
mohon vote nya ya readers....💖💖💖
"Rangga mencintai Karin lebih dari apapun yang ada di dunia ini". Alfa merasa rapuh saat berbicara tentang Rangga dan Karin. Dan selalu begitu.
"Apa Anda tidak mencintai ibu Karin?" pertanyaan itu terlontar begitu saja. Ia menunggu jawabannya, Nina bukan sekedar penasaran dengan jawabannya. Ia ingin mendengarnya secara langsung dari mulut Alfa.
"Kami sudah menikah anak kecil" ia mengucek ngucek rambut Karin.
"aahhhh itu bukan jawaban Tuan" Nina merengek. degh degh nafas nya sesak. dadanya serasa dipukul.
Ia masih melihat wajah Alfa yang sedang tertawa berubah terkejut. Tangannya gemetar ingin meraih tangan Alfa. Alfa sigap menahan tubuhnya sebelum terjatuh. pemandangan terakhir yang Nina Lihat adalah Air Mancur putih di taman itu dan semua nya gelap.
Sayup sayup Nina mendengang suara suara. "Tambah kekuatannya , clear," tubuh Nina bergetar hebat. Dadanya semakin sakit. dengungan alat alat disekitarnya membuatnya semakin terjaga, ia melihat para tenaga medis berbaju putih.
"Apa anda bisa mendengar suara saya, nona Nina "
Nina pelan mengerjapkan matanya. ia ingin menjawab tapi ada sesuatu di mulutnya. Alat bantu pernapasan di mulutnya membuat ia tidak dapat berkat. Ia kembali mengerjapkan matanya berharap dapat melihat lebih jelas.
"Nona Nina , Nona Nina , pasien sudah sadar dok ,tapi masih belum stabil. Nona Nina."
"Cepat hubungi Dokter Arka".
Nina ingin membuka matanya lebih lama tapi terlalu berat. Ia akhirnya kembali merasa semuanya gelap.
"Karin, Karin.... " Nina mengerjapkan matanya. didepannya Dokter Arka dan Alfa sedang memandangnya cemas.
Ia segera duduk. Tapi kepalanya pusing, seseorang mendekapnya didadanya. Nina mengenal aroma itu. Wangi Woody and Musk, Wangi Khas tubuh Alfa Blake. Nina tidak keberatan didekap tubuh itu selamanya, ia rela pingsan selamanya asal mencium aroma itu .
"Bangun" suara serak dan dingin menamparnya.
Nina membuka matanya perlahan, benar. Alfa Blake memeluknya didadanya. Ia menepuk pelan pipi Nina.
"Hei gadis kecil, bangun bangun ". wajahnya berkerut karena kawatir. Nina kembali membuka matanya. Masih dalam dekapan Alfa ia bertanya dirinya ada dimana.
__ADS_1
"Kamu dirumah sakitku Nina. Alfa membawamu kesini ketika kamu pingsan tadi. Ada apa, apa ada yang sakit ?"
Alfa membantunya duduk. "Tidak Dok, saya baik. Tadi waktu ditaman tiba tiba dada saya sakit dok, lalu semuanya gelap."
"Nina lebih baik rawat inap dulu untuk sementara waktu. Sekalian kita akan melakukan beberapa test untuk tubuh mu dan tubuh Karin."
Nina hanya mengangguk pasrah. Tubuhnya terasa sangat lelah. Ia mengantuk dan sangat ingin tidur. Sebelum Dokter Arka dan Alfa beranjak Nina sudah jatuh tertidur.
___________________1st__________________
"Aku dapat laporan dari ruangan tempat Nina dirawat, dokter yang bertanggung jawab menginformasikan beberapa menit yang lalu Nina sempat sadar dari komanya."
"Apa dok, lalu apa yang terjadi sekarang. Apakah tubuh Nina sudah sadar. Biasakah kita mengajaknya berkomunikasi?"
Dokter Arka menggeleng. "Kesadaran nya datang secepat ia pergi. Tubuh itu sadar sebentar setelah mengalami serangan jantung".
dari data yang mereka dapat dokter Arka menyimpulkan Nina adalah gadis yang sehat. Atletis karena rajin berolahraga.
