Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Menangis Tanpa Air Mata


__ADS_3

mohon vote nya ya readers....💖💖💖


Lantai 7 rumah sakit milik dokter Arka memang biasanya di fungsikan sebagai tempat meeting,tapi dalam beberapa hari ini lantai 7 sudah di sulap menjadi tempat menginap sementara untuk Rangga dan Alfa .


Para perawat sebagian merasa terganggu dengan orang orang berbaju hitam yang memperketat penjagaan mereka. Sebagian lagi merasa terganggu karena sekelompok mahasiswa yang bawa bawa spanduk protes karena tidak di perbolehkan bertemu teman mereka.


Sedangkan Alfa merasa terganggu kalo hari ini harus bertemu Nina. Bayangan wajah polos yang menciumnya tadi malam masih menari nari di pikirannya. Kok bisa Nina bilang ia mencium Alfa karena dorongan tubuh Karin.


Apa Alfa harus menjelaskan apa yang terjadi pada ia dan Karin sebenarnya. Terus bagaimana respon Nina kalau ia mengatakan Karin tidak pernah menyukai Alfa sedikitpun. Kalau sebenarnya Nina sendiri yang ingin mencium dirinya.


Wajah polos itu, tersenyum bangga setelah mencium Alfa. Arrrggghg kenapa semuanya mendadak rumit seperti ini. Kenapa hal ini seperti bisa terjadi, Anak itu baru 20 tahun dan Alfa .


"Ya ampun sepertinya aku memang harus berkonsultasi dengan dokter Arka" Alfa Blake memijat minat kepalanya.


Terdengar ketukan di luar pintu, Sekertaris Zian berdiri di depan pintu.


Wajah Alfa kembali normal.


"Apa yang sedang mereka cari?"


"Sebelumnya tuan, ini ada hubungannya dengan Jhony Gold. Kemarin Jhony menghubungi Tuan Rangga. Ada suatu legenda di negeri yang jauh tentang jiwa yang tersesat. Jiwa jiwa itu terpisah dari tubuhnya, ia bisa kembali apabila ada yang membimbing nya. orang itu di sebut "Shaman". Tuan Rangga sedang berusaha mencari Shaman untuk mengembalikan lagi Nina dan Ibu Karin".


"Permasalahannya adalah terletak pada ritualnya, resiko apa bila proses pemisahan itu gagal adalah kematian."


Tubuh yang membusuk setelah di tinggalkan jiwanya. Itu yang di bicarakan Rangga di lorong rumah sakit dengan Dokter Arka kemarin.


Alfa menimbang nimbang, ia harus bicara pada Tuan Sulaiman akan hal ini. Ia takut Rangga akan melakukan sesuatu yang berbahaya, termasuk mengorbankan seseorang.


______________________1st___________________


Nina membuka matanya, taman bermain ini sangat luas. Ia melangkah menuju ke sosok itu, anak itu sedang memunggunginya. Anak kecil dengan rambut kepang itu asik bermain ayunan sendirian di taman itu.

__ADS_1


Ia mendekati ayunan, Gadis kecil itu tersenyum padanya. Ia enggan membalasnya, ia ingin tersenyum tapi bibirnya entah kenapa susah sekali di tekuk.


Ia mendorong ayunan kuat kuat, anak itu terlihat sangat senang. Ia kagum melihat gadis pemberani itu, semakin tinggi ia berayun semakin lebar anak itu tertawa. Nina mendorong ayunan itu lebih keras lagi.


Gadis kecil berkepang itu berayun semakin tinggi. Tiba tiba saja pegangannya terlepas dari ayunan. Gadis kecil itu pun melayang di udara sejenak. Sebelum akhirnya jatuh di tanah berpasir.


Gadis berkepang itu menangis, ia berdiri ingin membantu, tapi kakinya terasa sangat berat. Ia mencoba menyeret kakinya mendekat ke Gadis berkepang itu.


