Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
mimpi buruk


__ADS_3

Masih belum ada tanda-tanda Karin turun dari tangga. Pada jam 7 biasanya Karin sudah berada di meja makan. Tapi hari ini sepertinya Karin terlambat.


Alfa masuk ke kamar Karin. Kamar Karin tidak memiliki kunci sejak kejadian itu.


Kamar itu nampak berantakan kertas-kertas berhamburan di mana-mana. pandangan Alfa tertuju di lantai kamar seseorang bergelung dengan selimut masih tertidur dengan nyenyaknya suara hembusan nafasnya teratur.


Alfa menggoyangkan tubuh Karin pelan


"Karin bangun "


"Aku bukan Karin aku Nina "


Apa iya hanya mengigau pikir Alfa siapa atau......


Sekali lagi ia menggoyangkan tubuh Karin "Karin bangun "


"Karin bangun " suara Alfa sedikit lebih keras. Gundukan selimut itu masih bergeming,


Alfa menarik selimutnya akhirnya Karin membuka matanya. "Apa maumu" seru Karin marah.


"Bangun Apa kamu tidak ke kantor, kita tidak bisa melewatkan briefing pagi ini, Rangga mengatakan team mu akan ada meeting dengan beberapa out sourcing pagi ini."


Karin mendesah "ini harusnya ku katakan padamu sejak kemarin ,sebenarnya aku bukan Karin."


"Aku Riana Nina aku seorang mahasiswi berusia 20 tahun,terdaftar di universitas x aku masuk sebagai mahasiswa penerima beasiswa aku adalah yatim piatu sejak kecil. Aku bukan anak yang pintar masuk universitas pun aku lewat jalur beasiswa olahraga. Kemarin pagi tiba-tiba aku terbangun di kamar ini kau menyebutku sebagai Karin."


"Aaku bingung harus apa ,kemarin aku mencoba mencari tahu sendiri apa yang sedang terjadi , tapi aku masih belum bisa menemukan apa pun. kenapa aku bisa di sini Kenapa aku bisa ada di dalam tubuh ibu Karin"


"Aku ingat malam sebelum nya aku sedang belajar untuk presentasi besok paginya.kepala ku hampir pecah saat itu, kemudian mungkin aku tertidur."


"Aku sendiri bingung ,aku sendiri tidak tahu harus apa, menjadi Karin ??? Tapi aku tidak bisa menjadi dia, aku sudah menonton beberapa video dan mencari beberapa hal tentang seorang Karin blake aku bukan dia dan aku tidak akan pernah bisa menjadi dia"


"sekarang sudah jujur padamu tapi aku mohon bisakah kau tidak memasukkan ke rumah sakit jiwa. aku tahu semua ini terdengar gila tapi ini bukan sebuah kegilaan ini pengakuan jujur ku kok bisa cek alamatku tempat kuliah ku panti asuhan tempat aku dulu menghabiskan masa kecil aku tidak gila tolong tuan Alfa ."


Alfa memandangnya , Karin tidak bisa menilai ekspresi Alfa, apanya diam setelah kalian selesai bicara cara menelpon seseorang tiba-tiba beberapa orang masuk secara paksa ke dalam kamar Karin orang-orang itu memegang tangan dan kakinya


"Apa apa yang sedang kalian lakukan lepaskan aku lepaskan aku"

__ADS_1


Alfa tertawa lepas "tempatmu adalah rumah sakit jiwa Karin"


"Lepaskan aku Tuan Alfa aku mohon lepaskan aku""


Alfa masih tertawa" Karin"


"Tidak tidak tolong jangan bawa aku tidak tidak aku mohon tidak"


______1st_______


"Karin"


" Karin"


" Karin"


Alfa memanggilnya berkali-kali sepertinya ia sedang mimpi buruk. Alfa duduk di tepi tempat tidur Karin Karin Alfa mengguncang-guncang pelan tubuh Karin


Tubuh Karin basah bersimbah peluh, pelan Alfa menghapus keringat Karin dengan sapu tangannya.


"Karin bangunlah ,"Alfa menepuk pelan pipi nina .