Tidak ada riwayat penyakit jantung yang Nina alami. kenapa ia bisa mendapat serangan jantung. Dan ini yang pertama apabila yang kedua atau yang ketiga terjadi apakah tubuh Nina bisa menerimanya?
Awan hitam menggantung di wajah Rangga. Sang sekertaris Rangga tampak sangat tertekan. Ia kawatir apa yang harus ia lakukan apabila jiwa Karin tidak kembali ke tubuhnya. Apa yang bisa ia lakukan tanpa Karin. Selama 18 tahun ia hidup, setelah dipungut Tuan Sulaiman dari jalanan Hidupnya hanya untuk Karin.
Resah Rangga meremas rambut nya. Sekertaris Rangga yang ramah, yang kejam, yang tidak takut apapun sekarang terlihat sangat sengsara sekarang.
Alfa dan Dokter Arka prihatin melihat Rangga terpojok disudut ruangan dengan perasaan kehilangan yang mendalam. Sedikit terobati mendengan Jhony Gold melihat sedikit celah aura Karin didalam tubuhnya.
"Besok akan kita mulai hypnotherapy untuk Nina yang berada di tubuh Karin. Apakah Nina bisa mengakses memori Karin. Kita sudah tau walaupun di tubuh Karin Nina tetap bisa mengingat dirinya sebagai Nina. Apabila bisa, kita akan coba berkomunikasi dengan Karin. Walaupun kemungkinan nya kecil."
"Mimpi yang diceritakan Nina kepadamu kemarin adalah memori Karin." Dari sudut ruangan Rangga bergerak mendekat.
"Benarkah???" Dokter Arka takjub.
Rangga mengangguk. "Persisnya kapan orang orang ku sedang mencarinya,tapi kejadian itu memang nyata. Kasus sabotase nya pun aku masih ingat. Semuanya memang nyata."
__ADS_1
"Ciumannya juga ?" Pertanyaan Alfa memancing mendung kembali.
Alfa menepuk pundak Rangga, "Kita akan melakukan semua yang kita bisa untuk mengembalikan Karin ke tubuh nya."
Rangga hanya mengangguk kecil.
Alfa keluar ruangan ia tidak tahan melihat Rangga seperti itu. Dirinyapun sangat merindukan Karin. Tapi benarka dirinya merindukan Karin. Istri yang tidak pernah ia sentuh.
_______________1st________________
Masih segar dalam ingatan Alfa 12 tahun yang lalu diSulaiman Building Ahmad Sulaiman bertanya "Alfa aku ingin kamu membantu ku menjaga 2 hal yang paling berharga dalam hidupku"
Alfa Blake muda mengangguk.
"Aku minta kau memilih dari 2 hal yang berharga dalam hidupku. Kamu memilih Karin atau Sulaiman Enterprise?"
"Kepada siapa saja anda meminta bantuan Tuan?"
"Aku meminta kepada 2 Orang kepercayaan ku. Yaitu kau dan Rangga. Apa yang akan kau pilih Alfa , Karin atau Sulaiman Enterprise?"
"Saya memilih Sulaiman Enterprise Tuan, dan bolehkah saya bertanya apa pilihan Rangga?"
"Kau tentu sudah tau jawabannya Alfa."
"Rangga memilih Nona Karin?"
Ahmad Sulaiman mengangguk.
Di lobby rumah sakit Alfa duduk di sebuah kursi.
Ia menghela nafas berat, ia kembali memandang telapak tangannya. Ia masih ingat dengan detail waktu kulit nya menyentuh pipi Karin untuk pertama kalinya selama hidupnya kemarin. Mengelus rambutnya.
Mencium bibirnya, tapi itu bukan Karin nalurinya tau itu. Itu adalah Nina gadis kecil yang tiba tiba hadir dalam hidupnya. Apa ia menyukai gadis itu berada di tubuh Karin.
__ADS_1
Bersambung
Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