Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Melihat Yang Tak Terlihat


__ADS_3

****Kata orang di dunia ini banyak yang terjadi tanpa kita sadari. ada yang bilang yang sudah terjadi itu adalah takdir. Dan yang belum terjadi itu adalah misteri.


Tapi ada orang orang yang mampu membuatkan "jalan" yang membuat misteri itu bisa menjadi keuntungan**


mohon vote nya ya readers....💖💖💖


Dokter Arka membawa mereka ke sebuah hotel berbintang. Dengan bingung Nina mengikuti tour aneh ini, tadi mereka berada di Klinik Psikiater sekarang mereka ada di hotel berbintang. Apakah sesi konseling ya akan dilakukan di hotel ? Nina bertanya tanya dalam hati.


Tiba di lantai paling atas hotel adalah sebuah Penthouse, mereka menggunakan lift khusus untuk menuju kesana.


Nina terbengong bengong melihat pemandangan di hadapannya, ia pertama kalinya menginjakan kaki di penthouse.


Semua nya serba berwana emas, karpet bulu keemasan, sofa berkulit emas, patung patung binatang emas, ruangan itu pun berwarna emas, Nina takjub sekaligus silau dengan ruangan yang dihadapannya.


Kepalanya sampai terasa berputar 360 derajat melihat semua keindahan ruangan emas ini. tangan kokoh menangkap tubuhnya.


"Perhatikan sekeliling mu!" Perintah suara dingin ditelinganya.


Hampir saja Nina menabrak patung anjing emas dihadapannya, semua tampak samar di matanya. Emas semua.


Bruuuukkkk


Seseorang dilemparkan kehadapan mereka, rambut orang itu berwarna emas.


"Jhony.... Kau tidak apa apa?"


"Biarkan bina**** itu Dokter" suara ramah keluar dari dalam ruangan tempat Jhony tadi dilemparkan.


Rangga dan beberapa orang berbaju hitam keluar dari ruangan tersebut. Dengan sigap orang orang berbaju hitam menodongkan senjata pada pria berambut emas tadi.


"Hai Nina, aku tidak mengira kita akan bertemu disini " Rangga menggaruk garuk kepalanya dengan Laras senjatanya.


Dengan santai kaki Rangga menginjak tubuh pria berambut emas tadi.


" Bangun sial**, kau membuat aku terlihat buruk di mata Nina " Rangga mengetukan ujung sepatunya ke tubuh itu.


Melihat semua hal didepannya membuat Nina ngeri, ia mundur selangkah demi selangkah, tubuh kecil Karin menabrak seseorang. Seseorang itu meletakan kedua dltangannya dibahu Nina


"Tidak apa apa, Rangga hanya senang sesuatu yang dramatis. Suruh orang orang mu menyimpan senjatanya , anak ini ketakukan"


Rangga tertawa terkekeh, suaranya tetap hangat dan ramah, tapi tidak sesuai dengan kondisi sekarang ini. Nina sekarang berlindung di balik punggung Alfa. Menggenggam erat kemeja yang dipakai Alfa , seakan akan menjadikan Alfa sebagai tamengnya.


Dokter Arka tidak dapat berbuat apa apa , ia hanya berdiri diam melihat apa yang Rangga lakukan selanjutnya.

__ADS_1


Akhirnya pria berambut emas itu sadar. Ia duduk memegang kepalanya sambil tertawa. " Jendral Tuan Rangga yang mulia apa yang membawa Anda kesini sampai repot membawa anjing anjing Tuan Sulaiman kesini?"


Masih sambil tertawa pria tadi duduk di sofa emasnya.


Nina heran kenapa orang sudah di pukuli masih bisa tertawa seperti itu. Masih bersembunyi di belakang Alfa Nina memperhatikan si rambut emas. Pakaian yang dipakainya sangat perlente, berbagai macam cincin melekat di jarinya. Dari wajahnya pria ininberumur sekitar 40 tahun. Giginya beberapa bersepuh emas. Kalau ia bertemu di jalan dengan orang seperti ini ia pasti berpikir orang ini orang gila.


Rangga duduk. Ia menyimpan senjatanya di kantung jas nya. Seperti tak terjadi apa apa.


"Duduk duduk para tamuku harusnya di jamu dengan hidangan terbaik. " Ia menekan sebuah tombol dari telpon di samping sofa meminta hidangan di antarkan langsung ke penthouse nya.


Masih terpana dengan pemandangan aneh. Sampai tidak sadar Alfa sudah duduk di sofa bersama dokter Arka. Hanya ia yang masih berdiri.


"Siapa dia, kenapa gadis itu di tubuh Ibu yang mulia Karin?" Rambut emas bertanya pada Rangga.


"Lihat baik baik" kata Rangga.


"Iya, gadis itu, dari auranya usianya baru sekita 20tahun. Anak ini suka bergaul, teman yang baik sangat baik malah. Mudah memaafkan , ooooohhhh aura perak...... Masih muda tapi aura ini sudah terlihat, anak yang luar biasa. OOO maaf itu milik ibu yang mulia Karin"


"Aura Karin masih ada pada dirinya?" Rangga bertanya tidak sabar.


