
mohon vote nya ya readers....đź’–đź’–đź’–
Wajah Karen pucat ia tidak pernah melihat ibunya seperti itu ibunya yang ia tahu hanyalah wanita yang kejam dan dingin.
Karen panik melihat ibunya lemas ia melihat ayahnya sedang memberikan inhaler kepada ibunya.
"Ayah " suara Karen bergetar" ayo kita bawa Mama ke ruang kesehatan saja biar Mama bisa istirahat di sana".
Alfa Blake mengangguk
Iya menggendong istrinya menuju ruang kesehatan diarahkan oleh anaknya
Selang beberapa waktu dokter Andre dokter keluarga Sulaiman datang.
Nafas Karin kembali normal meskipun wajahnya masih terlihat pucat dokter Andre segera memeriksa Karin menyentuh kepala Karen sebentar lalu dokter Andre bicara dengan Alfa Blake.
"Aku melihat Karin berkeringat apa yang sedang terjadi".
"Karin habis main basket seumur hidup aku tidak pernah melihat dia berlari apa lagi main basket. Ayah mertuaku selalu bilang Karin selalu lu di hindarkan dari olahraga karena sedari kecil Karin sering sesak nafas saat berolahraga dan Karin sangat benci olahraga" suara Alfa masih bergetar sehabis menggendong Karin.
"Betul, dari dulu Karin tidak pernah berolahraga, riwayat penyakit Karin tidak menganjurkan dia berolah raga, kenapa seperti itu kenapa apa dia main basket?
Dokter Andre heran.
Semua orang bingung
Karen menggenggam tangan ibunya ,ayahnya mengusap punggungnya. "Mama tidak apa-apa Karen jangan khawatir".
Dari ranjang ruang kesehatan dan Karin mengerang meraba dahi nya, terasa sakit. matanya perlahan membuka, Nina mencoba duduk dengan bingung memandang Alfa dan Karen.
"Maaf apa yang sedang terjadi di...."
"Apa yang sedang kamu lakukan kan , kamu mau mati dengan bermain basket." suara keras Alfa membahana di ruang kesehatan
Karen terpekik kaget Nina segera memeluk Karen.
"Pak Alfa kenapa Anda berteriak anak Anda ketakutan mendengarnya” jawab Nina.
Karen yang dalam pelukan Nina terkejut dan segera melepas pelukannya."Ayah Mama sedang sakit tolong pelankan suara Ayah"
__ADS_1
Dengan masih menahan emosi Alfa keluar dari ruang kesehatan
”Anda siapa" Nina memandang dokter Andre.
"Aku Andre Karin apa kamu lupa aku teman Alfa pada saat kalian menikah aku adalah pendamping mempelai laki-laki, aku dokter keluargamu."
Nina mengangguk bingung
Dokter Andre menjelaskan kondisi Karin, kemudian memeriksa kepalanya yang terbentur.
"sebaiknya sekarang kamu beristirahat bukankah dari dulu kamu membenci olahraga, jangan lakukan hal yang aneh aneh Karin" Nasehat dokter Andre.
Dokter Andre keluar dari ruang kesehatan, Alfa sedang berbicara dengan kepala sekolah Karen, menjelaskan kondisi Ibunya Karen yang mereka hadapi.
Kepala sekolah mempersilahkan Alfa menggunakan ruang kesehatan. Sepertinya kepala sekolah datang karena teman teman Karen melaporkan kejadian dilapangan basket pada kepala sekolah.
Andre menjelaskan kondisi Karin pada Alfa tidak ada yang yang perlu dikhawatirkan luka di dahi Karin sudah diberi salep untuk mengurangi memarnya.
"Ajak istrimu ke rumah sakit ku biar aku bisa mengecek Karin secara menyeluruh, sementara ini dari observasi ku Karin baik baik saja"
Alfa mengangguk lelah
”Alfa tadi ada yang aneh kenapa Karin tidak mengenalku,padahal dari kecil dia sudah sering menggangguku. Tapi mungkin Karin hanya sedikit shock. Akan lebih baik apabila ada pemeriksaan lanjutan".
Alfa tertegun memikirkan mungkin Karin sedang shock.
"Setelah merasa lebih baik Karin bisa dibawa pulang ke rumah."
Alfa menepuk pundak sahabatnya,"oke terimakasih dokter Andre"!
"Tenang aja sudah kewajibanku"
Beberapa saat setelah Andre pergi Karen keluar dari ruang kesehatan. Alfa menghampiri putrinya. Kejadian ini pasti membuat anaknya kuatir pada ibunya.
"Karen pulang ke asrama aja setelah mama istirahat papa akan bawa Mama pulang”
”Pah mama aneh”ragu Karen berujar.
”Aneh kenapa Karen”
__ADS_1
”Mama bertanya Anda siapa kepada dokter Andre, lalu tadi Mama tanya apa karen sudah makan, Paaa,Mama ga pernah ah kepo Karen sudah makan atau belum”
”Karen sayang yang namanya juga mama nya Karen masa nggak boleh tanya anaknya sudah makan apa belum." Alfa mengelus kepala anaknya.
”Tapi pa” Karen masih bersikeras
"Sudah sudah sekarang Karen pulang ke asrama aja ya. mama biar papa yang urus”
Karen memeluk ayahnya”terima kasih cheese cake-nya papaku sayang”
Alfa tertawa "Sama-sama putriku sayang!"
Rasa hangat selalu lu menyelimuti hati Alfa selalu saat bersama anaknya.
________1st____
Nina masih mengetik di halaman Google mencari informasi tentang "orang yang tiba tiba bangun di tubuh orang lain". Tapi informasi yang dia temukan hanya sinopsis film.
Nina mengucek-ucek rambutnya kesal,google bisa membantunya mengerjakan tugas tugas kuliah Nina yang sulit, kenapa google kenapaaaa... bagaimana aku bisa jadi seperti ini... Apa yang terjadi sebenarnya kenapa aku terbangun sebagai Karin black. Kenapa bukan terbangun sebagai Joko sahabatku atau sebagai Pak Nardi tukang bakso. Atau sebagai presiden sekalian kenapa harus terbangun di tubuh Karin Blake.
”Apa yang terjadi dengan tubuhku atau ada kemungkinan Karin blake sebenarnya berada di tubuhku”.
Nina menyambar ponsel Karin, ia menelpon nomor telepon miliknya. Beberapa kali dering tidak ada yang mengangkat. "Ayolllah Karin angkat ". Di percobaan ke empat ada suara di ujung sana.
”Halo”
”ehhh Iya ehmm... ini ini benar nomor telepon Riana Nina” jantung Nina berdegup kencang.
”Benar ini telepon milik Riana Nina, pemilik telepon ini sekarang sedang berada di ruang ICU rumah sakit permata".
”ICU bagaimana bisa???"
"Saudari Riana Nina ditemukan di kosannya dalam keadaan koma."
___________1st_____
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗
__ADS_1