
mohon vote nya ya readers....💖💖💖
Nina merapal doa dalam hati, sebelum masuk ke mobil mewah keluarga Blake.
Selama perjalanan Nina hanya diam, mengkalkulasi kemungkinan dia akan ketahuan.
Ketahuan, atau harus mengaku duluan pada Tuan Alfa Blake kalau aku bukan Karin Blake istrinya. Tapi bagaimana aku akan menjelaskan kepada Tuan Alfa kenapa aku bisa dalam wujud istrinya?
"Apakah nanti jangan jangan Tuan Alfa akan berpikir istrinya sudah menjadi gila, kemungkinan terburuk aku akan di bawa ke psikiater untuk pemeriksaan kejiwaan. Dan aku akan menghabiskan sisa hidupku di rumah sakit jiwa... Habis lah aku!" Meringis Nina membayangkan penderitaan yang akan dihadapi nya.
Sementata Nina sangat sibuk berpikir apa yg harus dirinya lakukan, tanpa Nina sadari Alfa sedari tadi memperhatikannya.
"Ada apa dengan Karin hari ini. Sangat aneh untuk di abaikan . Apa ada hubungannya dengan Rangga. Atau ini ada hubungannya dengan rapat pemegang saham petang nanti? mungkin karin nervous. Tidak mungkin ,wanita ini tidak pernah gugup atau goyah, apalagi kegilaannya kali ini? Aku harus bersiap...
Beribu pertanyaan menggema di benak Alfa, menikah dengan Karin Sulaiman memberi Alfa 12 tahun yang sangat sulit.
Karen adalah satu satunya cahaya dalam kegelapan di 12 tahun pernikahan mereka. Tapi hanya bagi Alfa, bagi Karin Sulaiman anak mereka hanya sebuah parasit, yang harus di singkirkan jauh dari dirinya.
Alfa bersyukur karen sejak dini karen sudah di jauhkan dari ibunya. Atas perintah kakeknya , Karen masuk sekolah berasrama yang memiliki fasilitas lengkap, guru yang berkualitas, sistem pendidikan yang modern, sekolah dimana anak anak orang kaya di negeri ini berkumpul menimba ilmu membentuk karakter dan kepribadian mereka.
__ADS_1
Meskipun setiap malamnya alfa merindukan putrinya, melihat putri kecilnya bertumbuh dari jauh sangat menyiksa. Tapi semua demi masa depan Karen, ucap mertuanya saat itu. Dan demi kebaikan Karen tambah Alfa dalam hati.
🖤🖤🖤1st
Sulaiman building adalah Gedung 24 lantai yang bermula dari bengkel las kecil, Ahmad Sulaiman muda nekad merantau dari kota kelahiranny menuju kota metropolitan ini. Dengan tekad sekuat baja dan bekal tabungan yang ia kumpulkan semasa sekolah menengah pertama sulaiman pamit pada ibu nya. Ibu yang membesarkan nya sendiri tanpa ayah. Ayah nya menghilang tanpa jejak setelah ikut menjadi buruh jalan raya pada masa penjajahan.
Ibu sulaiman sudah pasrah menerima nasib membesarkan anak tanpa suami, bukan main penderitaan ibu sulaiman membesarkan anaknya sebatangkara. Penderitaan itu semakin memotivasi sulaiman untuk berusaha menjadi orang sukses, secara materi dan bisa membahagiakan hidup ibunya yang telah membesarkan sulaiman sendirian .
Sulaiman muda bekerja tanpa lelah siang dan malam di kota metropolitan di tengah hiruk pikuk siang, sunyi nya malam. Sulaiman muda tidak luluh semangatnya mencari barang bekas, mengais tumpukan sampah mencari besi tua yang dapat ditukar dengan beras, uang, atau apapun itu.
Sampai suatu ketika Sulaiman diterima bekerja di sebuah bengkel pabrikasi kecil, senangnya bukan main hati Sulaiman, semangat belajar nya membumbung tinggi, laki-laki muda tak kenal lelah itu dalam waktu singkat menjadi tukang las andal. Tangan nya liat berotot memegang kawat las, tidak hanya sampai disitu, dengan bantuan temannya Sulaiman muda mulai merintis usaha bengkel sendiri, bengkel itu berdiri di sepetak tanah kecil di samping pasar bunga. 20 tahun kemudian blok pasar bunga sudah di kuasai oleh PT. Sulaiman Berkarya. 10 tahun berikut nya Sulaiman Enterprise meresmikan dirinya sebagai raksasa industri pabrikasi dan permesinan di negeri ini.
Sejak kecil karin adalah seorang superior yang amat sangat selalu di puja banyak orang, ayah nya teramat menyayangi nya, tak tunduk pada apapaun termasuk ayahnya sendiri.
Ibunya pergi begitu cepat,sulaiman semakin memanjakan Karin keluarga nya satu satunya. Tanpa Sulaiman sadari Karin tumbuh dengan sangat cepat tanpa kasih sayang seorang ibu.
Sulaiman sangat bangga pada anaknya. Meskipun sifat Karin yang dingin dan misterius kadang mengundang tanya di benak Sulaiman sendiri. Kekejaman Karin memang sampai ke telinganya, tapi ia anggap angin lalu, semua yang Karin lakukan untuk Sulaiman Enterprise. Ayahnya sendiri tidak bisa menebak langkah yang Karin ambil. Kekerasan adalah solusi setiap tindak tanduk Karin. Secara fisik Karin begitu rapuh, wajah selalu tidak terbaca, tanpa ekspresi.
Penilaian karin terhadap karakter seseorang sangat luar biasa tepat, hanya dalam sekali lihat dirinya bisa menebak dari mana orang itu berasal dan akan seperti apa ia mereka kelak. Karin adalah pendeteksi manusia mutlak yang di miliki sulaiman enterprise. Passion karin adalah manusia. Perbudakan modern merupakan ketertarikan utama karin. Tumbuh dengan mulia, di ketinggian membuat karin semakin tak terjangkau.
__ADS_1
Ketukan di pintu kantornya menyadarkan sulaiman dari lamunan nya.
Alfa dan Karin melangkah masuk ke ruangan Sulaiman, ruangan ini adalah lantai paling Puncak Sulaiman Building. Dengan nuansa putih dan furniture berwarna senada ruangan ini sangat menunjukan kekuasaan pemiliknya.
Sky creaper Sulaiman Building menyajikan pemandangan kota metropolitan pagi ini yang sibuk.
Sulaiman tersenyum berdiri menyambut putri kesayanganny dengan tangan terbuka. Menantikan pelukan karin.
Di sebelah alfa di tengah ruangan nina mematung. mampu* habis lah aku, bagaiman aku harus menyapa ayah Ibu Karin
Kakinya melangkah mendekati sulaiman, "Ayah!" suara serak nya terdengar kering. Nina memeluk Sulaiman dalam, "Apakah Ayah sehat, sudah di minum madu jahe nya"
Sulaiman dan Alfa Blake sama sama membatu....
Bersambung
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗
__ADS_1