
mohon vote nya ya readers....πππ
Nina sudah bersiap, wajah nya cerah secerah mentari yang bersinar pagi ini. Ia sudah bersiap akan pergi bersama Rangga ke Klinik Dokter Arka, karna hari ini hari Minggu mereka bertemu Dokter Arka di Klinik.
Alfa turun dari tangga melengkung, melirik Nina sebentar kemudian menuju ke ruang makan.
Sekejap kemudian seorang ART wanita paruh baya bertubuh gemuk datang menghampiri Nina
"Ibu Karin mau sarapan dulu biar saya siapkan, Tuan Alfa sudah menunggu di ruang makan."
Di sapa seperti itu Nina terkejut, "Baik Bu ". Mbok Yuli gantian terkejut mendapat jawaban dari Nina .
"Panggil saja Mbok Yuli Nyonya." Ia sudah diperingatkan oleh Tuan Rangga, kalo Nyonya Karin sedang" Amnesia ".
Alfa sudah lebih dulu menikmati sarapan nya. Nina duduk menghadap Alfa , setengah berbisik Nina bertanya.
"Kenapa sekarang rumah ini banyak orang?"
"Alfa terkekeh, ini rumahmu Karin jangan berbisik". Apapun yang mereka bicarakan di dalam rumah sudah pasti dijamin keamanan nya oleh Rangga , peristiwa 5 tahun lalu adalah buktinya. Dan orang orang yang bekerja di rumah ini adalah orang orang yang sudah terikat kontrak mati dengan Sulaiman Enterprise. Sudah menggadaikan nyawa mereka kepada Rangga Perwira.
"Maksudku kemarin rumah ini seperti rumah hantu, kosong gak karuan. Kok sekarang mendadak ramai seperti ini Tuan." Nina berbicara pelan.
"Rangga sudah mengizinkan semua orang kembali ke rumah ini".
"Lho memang kemarin kemarin mereka tidak boleh datang?
"Iya"
"Kenapa sekarang boleh?"
"Rangga hanya ingin yang terbaik untuk Karin, itu saja".
"Memang tuan tidak ingin yang terbaik untuk Ibu Karin?"
"Kami semua ingin yang terbaik untuk Karin. Sudah , lanjutan makanmu." Kata Alfa setengah memerintah. Setengah kerepotan dengan pertanyaan Nina.
Nina melanjutkan makannya, benaknya Masih dipenuhi ribuan pertanyaan, tapi ketika lidah nya mencicipi nasi goreng yang telah disajikan Mbok Yuli ia lupa dengan semua pertanyaannya.
__ADS_1
"Pelan pelan makannya. Klinik Dokter Arka tidak akan pindah kemana mana, jangan makan terburu buru". Alfa menuangkan minum untuk Nina.
"Maaf tuan kebiasaan". Jawab Nina dengan mulut penuh.
"Kebiasaan ?" Alfa mengerutkan kening.
"Kalau saya makannya lama nanti saya ketinggalan bis, begitu kata Pak Yos dulu".
Pak Yos adalah nama kepala panti asuhan tempat Nina pernah tinggal, Pak Yos juga adalah orang yang Alfa hubungi waktu memindahkan Nina ke rumah sakit milik Sulaiman Foundation.
"Berkat Pak Yos saya bisa hidup mandiri dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah, Pak Yos mengajarkan saya mengatur keuangan agar bisa tetap kuliah tanpa harus kerja sampingan".
"Kuliah sambil kerja kan capek tuan, belum lagi harus latihan, atau pada saat musim kompetisi. Saya harus pinter pinter mengelola keuangan kata pak Yos".
Alfa juga ingin menepuk kepala anak ini seperti Rangga,tapi tidak ia lakukan.
Alfa sudah selesai sarapan. Ia hanya menunggu tukang makan di depan nya selesai. Setelah piring ke 3 nya licin akhirnya anak itu selesai.
Alfa geleng geleng kepala, tubuh kecil Karin apakah sanggup menampung 3 piring Nasi Goreng.
"Rangga sudah pergi dari tadi, aku yang akan mengantarkan mu ke klinik. File nya sudah kuterima dari Rangga". Alfa berkata tanpa ekspresi.
