Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Memori Karin


__ADS_3

mohon vote nya ya readers....💖💖💖


Dalam sebuah ruangan suram, dingin menusuk,tapi ia merasa tubuhnya sangat bersemangat. Degup jantungnya semakin cepat, hadiah Rangga kali ini sungguh dinantikan nya. Ia mendengar sebuah suara mengerang di iringi bunyi pukulan berkali kali.


Bughhh bughh bughhhhh


Semakin ia mendekati arah suara semakin jelas suara pukulan dan erangan itu. Cahaya dari api yang menari nari di dalam tong besi menerangi sesosok yang terikat di sebuah kursi, kepalanya tertutup kain hitam . Laki laki itu bertubuh tambun, ia hanya mengenakan celana bahan yang sudah compang camping. Ia sudah tidak dapat berteriak lagi, dirinya hanya dapat mengerang lemah, sisa tenaga nya sudah habis. Sudah beberapa hari ia dibiarkan kelaparan, dan hanya mendapat beberapa teguk air, itu pun hanya akan diberikan setelah di pukuli berkali kali.


Laki laki sial itu sudah menghabiskan beberapa harinya di tempat itu. Ia sudah berkali kali pingsan dan sadar . Sampai sekarang laki laki yang bernama Farid itu tidak tau siapa yang membawanya ke tempat itu, dalam rasa lapar dan sakit di sekujur tubuhnya ia mendengar suara langkah.


Indranya menegang, ia merasakan pukulan lagi, pukulan itu sebenarnya teredam oleh sesuatu , entah apa tapi ia ngeri membayangkan pukulan itu tidak di alasi apapun, langsung menyentuh dirinya tulang tulangnya mungkin sudah patah.


Bughhh bughhh bughhhhh


Pukulan bertubi tubi dari seseorang itu membuat laki-laki itu makin tak berdaya.

__ADS_1


"Cukup Rangga , saatnya Mandor Farid bicara". Suara seraknya bergetar ada sedikit karena kesenangan di dalamnya.


Dari balik kain hitam yang dipakainya,Farid melihat ada sesuatu berkilat. Farid semakin gemetar, apabila yang ia pikirkan itu benar orang yang bicara tadi adalah ibu Karin dari Sulaiman Enterprise berarti kilatan itu adalah pisau penyiksa legendaris. Pisau kecil namun sangat tajam yang mampu memotong daging sampai ke tulang nya.


Menyiksa bagi ibu Karin bukan tentang berapa banyak darah yang tumpah, tap informasi yang mengalir dari orang yang sedang terikat lah yang paling penting. Rangga menarik rambut laki laki itu kebelakang membuat laki laki itu berteriak kencang,dinginnya pisau nya menyayat kulit lehernya.


"Bicara lah"


"Ampun Bu ampun Bu Karin, saya sudah memperingatkan agar mereka tetap diam tapi." Suara-suara Faris kembali digantikan oleh teriakan kesakitannya. Karin menusuk paha kirinya.


"Kesempatan terakhir mandor Farid, katakan yang sebenarnya kalau kau masih ingin kaki gemukmu masih punya daging" Karin menusuk lebih keras pisau nya, darah mengalir semakin deras.


Bughhhhh buuggghhh pukulan di perut Farid kembali lagi.


"Ini kesempatan terakhir ku", pikir Farid . Kekejaman sekertaris Sulaiman enterprise sangat terkenal ke penjuru cabang perusahaan. Selama bergabung dengan SE ia sudah banyak mendengar cerita penculikan para pengkhianat, tapi beberapa hari lalu ia gelap mata. Ia tidak dapat menolak tumpukan uang di koper yang dibawa oleh salah satu anak buah Direktur Prasaja. ia mengucapkan semua nama yang terlibat dalam manipulasi kebakaran pabrik yang di mandorinya. Ia masih lebih sayang nyawanya di bandingkan uang sialan itu. kakinya mulai kebas, darah yang mengalir dari pangkal pahanya tidak dapat ia rasakan lagi.

__ADS_1


Rangga tersenyum puas, ia melepas sarung tinjunya. Ia terlihat tampan saat berkeringat, anak rambutnya basah, dadanya yang bidang hanya dibungkus oleh kaus putih tipis tanpa lengan. Karin mendengar suara hatinya menginginkan Rangga . Rangga menatapnya sayu, tangannya terulur kearah Karin .


Karin mencabut tancapan pisau tadi di paha Farid, dan melemparkan pisau itu begitu saja. Laki laki itu berteriak kesakitan teriakannya menggema . Karin tidak peduli fokusnya hanya pada bibir Rangga. Ia memeluk Rangga erat, keringat Rangga menempel di gaun nya, ia menekan kepala Rangga dan meraih bibirnya. Bibirnya bersatu dengan Rangga saling *******, saling mengait, saling mencecap, nafas mereka memburu, Rangga menaikan kaki Karin ke tubuhnya . Ia Semakin tenggelam dalam ciuman Rangga. Ciuman itu berpindah ke bagian lehernya. Semakin dalam semakin turun ke bawah.


Nina terbangun.


Tubuhnya terasa panas, ciumannya dengan Rangga tadi terasa begitu nyata. Ia menyentuh bibirnya. Rangga memeluk dan menciumnya, apa yang terjadi setelah itu.


Nina menendang nendang selimutnya, ia penasaran dengan apa yang terjadi setelah itu , tubuhnya merasakan apa yang Karin rasakan.


Ia berlari ke kamar Alfa, ingin segera menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Nina masuk ke ruang kerja sekaligus kamar bagi Alfa.


Harum aroma shampo maskulin memenuhi ruangan, Alfa keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Ia hanya mengenakan sehelai handuk untuk menutupi inti tubuhnya. Nina refleks menelan Saliva nya melihat dada bidang Alfa terekspose, ada sedikit rambut di sekitar dadanya, Alfa berjalan kearah dirinya, Nina tidak sanggup berkata apa apa lagi.


Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2