisa pasrah di bawa masuk paksa.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah ruangan dengan 2 buah kursi, Fitri di dudukan dengan kasar, orang orang berbaju hitam tadi pergi begitu saja.


Sekertaris Rangga masuk membawa hawa dingin yang menusuk. Fitri teringat kembali pembicaraan rekan kerja nya tentang Sekertaris Rangga Sang Panglima Perang Sulaiman Enterprise, yang bisa melakukan apapun kepada karyawan yang berkhianat.


"kamu sudah makan" suara ramah itu tidak sesuai dengan wajah dingin yang sedang Fitri lihat.


" suu suudah pak, bersama ibu Karin." Fitri tergagap.


"ceritakan kembali apa yang tadi kamu lakukan bersama ibu Karin "


Fitri menceritakan semua yang ia lakukan bersama ibu Karin, sampai pada bagian menyembunyikan cemilan saat masuk ke bioskop Rangga tertawa, ia merasa anak itu memang cukup lucu. teramat lucu malahan.


Setelah tawa Rangga reda Fitri melanjutkan kembali ceritanya sampai ia bisa berada di gedung ini. Rangga yang sedari tadi mendengar cerita Fitri menepuk bahunya.


" Jadilah mata dan telinga ku selama kau bersama Karin. Laporkan semuanya padaku jangan sampai terlewat."


Fitri mengangguk cepat.


Rangga membukankan pintu untuknya.


" Sudah pak? Saya tidak di siksa ?" tanya Fitri polos.


"belum,"jawab Rangga dingin. kemudian Rangga tertawa melihat Fitri lari pontang panting ketakutan .


Rangga menyeka sudut matanya, dalam beberapa hari ini dirinya banyak tertawa. tapi dalam hatinya bathin nya menangis, menangisi "ketidakberadaan" Karin di sisi nya. Ia merindukan kekasih nya. Rangga Perwira Sang Penyiksa menangis.


dear readers mohon tinggalkan komen kalian disini, komen n pendapat kalian sangat berarti buat aku berkarya.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


happy reading.... thanks for reading this novel๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2