
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....🖤🖤🖤
Nina gelisah, sejak tadi matanya tidak dapat terpejam. Berkali kali ia memandang pintu kamar itu, tapi pintu itu tak kunjung terbuka.
Malam ini Alfa berjanji akan menceritakan semuanya. Siapa sebenarnya orang yang telah mencelakakan Karin. Nina duduk kembali, Kamar berdinding kayu ini begitu hangat. Dinding nya di hiasi beberapa ornamen kerang dan rak penuh dengan bingkai foto.
Ia berjalan ke arah tak itu. Beragam foto Alfa dan Karen menghiasi rak itu, beberapa adalah foto lama ketika Karen masih kecil. Beberapa foto yang di ambil ketika Karen dan Alfa sedang berlibur keluar Negri.
Nina menjelajahi setiap foto, ia dapat merasakan rasa sayang Alfa begitu dalam pada Karen. Tapi kenapa tidak ada satupun foto Karin ?
Alfa Blake melangkah masuk, ia berjalan menuju Nina . Dengan satu gerakan Alfa meraih tubuh Nina menyentuh lembut bibirnya, mengecupnya. Tangannya bergerak ke leher Nina membelainya pelan. Nina terbuai dengan kelembutan bibir itu, ia membuka bibirnya mengizinkan Alfa masuk, lidah Alfa menelusup sampai ke sudut keindahan.
Lidah Alfa menelusuri leher Nina , sampai ke bawah meninggalkan kecupan di balik telinganya. Nina merasakan kakinya bergetar, ia mengalungkan tangannya ke leher Alfa.
Ciuman lembut itu berubah menjadi penuh gairah ketika Alfa mulai melepaskan penutup bagian atas tubuh Nina . Nina bersender ke dinding, dadanya di cecupi penuh gairah oleh Alfa.
"Ahhh... Tuan." Desahan Nina semakin menambah gairah Alfa. Kini tangan Alfa mulai bermain, di bagian bawah Nina sudah merasa inti tubuhnya meminta lebih.
"Toko tokk tokkk... Tuan Alfa Nona Karen memanggil anda."
__ADS_1
Alfa enggan melepaskan tubuh Nina dari pelukannya.
"Pergilah Tuan... Karen memanggil Tuan."
"Hmmmm Aku masih mau ini". Alfa kembali menghujani dada Nina dengan ciuman.
"Akhhh Tuan... tapi.. Tuan... Ahhh..." kecupan di dadanya membuat Nina semakin sulit untuk bernafas.
"Baiklah beristirahat lah Ninaku." Alfa memindahkan bibirnya ke bibir Nina dan melum*tnya kembali dengan ganas. Nina membalasnya dengan sangat antusias.
Alfa keluar kamar utama. Baru kali ini Sekertaris Zian melihat penampilan Alfa seperti itu, Alfa terlihat seperti sehabis bercinta. Wajahnya merona, ada sedikit noda lipstik ibu Karin di wajah dan lehernya. Ia menyesal telah mengganggu Tuannya.
Setau Zian, Tuan Alfa dan Ibu Karin tidak pernah tidur bersama. Ibu Karin hanya terlihat sedikit lebih senang ketika bersama Sekertaris Rangga , selebihnya Ibu Karin adalah Jelmaan Ratu Es. Zian menggeleng kan kepalanya. Ia harus fokus pada 200% yang di janjikan Tuannya.
Sebuah kecupan mendarat di pipinya, Nina tersentak. Wajah Alfa muncul, pipi nya kasar belum bercukur. Nina menikmati sensasi ketika menyentuh pipi Alfa yang kasar.
"Hentikan Ninaku. Apa kau begitu menyukainya."
"Sangat Tuan" Ia masih mengelus elus pipi Alfa .
__ADS_1
"Mama" Karen memeluk nya.
"Waww pagi ini Mama dapat hujan pelukan yaa" Nina balas memeluk Karen dan Alfa.
"Mama bikin apa?"
"Karen mau apa sayang, Nasi goreng ada, Ayam goreng ada Telur goreng ada."
"Idih mama kayak tukang jualan deh." Karen tertawa.
"Iya dong, abis makan nanti Karen sama Ayah harus bayar." Nina melirik Alfa.
"Aku bayar pake tubuh ku" Alfa berbisik di telinganya.
Nina tertawa. "Karen bayar pake cuci piring yaa."
"Siap Bos" Karen memberikan hormat dengan gaya yang lucu. Nina dan Alfa tertawa di buatnya.
Dari jauh sekertaris Zian terlihat tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Nona Karen memeluk Ibu Karin, Begitu juga Tuan Alfa. Apa yang sebenarnya terjadi. Buru buru ia kembali ke laptopnya. 200% nya sepertinya semakin dekat, apa hal itu mungkin terjadi di dunia ini. Dan bagaimana mungkin? Seseorang bisa menjadi orang lain?
__ADS_1
Bersambung
Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... 🖤🖤🖤