Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
10.Duda Kaya


__ADS_3

Gelap


pemandangan yang terlihat ketika pintu dibuka adalah gelap.Tidak ada pencahayaan sama sekali.


Tangan nya terulur menggapai saklar lampu pada dinding sebelah pintu.Tepat sekali, bahkan awalnya ia hanya menerka,namun ternyata benar.


flashback saat makan malam.


Ketika semua anggota sudah berkumpul diruang makan, ada satu yang belum menampakkan diri.


Rion, ia baru saja sampai dirumah saat semua orang sudah bersiap untuk makan.


Baru menampakkan diri, ia sudah mendapatkan pertanyaan dari sang Papa tentang ulah yang dibuatnya.


"Ingat pulang kamu.Ulah apa lagi yang kamu buat hingga gurumu meminta Papa datang ke sekolah, Hah?" Sarkas Revan pada anak sulung nya.


Namun sang empu yang enggan menjawab pertanyaan malah berlalu pergi begitu saja.Ia tidak mengikuti makan malam untuk kali ini.


Dan setelah nya,ada seseorang yang mengambil kesempatan untuk mencoba mendekati anak laki laki itu.


*


Seorang laki laki yang menginjak remaja tengah duduk pada kursi ditengah pintu menuju balkon kamar.


"Lo nggak punya sopan santun, masuk kamar orang sembarangan ?" hardik laki laki itu.


"La Lo La Lo, panggil Mami !" Sarkas Adya pada putra sulung suami nya.


"Cihhhh.Mami ? Bahkan Lo lebih mirip tante tante karna nikah sama orang tua" Rion menyindir pada Adya.


"Mau tua ataupun aki aki, kalau kaya ya nggak papa" Seloroh Adya tanpa beban.


Memang benar kan.Didunia ini tidak ada yang gratis.Realistis perlu digunakan sebagai prinsip kehidupan.


Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.


Namun kali ini bukan tentang uang.Yang perlu ia lakukan adalah mendekati anak tirinya.Jika ia berhasil mendekati anak tirinya, maka uang akan mengalir sendiri pada nya.


"Makan gih, udah Mami bawain dari bawah." Ucap Adya sembari menghampiri Rion.


Sebenarnya dalam lubuk hati Adya, ia juga merasa geli menyebut dirinya Mami.Jika untuk Raffa, ia memaklumi.Tetapi untuk Rion yang usia nya hanya terpaut 2 tahun dari nya, bukankah lebih cocok menjadi teman.


Tetapi tekad nya sudah bulat.Ia akan memecahkan rekor ibu tiri yang baik.


Rion hanya diam dengan satu batang nikotin ditangan nya.Ia enggan untuk menoleh apalagi menyentuh makanan yang sudah dibawakan istri Papa nya.

__ADS_1


Adya menghembuskan napas pelan.


Sabar


ia harus bersabar menghadapi sikap anak remaja yang belum menemukan jati dirinya.


"Terlepas dari apapun itu, aku sudah resmi menjadi istri Papa Revan, yang berarti juga ibu tiri kamu." Adya mulai membuka suara lagi.


Menoleh sebentar kearah sang lawan bicara yang hanya diam, namun ia tahu jika Rion mendengarkan.


"Tidak apa jika kamu belum bisa menerimaku jadi bagian dari keluarga ini.Satu hal yang harus kamu tahu, tidak ada sedikitpun niat untuk merebut posisi ibu kandung kamu dari Papa Revan maupun adik adik kamu."


Setelahnya Adya beranjak pergi meninggalkan Rion seorang diri.


"Seorang Adya bela bela in bersikap lembut, tapi dapat respon yang luar biasa." Gumam Adya saat keluar dari kamar Rion sambil meredam emosi nya.


*


Sunyi


Menambah kesan rindunya pada seseorang, namun rasa benci nya saat ini lebih besar.


"Gue nggak bodoh.Gue tahu semua yang terjadi." Ucap Rion lirih kala wanita pergi dari kamar nya.


......................


Sedangkan ditempat lain, seorang laki laki yang juga berusia 18 tahun sedang merebahkan dirinya diatas sebuah kasur tipis.


