
"Rionnnnnn" Teriak seorang wanita dengan heboh nya.
Sedangkan sang empu yang dipanggil, tidak menoleh sedikitpun.Ia terus melanjutkan langkahnya menuju ke kantin.
"Eh Yon, ada neng Salwa tuhhh" Goda Zevo yang sejati nya playboy.
Rion hanya sedikit menoleh kearah Zevo sembari memasang wajah datar nya.
Setiap hari, Rion selalu berwajah datar dan juga menatap dengan dingin.Ia tidak akan segan untuk berbuat kasar jika ketenangan nya terganggu.Maka jangan heran, karna Rion tumbuh di dalam keluarga Mahanta.
Saat Rion dkk sampai di kantin, mendadak banyak cuitan yang berasal dari kaum hawa.Meskipun berwajah datar,Rion memiliki paras tampan seperti ayah nya.Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya.
ting...
080000000
"pulang sekolah temui Mami"
sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Rion, pemilik nya hanya membaca sekilas tanpa berniat untuk memberi balasan.Dan seseorang yang sedang menunggu jawaban nya, mendadak uring uringan dengan sendiri nya.
"Nggak dapat balasan karna Rion yang ban*ke, atau salah nomer" Gumam Adya yang menatap kearah ponsel nya.
Ia yang sejak semalam menunggu kedatangan putra sulung nya, hingga kini belum juga nampak batang hidung nya.
__ADS_1
Revan yang sejatinya seorang pebisnis, hanya tahu kerja kerja dan kerja.Jadilah saat ini Adya yang bertindak.
Dirinya berinisiatif untuk meminta nomor ponsel Rion kepada Nyonya Ayu, sekaligus menceritakan persoalan bolos sekolah yang dilakukan oleh Rion.Namun Adya dibuat terkejut kala respon dari Nyonya Ayu terlihat biasa saja.Tidak ada raut marah,khawatir, atau yang lain nya.
Tidak ingin berlama lama menunggu balasan dari Rion, Adya memilih untuk meminta bantuan kepada Bima untuk mencari lokasi Rion.
Jika sampai sore nanti ia tidak kembali, maka sudah Adya putuskan bahwa ia sendiri yang akan membawa nya pulang ke rumah ini.
*
Sesuai janji nya, Adya ijin keluar rumah untuk mencari Rion.Revan mengijinkan melalui pesan karna ia masih berada di kantor.Sedangkan Nyonya Ayu, sebenarnya ia ingin mencegah, namun Adya tetap kekeh dengan pilihan nya.
Celana jeans hitam dipadukan dengan kemeja flanel berwarna coklat membuat Adya terlihat seperti anak muda pada umum nya.
Sesekali matanya melirik pada jam tangan yang ia gunakan, seharusnya benar disini lokasi nya.
Sebuah taman
Mungkin kah seorang Rion pergi ke taman bermain?
Tapi tidak ada yang tidak mungkin, jadilah Adya memberhentikan motornya dan mencoba memasuki kawasan tersebut.
Dari kejauhan ia melihat seorang anak laki laki menggunakan pakaian sekolah lengkap meskipun sudah berantakan.
__ADS_1
Ia menghampiri nya dan mendudukkan bokong nya disebelah Rion.
Sang empu yang sejak tadi menikmati hembusan angin sore, menoleh sebentar untuk memastikan.
"Loooo ?!!" Sentak nya tidak percaya.
"Kenapa ?" Tanya balik Adya.
"Seharusnya kau bisa membawaku jika ingin menikmati suasana sore hari." Ucap Adya dengan bercanda.
"Cihh buat apa Lo ngikutin gue." Rion berdecih dengan wajah masam nya.
"Kenapa bolos ?" Tanya Adya yang kini tidak ingin berbasa basi.
"Bukan urusan Lo."
"Sekarang urusan kamu, jadi urusanku.Masalahmu juga masalahku.Jangan seolah olah kamu tidak membutuhkan orang lain, Rion" Ucap Adya dengan tegas.
"Kamu sudah dewasa.Sudah saat nya untuk melangkah ke masa depan, bukan hanya berputar di masa remaja yang sesuka hatimu saja." Imbuh nya.
"Jika kamu tidak ingin mendengarkan ucapanku, setidak nya dengarkan ucapan Mama Ayu.Beliau sudah tua, sudah tidak lagi untuk memikirkan tentang tingkah laku cucu nya,melainkan membanggakan dengan apa yang sudah dihasilkan oleh anak dan cucu nya."
"Dan satu hal lagi, jangan pernah berpikir jika kamu adalah satu satu nya orang yang tersaikiti.Karna diluar sana, banyak yang jauh lebih sakit dari pada yang kamu alami saat ini."
__ADS_1
"Pulang.Papa dan Oma mu menunggumu."