Fountain- Satu Hati Dua Jiwa

Fountain- Satu Hati Dua Jiwa
Bersiap lah Nina


__ADS_3

Mohon vote nya readers...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Langkahnya mantaap.


Pria berbaju hitam membukakan pintu untuknya, sepulang dari "bermain" tadi baru dirinya menyadari pria berbaju hitam ternyata tersebar luas di sekitar halaman dan di berjaga di depan pagar rumah tersebut.


Biasanya saat berangkat pagi ke kantor ia tidak pernah sedikitpun melihat pria berbaju hitam di sekitar rumah ibu Karin . Apa biasanya mereka memang tidak ada , atau mereka baru menampakan diri hari ini.


ah bodo amat bukan itu yang penting sekarang aku harus mengkawatirkan leherku.


Nina refleks memegang lehernya.


Heran seperti bukan rumah yang sebelumnya ya tinggali sekarang yang di ruang tengah sofa sofa empuk mendominasi. di dinding ruangan juga tergantung lukisan, patung putih berbagai rupa menghiasi beberapa sudut rumah. bahkan ada beberapa pelayan yang sedang sibuk berlalu lalang, membawa pot pot kecil tanaman dan menatanya di ruang tengah membuat piano butut itu kurang kesan seram nya.


Rangga dan Alfa sibuk menatap laptop masing-masing.


Nina mendekat ragu "aku sudah kembali dan aku minta maaf" bisiknya hampir tak terdengar sama sekali.


Alfa dan Rangga sama-sama menutup laptopnya. Idih janjian an


"Duduk ada yang ingin bicara denganmu" dingin suara Rangga membuat bulu kuduk Nina meremang.


masih menunduk Nina duduk di sofa ia memilin-milin tangannya. sepertinya ia terinspirasi kelakuan Fitri ketika sedang gugup. dan Sekarang giliran nina yang keringat dingin.


Seseorang turun dari tangga melengkung sambil menunduk Nina menatap orang itu curi-curi pandang ternyata Ahmad Sulaiman yang turun. Semakin tuan Sulaiman mendekat semakin dalam Nina menunduk, sekarang ia merasa tuan Sulaiman sudah berada dihadapannya.


Ahmad Sulaiman mengayunkan tangan nya. Nina menutup matanya bersiap menerima pukulan. 2 detik 3 detik 5 detik 10 detik akhirnya tangan itu menyentuh puncak kepalanya dan menepuk pelan.


Air matanya mengalir deras yang merasa bersalah kepada ayah Karin, dirinya sudah memperlakukan tubuh Karin sesuka hatinya padahal kan tubuh ini sangat lemah , Nina akan menerima hukuman dari tuan Sulaiman dengan kuat hati. karena pasti ayah Karin sangat marah padanya.


Kembali dia mencoba mencuri curi pandang, Ahmad Sulaiman masih melihatnya.

__ADS_1


"hiks hiks hiks ,maafkan saya Tuan maafkan saya saya tidak bermaksud untuk melarikan diri . maafkan saya tuan silakan apabila Tuan ingin menghukum saya saya berserah diri , saya sudah menghabiskan hari ini dengan bermain main . terima kasih sudah memberi saya kesempatan menghirup udara segar, sekarang saya ikhlas menerima hukuman " bahunya naik turun tersedu ,perasaan bersalah , menyesal dan takut bercampur jadi satu.


Setelah bicara Nina kembali menutup matanya tapi masih tidak ada yang terjadi.


Ahmad Sulaiman duduk di sampingnya.


"nak... wajah ini adalah wajah putriku ,tubuh ini adalah tubuh putriku, aku tidak bisa menghukum putriku sendiri."


"terima kasih sudah memberikan ku pemandangan ini, ini pertama kalinya aku melihat putri ku menangis ini pertama kalinya aku mendengar banyak kata-kata dari mulut putriku.


"Ini pertama kalinya aku tidak tahu dimana keberadaan Putri ku" Sulaiman menggeleng lemah.


