
mohon vote , like, dan rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
Harum aroma shampo maskulin memenuhi ruangan, Alfa keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Ia hanya mengenakan sehelai handuk untuk menutupi inti tubuhnya. Nina refleks menelan Saliva nya melihat dada bidang Alfa terekspose, ada sedikit rambut di sekitar dadanya, Alfa berjalan kearah dirinya, Nina tidak sanggup berkata apa apa lagi.
Alfa melewati Nina,menutup pintu di belakangnya.
Kaki Nina masih gemetar, ia membaui aroma tubuh Alfa. Wajah Alfa semakin dekat dengan wajahnya. Aroma mint menggoda seluruh Indra penciumannya, mata Nina terpejam perlahan.
"Anak kecil, sedang apa disitu, apa yang kau pikirkan". Suara Alfa terdengar jauh dari dirinya. Matanya terbuka, Alfa masih mengenakan handuk tapi sudah memakai kemeja nya.
Wajah Nina lebih panas dari saat di kamar tadi, ia ingin segera lari dan menutup wajahnya. Tapi bukan Rania Nina kalau hanya seperti itu.
Ia mengeraskan wajahnya, " tidak saya sedang tidak berpikiran macam macam."
"Kamu kira aku tidak tahu, semua tertulis jelas di wajah mu anak kecil. Aku ingin di cium Tuan Alfa." Nina ingin menjawab tapi Alfa memotongnya.
"Aku akan memakai celanaku, kau ingin menontonnya?" Nina sudah kalah telak. Ia mengangkat dagunya tinggi tinggi.
"Maaf tuan Alfa sepertinya saya berbica dengan orang yang salah, anda tidak pantas diajak berdiskusi" ia membuang mukanya.
Nina membuka pintu kamar Alfa, "tunggu gadis kecil". Nina berbalik cepat, pasti Alfa mengatakan ia hanya bercanda. Ia pasti tidak ingin aku tersinggung, dan minta maaf padaku.
Wajahnya cerah kembali, aku pasti langsung memaafkan tuan Alfa, " tutup pintunya, kalau ingin masuk kamar orang ketuk pintu dulu".
__ADS_1
Gggggggrrrrrrrrrrrrr .... Nina membanting pintu, Alfa sialan untung ganteng , ia ingin sekali mencakar wajah tampan itu.
Dengan kesal ia menuruni tangga melengkung. Kamar yang berada di depan piano penyok itu terbuka. Nina mengintip perlahan. Terlihat seseorang sedang melepas bajunya. Nampak tonjolan pada dada kekarnya. Tubuh Rangga seperti yang ada dalam mimpiku , gumam Nina .
Ahh bodo amat... Nina masuk melihat kamar Rangga ,ia baru tau ada kamar di bawah kamarnya. Pemilik kamar masih asik melepas pakaian nya.
"Udah sampe situ aja !" Nina mengalihkan tatapannya dari tubuh Rangga. Rangga menghentikan aktivitasnya .
"Eh Nina ada apa, " suara ramah Rangga emang selalu terdengar renyah di telinga. Kalo memang itu adalah Rangga yang ada dalam mimpiku, berarti perkataan Fitri benar. Rangga salah Jendral Kejam Sulaiman Enterprise.
"Ehmmm mau cerita pak,"Nina memandang berkeliling kamar ini lebih kecil dari kamarnya, tapi kamar ini di hiasi pemandangan kolam renang samping. Di pagi hari seperti ini air kolam memantulkan cahaya matahari, kamar Rangga menerima pantulannya. Kamar ini terasa seperti berkilauan. Nina takjub melihat nya.
"Masuk donk ngapain di depan pintu" Rangga mempersilahkannya duduk di kasur.
" Pak Rangga mau apa cuman pake boxer aja"
"Pak aku boleh berenang ga? Tapi ga mau pake bikini" Nina ragu, beberapa hari yang lalu ia tertangkap basah mau berenang , Alfa melarangnya.
"Boleh, silahkan aja, kamu mau pake baju apa aja renangnya boleh, tapi kalo boleh tau kenapa Nina ga mau pakai bikini " Rangga penasaran.
" Saya malu pak" ia merasa pipinya merona.
Rangga tertawa,"malu kenapa. Tubuh ibu Karin memang kecil, tapi terawat dan indah. Kenapa kamu malu?"
__ADS_1
"Ya malu aja, saya ga pernah pake bikini soalnya pak, di lemari ibu Karin cuman ada bikini yang bisa di pake renang". Nina bersungut sungut, selera ibu Karin kadang merepotkan baginya.
Rangga mengamatinya, Nina sekarang memakai kaos yang kemaren ia pesen online dengan izin Rangga, juga celana balon pendek juga atas izin Rangga. "Style anak ini memang berbeda dengan Karin ".
Rangga mengacak acak rambut Nina, "yuks berenang, sekalian cerita".
Nina menyambut ajakan itu dengan wajah cerah.
_____________________1st__________________
" gitu cerita nya kak" Rangga mengizinkan Nina memanggilnya kakak.
Rangga berfikir keras, ia mendengarkan cerita Nina dengan seksama , ia menekan tombol save di ponselnya untuk menyimpan rekaman cerita Nina .
Rangga mengerutkan kening, ia rasa mimpi Nina itu adalah kejadian nyata , tapi persisnya ia lupa. "Semua pasti ada di bank data, tenang aja aku save dulu cerita mu nanti kita konsultasikan bersama dengan Dokter Arka. Nanti aku akan memastikan ceritamu dengan data kami. Aku rasa kejadian itu memang pernah terjadi."
"apakah menurut kakak itu adalah emosi ibu Karin kak, yang sedang ia kasih lihat ke saya?"
"ada kemungkinan Nin, tapi kita ga bisa pastikan sekarang. Biar ahlinya yang observasi nanti."
"kak, terus habis kakak gendong ibu Karin sambil ciuman, terus kakak ngapain sama ibu Karin " Nina bertanya polos.
"hohoho penasaran ya. Anak kecil tidak boleh tau urusan orang dewasa," Rangga tergelak sambil mengacak acak rambut Karin yang basah.
__ADS_1
Sementara itu berjarak beberapa meter di atas mereka dari sebuah jendela Alfa melihat keakraban itu. Ada sedikit rasa cemburu di hatinya. Ia menjauhi jendela, tapi dalam pikirannya masih terpatri pemandangan tadi. Keakraban antara Rangga dengan Nina, Alfa tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan. tapi keduanya terlihat akrab, dulu seiring berjalannya waktu walaupun ia menikahi karin ia sering mendapati Karin keluar dari kamarnya dan tidur di kamar Rangga. Tak ada rasa cemburu , pilihan Alfa sudah ia tentukan Alfa akan melindungi Sulaiman Enterprise , seperti yang ia katakan pada Tuan Sulaiman.
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