
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
"Sudah terlaksanan Tuan...!"
"Bagus... Ku pastikan anakmu akan dapat tempat yang nyaman nantinya di perusahaan..."
"Maaf tuan perkiraan saya meleset, tubuh ringkih itu masih bisa bertahan". Bagaimana bisa ia menahan serangan pisau besar itu dengan tangan kecil nya.
"Segera perbaiki kesalahan mu, ingat posisi untuk anak mu di perusahaan jadi taruhannya".
"Ba...baaik tuan!" Besok Karin Sulaiman sudah tinggal nama.
______________________1St___________________
Tubuh ini lebih berat, Rangga perlu usaha ekstra untuk menggendong nya kekamarnya di lantai atas.
Karin sudah menghabiskan berbotol botol anggur, sampai ia tertidur di lantai Rangga hanya diam memperhatikannya.
Lengan itu memeluk lehernya. " Kau tidak ingin bertanya apapun padaku" Kadang suara itu terdengar asing di telinga Rangga . Tapi sentuhannya tetap sama .
"Tidurlah ratu ku". Rangga berbisik di telinganya.
"Aku ingin menjawab pertanyaan mu sekarang, bertanyalah Rangga semua akan ku jawab. Bertanyalah!"
"Tidur lah Karin". Suara itu begitu dingin sekarang.
Karin membuka matanya. Ia sudah berada di kamarnya. Tidak ada yang berubah dari kamarnya, tapi ia benci mendapati kamar ini pernah di huni oleh orang lain. Walaupun oleh tubuhnya sendiri.
"Rangga aku ingin tidur di kamar mu."
Tanpa kata Rangga kembali menggendongnya ke lantai bawah menuju kamarnya.
"Aku merindukan kamar ini. Sudah sangat lama rasanya" Ia berbaring menantikan Rangga.
Rangga berbalik, "Tidurlah".
Dengan sigap ia meraih Rangga. Rangga begitu kaget, sampai ia terguling keranjang. Tubuh Karin menimpa tubuhnya.
"Aku kuat Rangga. Di tubuh ini aku kuat" Karin duduk di atas tubuhnya. Aku hampir tidak menyadari ia bergerak tadi, dan sekarang... Rangga mencoba bergerak...
__ADS_1
Tubuh ini memang kuat...
"Bertanya ... Bertanya ... Bertanya lah apapun padaku" Karin histeris. Ia mulai memukul dirinya sendiri, mencakar dirinya sendiri. Sedikit demi sedikit terlihat lebab di wajahnya.
Rangga menangkap tangannya, tapi Karin masih berontak.
"Hentikan Karin". Teriak Rangga.
Karin masih memukul mukul seluruh bagian tubuhnya. Ini baru untuk Rangga, kenapa Karin bertindak seperti ini. Ini aneh terlalu aneh.
"HENTIKAN KARIN" Rangga memeluknya. Menerima semua pukulan yang ia layang kan ke tubuh nya. Rangga menerima semua untuk nya.
Karin mendorong Rangga untuk melepaskannya, tapi Rangga bersikeras memeluk dan melindungi dirinya.
"Aarrrgghhhh. Bertanya sekarang Rangga. Tanya padaku apapun yang ingin kau ketahui".
"Aku sudah berjanji padamu Karin , aku akan mencintai mu tanpa bertanya apapun." Rangga melekatkan dahi nya di dahi Karin. Ia Ingin Karin memahami nya, mengerti isi pikirannya.
"Rangga tolong bertanya padaku sekarang. Bertanya lah kenapa aku membenci Russell Dan. Kenapa aku berhasil mendapatkan project selatan 13 tahun lalu. Kenapa aku menikahi Alfa bukan dirimu. Kenapa aku membenci Karen . Kenapa kenapa kenapa.."
"Kumohon Rangga " Air mata mengalir dari manik hitam itu.
"Ceritakan padaku... Ceritakan semua nya" Rangga mengelus kedua pipi itu. Ia mencintai sejak pertama ia bertemu dengannya. Ia mencintai Karin lebih dari nyawanya. Ia akan bersamanya sampai akhir nafasnya.
"Rangga Karen bukan putri Alfa . Karen adalah anak Russell Dan. 13 tahun lalu aku menyerahkan diriku pada Russell demi Project Selatan. Karen adalah anaknya. "
Rangga mengangguk. "Teruskan ...."
"Aku tidak tau kenapa Alfa begitu mencintai Karen. Mungkin Alfa mengira Karen adalah anakmu..."