"aku yakin dokter Arka sudah menjelaskan prosesnya dokter Arka adalah paman Karin sendiri . dokter Arka akan berusaha sebaik mungkin untuk mengobservasi situasi yang kalian hadapi. apa yang sedang terjadi sekarang berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan sekarang".


"tidak ada literatur yang menjelaskan apa yang terjadi pada kalian, sekarang jadi kami harap kamu mau bekerja sama dengan kami namamu Rania bukan?"


Nina menghapus air matanya "ya Tuan tapi saya biasa dipanggil Nina".


Nina hanya mengingat bahwa dokter Arka tadi sedang bicara tapi ia ingat apa yang dibicarakannya.


"jadi kamu belum mendengar Apa yang dibicarakan dokter Arka tadi"


Nina menggeleng


"Alfa tolong jelaskan prosesnya" Ahmad Sulaiman bersandar di sofa , ia terlihat lelah.


"Baik ayah begini prosesnya dokter Arka akan melakukan beberapa tes secara fisik dan non fisik . dokter akan membandingkan hasilnya nanti dengan milik Karin. kemudian kami akan mencoba untuk metode hypnotherapy untuk mengetahui apakah ada koneksi antara kamu dan Karin sebelumnya".


Tanpa bicara tuan Ahmad Sulaiman masih melihat Nina. Anakku di mana jiwamu sekarang. Seseorang yang di depanku sekarang sedang menangis menggunakan tubuhmu mengenal anakku, tubuhmu tau caranya bereaksi.


Alfa menjelaskan panjang lebar tentang proses yang akan Karin Nina lewati selama dalam perawatan dokter Arka nantinya.

__ADS_1


"Sekarang saatnya untuk hukuman "celetuk Rangga.


Tubuh kecil karena semakin mengkerut ia bersembunyi di belakang Ahmad Sulaiman.


Ahmad Sulaiman menggenggam tangan putrinya "ternyata ini yang membuat kamu melarikan diri apa Rangga mengancammu, dia memang suka bermain-main".


"Aku tidak mengancam aku hanya bernyanyi".kilah Rangga


"Tuan Rangga bernyanyi tentang potong lidah Tuan, saya tidak pernah membayangkan hidup tanpa lidah. apalagi Fitri cerita apabila ada orang yang berkhianat kepada Sulaiman Enterprise (SE) Tuan Rangga akan memotong lehernya."


Ahmad Sulaiman tergelak yang menepuk punggung tangan Karin "Nina tenang dia tidak akan berani melakukan apapun padamu, dia akan melakukan apapun untuk Karin ya kan Rangga".


Rangga hanya mengangguk wajahnya menjadi semakin misterius.


_________________1st________________


Nina sudah berada di kamarnya


Rangga perwira , Alfa Blake dan Ahmad Sulaiman masih berada di ruang tengah sofa.


Ahmad Sulaiman membuka pembicaraan. "pengawalan kembali seperti semula seperti 5 tahun yang lalu, para pekerja akan datang kembali. kita akan menormalkan kembali keadaan rumah ini seperti 5 tahun yang lalu".


"Apakah Karin sudah tidur bukan bukan , apakah Nina sudah tidur "tanya Alfa pada Rangga.


"Sudah kali ini aku membiarkannya tidur tanpa lagu tidur".


"Jangan ganggu dia Rangga dia hanya seorang anak yatim piatu. Kalian sudah lihat sendiri riwayat kehidupannya bukan tidak mungkin kita tidak menemukan koneksi apapun antara dia dengan Karin. Pertanyaannya sekarang Karin di mana Apa yang terjadi pada jiwanya. ?"


ketiga pria itu sama-sama terdiam situasi yang aneh yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat, kondisi yang mereka hadapi seperti berjalan di malam gelap tanpa petunjuk arah tanpa cahaya mereka akan tersesat. berapa lama Karin dan Nina akan seperti itu. apakah tubuh Nina dapat bertahan? apakah jiwa Karin dapat bertahan ?


dear readers mohon tinggalkan komen kalian disini, komen n pendapat kalian sangat berarti buat aku berkarya.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


happy reading.... thanks for reading this novel๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2