Tap tap tap.... Suara langkah tergesa terdengar di belakangnya, Nina menoleh. Ibu dari anak tadi berlari menghampiri , mengangkat gadis kepang yang terjatuh. Saat melewati dirinya si ibu berkata padanya.


"Kamu apakan putriku, jangan suka mencelakakan orang lain kamu anak yang jahat. Dasar anak aneh." Ibu itu berjalan melewatinya tanpa menoleh.


Nina merasa ingin menangis, tapi air matanya tidak bisa keluar. Tapi hatinya sangat sakit , sakit sekali. Ia merasa perasaannya sangat terluka, terlebih lagi ia tidak bisa menangisi hatinya yang sakit.


Kesakitan itu membuatnya terbangun.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 9, Nina hanya bergelung dengan selimutnya. Hari ini ia akan melakukan sesi hypnotherapy pertamanya.


Rangga masuk dan melihat Nina masih menutupi tubuhnya dengan selimut. Pelan ia mengetuk kepala Nina .


"Gadis kecil, kau masih tidur" Suara hangat Rangga menyapa Indra pendengaran Nina. Tapi ia masih ingin berada di selimutnya.


"Gadis kecil, kau ingin melihat sesuatu?"


Nina membuka gulungan selimutnya sedikit, hanya menyisakan matanya terlihat sedikit dari balik selimut.


Rangga sudah rapi dengan setelan jas Navy nya. Rangga memberikan tangannya, energi Rangga memang selalu menjadi bahan bakar untuk tubuh Ibu Karin pikir Nina .


Nina meletakan tangannya, Rangga mengajaknya ke balkon kamarnya, kamar di lantai 5 itu menghadap ke taman samping rumah sakit tempat air mancur bola dimana tadi malam ia mencium Alfa .


Pipi Nina merona, rona itu tidak lepas dari perhatian Rangga. Nina melihat sesuatu yang berbeda di taman itu, taman yanhlg di hiasi kursi dan rerumputan hijau tiba tiba berubah. Puluhan spanduk terpasang dikursi dan di taman bertuliskan.

__ADS_1


KAMI INGIN RANIA NINA


KAMI MERINDUKAN SI KACUNG


NINANINO CATOKIN RAMBUT EIKE DONK


CUNG AWAS KAU, KALO TERLAMBAT LATIHAN


CUNG KANGEN KETAWAMU


NIN, BANTUIN BIKININ TUGAS GUE LAGI DONG


Dan banyak lagi spanduk yang tak luput dari perhatiannya.


"Itu semua dari temen temen kamu."


"Joko ada kak Rangga , Kakak ketemu sama mahluk tinggi item besar ga kak, mukanya kayak genduruwo tapi suaranya kayak anak TK. Ada ga Kak?"


"Ada, " Rangga mengangguk.


"Tapi kak Rangga mesti bilang apa, ga mungkin kan kakak kasih kamu ketemu mereka dalam keadaan gini. Mereka ga bakalan percaya kalo tubuh kecil ini adalah Si kacung." Rangga mengelus kepala Nina pelan.


Nina terlihat berpikir, "Ayuk kak kita mulai sesi Hypnotherapy nya. Aku sudah ga sabar pengen maen sama temen temen ku lagi". Matanya berbinar.


Rangga hanya tertawa. Ia mengajak Nina ke Ruang Konseling Dokter Arka yang pernah mereka kunjungi terdahulu.


Kali ini Nina berjalan mendahului Rangga dengan penuh semangat ia akan memulai usahanya untuk kembali ke tubuhnya lagi.


Dibalik kaca dua arah Karin melihat tubuh nya berjalan memasuki ruangan konseling Dokter Arka. Wajah itu tersenyum seperti tak ada beban. Ia sudah mempelajari profil anak itu, tidak ada yang istimewa. Tapi kenapa ia bisa berada di dalam tubuh Karin, dan kenapa Karin bisa berada di tubuhnya sekarang???


Bersambung

__ADS_1


Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗


__ADS_2