Tidak apa.Ini jauh lebih baik dari pada tempat sebelum nya.Setidak nya, disini ia bisa hidup bebas tanpa tekanan dari pihak manapun.


Devon


ia memantapkan hati untuk keluar dari kediaman Maheswara.


Awalnya ia ingin menetap di sana dengan mengacuhkan ibu tiri nya, namun ketika tahu tentang kesepakatan sang ayah dengan kakak nya, ia terlanjur kecewa.Ia memutuskan untuk pergi, karna saat kakak nya menikah,ia juga bukan lagi bagian dari Maheswara.


Sama hal nya seperti Adya, Devon juga meninggalkan seluruh milik Maheswara.Ia hanya membawa pakaian, peralatan sekolah, dan juga sebuah ponsel.Bahkan jika boleh, ia juga ingin meninggalkan marga Maheswara yang tersemat dibelakang nama nya.


Sebuah ruangan dengan luas 4×4 m lengkap dengan fasilitas kasur,televisi, dan juga kamar mandi dalam, menjadi tempat nya berteduh mulai saat ini juga.


"hallo" sapa seseorang diseberang sana ketika panggilan mulai tersambung.


"Gue udah dapet kamar Kak" Ucapnya memberi tahu.


"Kamar apaan ? nggak usah macem macem ya Dev.Dimana lo sekarang ? jangan sampek gue hajar ya" pekik kuat Adya kala mendengar sang adik menyebutkan tentang kamar.

__ADS_1


Belum genap satu bulan ia pergi meninggalkan rumah, sudah dikejutkan dengan tingkah laku adik nya yang mulai bebas tanpa pengawasan.Tentu saja Adya merasa was was.Bagaimana pun juga, adik nya masih remaja, sama hal nya dengan Rion yang belum bisa menemukan jati dirinya.


Lalu Devon, yang mendengar suara melengking dan kalimat berderet seperti kereta, menjauhkan sedikit ponsel nya agar telinga nya tidak cidera.Sungguh Kakak nya ini masih berusia 20 tahun, namun sudah setara dengan emak emak komplek ketika mengomel.


Panjang, Keras, dan tanpa henti.


Saat seperti ini, membuat Devon tidak percaya jika kakak nya bisa menjadi pemimpin sebuah geng motor.


"Maksud nya gue udah dapet tempat kost, Kak.Gue udah pergi dari rumah Maheswara pagi tadi." Devon menjelaskan dengan pelan.


"wait.Lo nge kost ? kenapa nggak pulang ke basecamp BR aja ?"


"Gue kost aja.Kalau di sana terus nggak enak sama yang lain."


"oh ya Kak, gimana kalau gue cari kerja?" Ucap Devon meminta pendapat sang Kakak.


"Nggak usah ngadi ngadi ya Dev.Lo itu masih sekolah, tugas lo cuma belajar.Buat biaya lo sehari hari itu udah tanggung jawab gue, lo lupa kalo suami gue duda kaya ?" Ucap Adya diselingi tawa diakhir kalimat nya.


"Cihh..Bangga amat lo dapet duda."


Tuttt


Belum selesai ia berucap, telepon sudah dimatikan oleh Adya.


"Kalau nggak cantik udah gue tarik rambut Lo" Maki Devon menatap ponsel nya.


Disisi Adya,


"ekhemm" deheman keras menyapa indera pendengaran Adya.Sungguh adya terkejut.Ia gelagapan lalu menjatuhkan ponsel nya hingga membuat sambungan nya terputus.


Kini dirinya seperti tertangkap basah sedang selingkuh oleh suami nya sendiri, bahkan didalam kamar mereka.


"Siapa suami kamu ?" Suara Revan hadir dengan tatapan tajam sembari mendekat kearah sang istri.Bahkan kini jarak diantara mereka hanya 5 cm saja.


"Se-sejak kapan Papa disini" Adya gugup setengah mati.Bagaiman jika pria didepan nya ini mendengarkan obrolan nya dengan Devon, akan terlihat memalukan sekali bukan.


Revan mendekatkan wajahnya di samping telinga Adya, lalu membisikkan kalimat


"Sejak kamu bilang


SUAMI GUE DUDA KAYA"


Tekan nya dengan seringaian tipis


Deg

__ADS_1


__ADS_2