"Tentu saja, bagaimana bisa tidak. Lihat tubuh itu, itu tubuh ibu yang mulia Karin kan? Anak itu hanya menumpang sementara di situ." Ketukan dari room service menjeda mereka.


"Bisa di jelaskan lebih detail Jhony, jadi dari penglihatan mu di tubuh Karin ada gadis berusia 20 tahun?" Dokter Arka membetulkan kacamatanya.


"Ya dan tidak ."


"Jelaskan secepat dan serinci mungkin Jhony, cedera otak ke dua kalinya mungkin akan membuat otakmu benar benar mati Jhony." Rangga kembali mengeluarkan senjata dari saku jasnya.


"Tuan yang mulia Rangga , beraura cinta hijau tak bersyarat akan melakukan semua yang Ibu yang mulia Karin minta.... "


Treekkk


Rangga menarik pelatuk P30 nya. Dan menempelkannya di dahi Jhony.


Panik. "Baik baik tuan yang mulia Rangga , dari tubuh ibu yang mulia Karin sekarang terpancar aura seorang gadis berusia mungkin sekitar 20 tahun, ada warna abu abu yang berarti gadis itu mudah bergaul dan suka berteman. Ada warna orange yang dominan yang menandakan anak ini orang yang baik dan mudah memaafkan .... "


Menekan Laras senjatanya ke kepala Jhony. "Dimana Karin, cari aura Karin"


Semakin panik "ibu yang mulia Karin... " Jhony Memandang Nina lebih dalam, peluhnya bercucuran.


"Ibu yang mulia Karin... Aura perak nya masih ada di tubuhnya Tuan, tapi aura hitam milik Ibu yang mulia Karin ... " Ia memicingkan matanya berusaha melihat semua di wajah milik ibu Karin lebih jelas.


"Ada tuan, aura hitam dan perak milik Ibu yang mulia Karin masih ada akan tetapi aura Hitam nya sangat lemah. Saya yakin ibu yang mulia Karin masih ada di tubuhnya."

__ADS_1


"Ku beri waktu seminggu, cari cara bagaimana agar Karin bisa kembali ke tubuhnya. Kalau tidak " Rangga menembak kepala patung anjing emas milik Jhony.


"Kau akan bernasib sama seperti patung mu".


__________________1st_____________


Nina yang terperangkap dalam tubuh Karin memainkan rambut bergelombang milik Karin. Ia duduk di taman Hotel setelah keluar dari kamar "emas" milik Jhony Gold ia harus membetulkan matanya.


Ia meminta izin pada Alfa untuk berjalan jalan mencari udara segar. Nina berjanji tidak akan melarikan diri lagi, karna ia tahu melarikan diri pun percuma.


Nina duduk di kursi putih memandang air mancur yang menjadi pusat taman itu. hatinya selalu tenang saat melihat air mancur.


Alfa datang memberikan sekaleng minuman dingin untuknya.


"Sudah selesai jalan jalan nya?"


"Iya, mataku sakit melihat terlalu banyak emas di apartemen Jhony "


Alfa tersenyum, ia merapikan beberapa anak rambut Karin. Nina tergagap, ia sangat menikmati saat saat bersama Alfa .


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Aku?? Aku tidak ingin bertanya apa apa" Nina mereguk minuman dinginnya.


"Jhony Gold, berandal kecil yang suka mengancam untuk mendapatkan uang. suatu hari ia mengancam akan membocorkan semua rahasia Sulaiman Enterprise pada media "


"Ia mengira Rangga hanya sekertaris biasa, ia mengajak Rangga bertemu, dan meminta bukti bukti yang dapat menjatuhkan Sulaiman Enterprise pada Rangga. Orang orang Rangga menghajar nya sampai babak belur. Ternyata Tuhan masih sayang padanya. Ia diberi kemampuan untuk melihat yang tidak dapat dilihat oleh orang lain "


Nina semakin tegang,kaleng minuman di tangannya ia remas saking tegangnya.


"Kemampuan istimewanya banyak dipakai para pengusaha untuk mencari orang orang dengan klasifikasi khusus. Mata yang rangga rusak menjadi mata yang lain yang membuatnya seperti sekarang."


"Tuan ingat tadi waktu kita baru datang, kak Rangga sudah memukul Jhony sampai pingsan, tapi kenapa waktu bangun Jhony sepertinya tidak ingat apa apa".


"Penyiksaan Rangga pada Jhony sangat kejam, selain Penglihatannya berubah Jhony juga memiliki ingatan jangka pendek . Ia tidak bisa mengingat sesuatu yang terjadi terlalu cepat. Jadi setelah ia sadar biasanya ia tidak ingat apa yang membuatnya pingsan."


"Tuan , maaf kalau saya mencampuri urusan anda , kak Rangga dan Ibu Karin. Kenapa sepertinya Kak Rangga sangat mengkhawatirkan ibu Karin ? Kemarin waktu saya bilang Kak Rangga mencium ibu Karin anda tidak marah. Bukankah Ibu Karin istri anda?"


"Rangga mencintai Karin lebih dari apapun didunia ini". *aku tidak akan sanggup menandinginya.


Bersambung


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗

__ADS_1


Happy Reading .... 💖💖💖💖


__ADS_2