Nina hanya bengong, ia menginginkan ke klinik dengan Rangga . Begitu mudah menjalin komunikasi dengannya, sedangkan dengan tuan Alfa yang jutek ini sungguh luar biasa sulit.
"Ayo, kamu sudah selesaikan?"
"Iya," Nina mengambil tas nya. Rangga membelikan Nina membeli beberapa tas dan baju secara online, ia masih kurang menyukai barang barang Ibu Karin, selain karena mahal barang barang tersebut ia rasa bukan seleranya.
___________________ΒΉst______________
Dokter Arka mendengarkan dengan seksama rekaman suara Nina , beberapa kali ia minta beberapa bagian untuk diulang.
"Karin, ehh... Nina yakin tidak pernah ketempat itu sebelum nya." Nina mengangguk cepat.
"Bisa melukis kan tempat itu secara detail?"
" Kemungkinan tidak Dok, saya hanya mengingat sedikit sekali dari mimpi saya itu. Saya buru buru bercerita pada kak Rangga takut ada yang terlupa Dok. Padahal ada yang kamarnya sebelahan, saya pengen cerita takut kelupaan ehhhh malah di usir"
__ADS_1
Dokter Arka manggut manggut. Sementara yang di sindir tanpa ekspresi
Dalam kasus Nina dan Karin sebenarnya kalau ini adalah cerita teman sejawatnya mungkin ia tak akan percaya. Tapi ia π― persen yakin orang ini bukan Karin.
Karin yang ia kenal memiliki aura Untouchable sangat sangat tidak tersentuh. Wanita yang di depan nya sekarang benar benar hangat dan terbuka, cara bicaranya pun seperti Rania Nina yang ada dalam beberapa video yang ia tonton tadi malam.
Dalam video yang mereka ambil dari beberapa social media baik yang Nina miliki ataupun teman temannya miliki, sifat yang ia lihat cocok dengan sifat Karin sekarang. Karin yang dihadapan nya adalah Jiwa dari Rania Nina, pertanyaannya kemana jiwa Karin.
Alfa dan Dokter Arka berada di dalam ruangan berdinding putih itu. Sedangkan Nina diperbolehkan menunggu diluar.
"Sebagai dokter aku yakin π― persen anak itu adalah Rania Nina, tapi kenapa ia menjadi Karin. Tidak, maksudku ia berada di dalam tubuh Karin. "
"Malam sebelum Karin berubah saya masih ingat betul, Karin mengatakan saya jangan pernah mengizinkan para ART kembali kerumah, ia mengancam akan mengulang kejadian 5 tahun yang lalu dok."
"apa korban masih bersikeras menuntut?"
Alfa tertawa sumbang. "Karin dan Rangga sangat mengerti betul cara mengendalikan manusia serakah. Mereka menutup mulut anak korban dengan uang , korban tidak mungkin melaporkan orang yang membanjiri anak-anak nya dengan uang."
Dokter Arka menggeleng geleng sedih, Karin selalu bisa menjadikan orang lain budaknya dan Rangga selalu akan melakukan perintah Karin. Dan anak yang sedang menunggu diluar itu sangat sial harus pindah ke tubuh ini, tubuh wanita dingin yang tidak berperasaan.
"Dokter, apakah orang dengan jiwa yang berbeda bisa membuat respon tubuhnya menjadi berbeda juga?" Alfa menjeda lamunan Dokter arka?.
" Tolong bisa lebih detail Alfa seperti apa maksudnya?".
"Karin tidak bisa olahraga dok ,kita semua tahu itu, beberapa hari lalu anak itu bermain basket di sekolah Karen. Dan pingsan karena kelelahan, dan hari ini dia berenang dok. walaupun tidak lama tapi gerakan sempurna "
Semakin gemas dengan situasi ini, Dokter Arka Psikiater berpengalaman puluhan tahun menarik narik rambutnya gemas.
"Aku akan mengajak kalian bertemu seseorang, tapi jangan libatkan Rangga".
"Kalau boleh tau kenapa kita tidak boleh melibatkan Rangga dok?"
"Karena Rangga membuat orang itu kehilangan matanya".
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,π€π€π€
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... β€οΈβ€οΈβ€οΈπ€π€π€
__ADS_1