
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
Karin menghiasi leher Rangga dengan kiss Mark...
"Mine" Ia menyentil hidung Rangga .
Rangga tertawa, mood Karin Sulaiman sudah membaik. Karin duduk di sofa ruang kontrol ,masih merapikan bajunya. Rangga berjongkok di hadapannya.
"Karin, dengarkan". Karin berhenti dari aktivitasnya.
"Aku tau semua ini pasti terasa aneh, aku paham perasaanmu saat aku menyentuh tubuh ini." ia mengelus pipi Karin.
"Tubuh ini bukan milikku Rangga, aku merasa asing disini. Dan mimpi mimpi aneh yang menggangguku."
"Mimpi? " Dahi Rangga berkerut. Apakah...
"Lorong itu begitu panjang Rangga, setiap aku sampai di ujungnya. Selalu ada seseorang yang menunggu ku. Selalu perempuan itu, dan dirinya selalu menangis. Hatiku selalu sakit melihatnya". Wajah Nina terlihat di naungi mendung, baru kali ini Karin bercerita tentang mimpinya.
"Karin,kau bilang selalu?"
Karin mengangguk, mimpinya hanya satu. Mimpi itu selalu berulang .
" Sejak aku terbangun di tubuh ini, mimpiku selalu sama tiap malam. Apakah anak itu cuma punya satu mimpi?" ia bertanya pada Rangga .
__ADS_1
Rangga sama bingung nya. Ini hal baru, kalau Nina bermimpi tentang memori memori Karin, kenapa Karin hanya bermimpi satu jenis mimpi? Apakah itu memori Nina?
"Jangan coba lakukan apapun Rangga, aku benci kau berada di sampingnya". Karin memecah lamunan Rangga. Ia tersenyum Ratunya yang dingin sedang cemburu pada Nina.
"Perlu kau ingat Ratu ku. Kesetiaan ku hanya untuk mu, Aku akan mencari cara mengembalikan tubuhmu secepatnya. Apapun akan ku lakukan, aku berjanji" Ia mengecup puncak kepala Karin.
Karin mengangguk, ia percaya pada jendralnya. Tapi Karin sangat membenci apa yang di lihatnya tadi. Berani beraninya anak itu menggoda suaminya, ia harus merasakan akibatnya.
_____________________1st______________________
"Ayah surprise..." Wajah itu mengagetkan Alfa. Tapi kemudian tubuh kecil yang memeluknya menguapkan segala lelahnya. Alfa membalas pelukan Putri kecilnya dengan penuh sayang.
"Sama siapa kesini?" Alfa membelai punggung putrinya.
"Sekertaris Zian". Karen melepas pelukannya.
"Libur Ayah, sekalian ..."
"Happy birthday to you.... Happy birthday to you... Happy birthday ... Happy Birthday... Happy birthday to you... " Tubuh kecil Karin muncul dari balik pintu. Dengan wajah merona ia membawakan sebuah Cake coklat berhiaskan lilin.
Sekertaris Zian menarik beberapa konfeti sekaligus... "Yee... " Karen sangat bersemangat. Ia sudah sangat menantikan hari ini. Sejak hari di mana Karin pingsan di sekolahnya, Karen melihat ada yang berbeda dari Ayah dan Mama nya.
Sedari Karen kecil ia tidak pernah merasa Mama menginginkan dirinya. Tapi setelah beberapa jauh darinya,tahun sepertinya telah mengubah Mamanya. Pandangan Ayah kepada Mama pun sepertinya berbeda. Karen dapat merasakannya hari itu.
__ADS_1
Dari sekertaris Zian Karen menerima beberapa foto foto mengejutkan, Mamanya seperti benar benar "Baru". Foto terbaru yang dikirimkan sekertaris Zian padanya menunjukan kemesraan kedua orangtuanya. Berlinang air mata Karen menerima foto itu, saat ia akan bisa kembali kerumah pasti sudah dekat.
Karen menjemput mamanya kerumah sakit, beberapa hari sebelumnya dengan takut takut ia menelpon Karin , menceritakan rencana nya. Diluar dugaannya Karin menyambut hangat pesta kejutan itu. Dan di sinilah mereka Di kantor Alfa di Sulaiman Building.
"Ayah cepetan tiup lilinnya donk".
"eehhh bentar sayang, Ayah suruh Make a wish dulu" Nina mengingatkan Karen.
Karen mengangguk antusias,"Ayah make a wish dulu "
Alfa tersenyum, didepannya putri kecilnya sangat bersemangat memberikannya kejutan di hari ulang tahun nya. Di sebelah putri nya, seorang gadis muda yang berada dalam tubuh istrinya yang dingin entah kenapa telah membuatnya merasakan cinta kepada seorang wanita.
Aku ingin bisa terus bersama Putriku dan Riana Nina selamanya.
Alfa meniup lilin nya. berharap harapannya menjadi kenyataan.
Mereka semua bertepuk tangan, sekertaris Zian mengambil foto menggunakan ponsel Karen. Sekertaris Zian tersenyum melihat keluarga itu dalam bingkai ponsel.
"Saya harap anda bahagia pak." Doanya dalam hati.
Hanya dalam beberapa detik cuplikan pesta kecil itu sudah sampai ke tangan Karin. Anak sialan itu terlihat senang sekali, Alfa suaminya juga. Karen putrinya yang merencanakan semua itu, Karin tertawa dalam hati.
"Jangan harap kau bisa pulang kerumah Karen, kau selamanya tetap akan jadi anak yang akan jauh dari keluargamu. Kau harus menanggung akibat perbuatan Ayah mu ".
__ADS_1
Bersambung
Mohon tinggalkan komen readers, komen kalian sangat berarti buat aku.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