Wajah pucat kecil itu dipenuhi air mata Nina memeluk Alfa erat "aku mohon Alfa aku mohon jangan bawa aku ke rumah sakit jiwa aku mohon Alfa"


"Karin tenang ini hanya mimpi buruk"


Alfa menepuk-nepuk punggung Nina wangi-wangi rambutnya menggelitik hidung Alfa, belum pernah Alfa sedekat ini ini dengan istrinya apalagi sampai memeluknya.. perlahan Alfa mengelus-elus rambutnya "Kenapa rambut ini begitu lembut " pikir Alfa


Tangan kecil Karin merengkuh Alfa semakin dalam. pelan Alfa mendaratkan kecupan kecil di kepala Nina " sudah sudah itu hanya mimpi buruk aku disini".


Tapi kenapa itu terasa nyata "aku takut aku takut Alfa"


"Aku di sini jangan takut"


Nina sadar orang yang dipeluknya sekarang adalah Alfa, Nina melepaskan pelukannya dan meminta maaf" Alfa aku tadi mimpi buruk aku sangat terbawa emosi".


Alfa menyentuh pipi Nina "semuanya baik-baik saja sekarang"

__ADS_1


Nina Mencoba tersenyum sambil menghapus air matanya. Alfa ikut menghapus air mata itu. tapi sepertinya air mata terus mengalir di pipi kecil itu,


Lagi lagi Alfa memandang Nina, istri yang selama 13 tahun hanya bisa Iya lihat tak pernah di sentuhnya.


mata kecil itu masih berair tangan Alfa membantu Nina meredakan airmatanya. pandangan matanya dan Alfa bertemu. lembut hembusan nafas Alfa menampar pipinya, menyeret kesadaran nya. Nina melihat Karin di mata Alfa, tiba-tiba Nina merasa kan dorongan yang amat sangat untuk menempelkan bibirnya ke bibir Alfa.


Hatinya bergetar hembusan nafas Alfa semakin menggoda kulitnya.


"hmmmmuuppp"


Alfa lebih dulu menciumnya. Nina memejamkan matanya,ciuman itu bermula sangat lembut, Nina merasakan manis nya bibir Alfa di bibirnya. ia bisa merasakan hangatnya nafas Alfa, bibir tidak hanya menempel dengan bibir, lidah Alfa mulai menyusup lebih dalam, mereguk hangatnya ciuman Nina .


Nina menerimanya Alfa memagut nya lebih dalam tangannya yang tadi hanya diam sekarang sudah menjelajah punggung Nina.


Ciuman Alfa bergerak ke ke leher Nina tangan Nina meremas rambut Alfa ada gelitikan kecil di bagian bawah tubuhnya yang belum pernah ia rasakan. Alfa kembali membawa bibirnya ke bibir Nina, ********** nya memagut, semakin dalam semakin liar, tangan Alfa berpindah dari punggung Nina ke area bok*Ng.


Tiba-tiba pintu diketuk cukup keras.


Alfa melepaskan tubuh Nina, Nina masih shock , Alfa merapikan baju tidur Nina yang sudah terbuka di sana sini. Alfa melihat wajah pucat Karin memerah. Alfa kembali memberi kecupan kilat di bibir Nina . membuat Nina tersadar.


Alfa membuka pintu ternyata yang masuk adalah Rangga.


Wajah Rangga tak terbaca "ibu Karin saya mau mengatur ulang jadwal meeting dengan outsourcing di jam 2 setelah makan siang, apakah ibu Karin sedang tidak enak badan. "


Nina masih belum fokus Ia hanya mengangguk.


"Rangga kalau tidak keberatan biarkan ibu Karin,beristirahat untuk hari ini," kata Alfa


Rangga memandang berkeliling ia melihat kertas kertas kerja berhamburan


Saya akan kirimkan orang untuk membersihkan kamar anda anda bisa beristirahat di di ruangan kerja anda.


Nina hanya mengangguk masih belum sepenuhnya sadar dari ciuman Alfa.


Setelah Rangga keluar Nina masih tidak berani memandang Alfa. Tapi dari sudut matanya Nina tahu Alfa sedang memandangnya.


Alfa mendekat ia menyentuh dahi Nina dengan punggung tangannya." Kamu sedang kurang sehat beristirahatlah aku sendiri akan membersihkan ruangan ini jadi kamu tidak akan merasa terganggu."

__ADS_1


Nina sudah mendapatkan suaranya kembali "tidak-tidak apa aku yang akan membersihkannya nya tolong beri aku waktu sebentar "masih tidak memandang Alfa.


Alfa tersenyum, sebernanya ia masih ingin berada di kamar ini, tapi akhirnya ia melangkahkan kakinya keluar.


__ADS_2