Tidak Karin, kami sudah tau Russell Dan adalah ayah Karen sejak lama.
"Setiap kali aku melihat Karen aku begitu membencinya, Aku selalu melihat bayangan baji*** itu dalam dirinya."
"Alfa tidak pernah menyentuh ku Rangga , Hanya kau Jendral. Hanya kau yang memiliki diriku."
"Lalu kenapa kau menikahi Alfa Karin? Kenapa bukan diriku?" Suara Rangga kering penuh emosi. Semua hal telah ia dan Alfa selidiki. Dan ketahui kebenarannya . Tapi sebab pernikahan mereka , kenapa semua itu terjadi.
"Ayah.." Sulaiman ingin Rangga dan Alfa menjaga 2 hal yang paling ia cintai dalam hidupnya. Untuk menepatkan Alfa dalam perusahaan ia harus menikahi Karin putrinya.
__ADS_1
Untuk menjaga Karin dengan segenap jiwanya ia menyerahkan semua pada Rangga. Putrinya sangat berharga baginya tidak dapat ia tukar dengan apapun. Rangga dan Alfa adalah anak anak yang di ambil Sulaiman dari jalanan untuk dilatih dan di bimbing sesuai kebutuhan nya kelak.
Dan inilah mereka , Rangga untuk melindungi Karin . Alfa untuk melindungi perusahaan, sejak lama Sulaiman tahu, Karin tidak akan bisa terus berada di perusahaan. Karin terlalu rapuh untuk itu.
Rangga memeluknya erat, "Aku akan selalu bersamamu Ratu ku. Apapun yang terjadi."
Rangga menempelkan bibirnya, bibir itu di sambut hangat oleh Karin. Kecupan demi kecupan berubah menjadi ciuman dalam.
Dengan hangat Rangga memeluk tubuh itu, membawanya ke dalam tubuhnya. Menyusuri leher jenjangnya, menuruni sela sela kenikmatan nya.
Desahan demi desahan menyatu bersama riak kolam renang yang di kecupi air hujan. Kamar itu menjadi saksi percintaan mereka sampai akhirnya kedua insan itu mencapai puncaknya dan terlelap bersama dalam pelukan satu sama lain.
"Tidurlah..."
Nina menggeleng, "Saya masih ingin melihat anda lebih lama tuan"Alfa mengecup keningnya.
"Besok dan hari hari setelah esok kau akan melihatku" Aku janji.
Nina mengangguk, ia mengapit lengan Alfa di pelukannya . Alfa tersenyum, Tidurlah Nina ku. Malam ini akan jadi malam yang panjang.
Alfa merebahkan kepala nya di samping Nina . Nafasnya mulai teratur.
Seseorang mengamati semua dari luar, CCTV sudah di matikan sejak 5 menit yang lalu. Ia harus segera melakukannya, waktunya terbatas.
Karin harus mati malam ini.
Perlahan ia membuka pintu ruang rawat inap. Kesalahan para orang kaya adalah merasa dirinya spesial, padahal apabila mereka di rawat di ruangan bersama pasien lain itu tentu lebih aman.
Di dalam kantung nya sudah siap injeksi yang berisi obat yang akan menyebabkan menyempitnya pembuluh darah pada jantung. walaupun nanti Karin Sulaiman akan di otopsi hasil otopsi nya nanti adalah serangan jantung.
Dari balik masker medis ia tersenyum. Ia sudah menawarkan minuman yang mengandung obat bius pada Alfa, dan ia melihatnya sendiri Alfa meminumnya. Alfa memang tidak seteliti Rangga, sangat mudah menaklukannya.
Ia tidak akan gagal lagi seperti waktu lalu. Ia sudah memberikan obat penenang berdosis besar pada Karin. Tapi ternyata Karin masih hidup, walaupun yang hidup di tubuhnya bukan dirinya melainkan jiwa seorang mahasiswi bernama Rania Nina.
Kali ini ia tidak boleh gagal. Ia melewati Alfa yang tertidur dengan leluasa ia mendekati tubuh Karin. Ia tidak peduli ini Karin atau Nina , setidaknya tubuh ini harus mati. Dan mereka berdua akan mati. Ia menyuntikan cairan itu ke infus Karin . Sebentar lagi Karin akan menggelepar dan mati. Anaknya akan mendapatkan kedudukan Karin di Sulaiman Enterprise seperti janji orang itu.
Bersambung
Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗
__ADS_1