
"Queennn." Suara cempreng mengejutkan dua anak manusia yang saling menatap di atas kursi taman.Kedua nya menoleh ke sumber suara dengan ekspresi yang berbeda.
Dalam sekejap mata, Adya merubah tatapan nya menjadi tajam dan datar.
"Queen kencan lagi kencan ?" Tanya pria itu dengan heran.Pasalnya ia melihat sang Queen berduaan dengan pria asing disebuah taman.
"Mana mungkin Queen kita kencan g*blok" Ucap Yogi memukul kepala Frans.
"Kenapa ?" Tanya Adya dengan suara berat.
"Habis cari makan buat Devon, tu anak badan nya kecil tapi makan nya porsi kuli" Frans mengadu kepada Adya
Adya segera meraih dompet nya dan mengambil beberapa lembar untuk ia berikan kepada Yogi.
"Buat apa?" Yogi menatap heran.
"Buat makan"
Frans dan Yogi saling menatap seolah sedang berdiskusi apakah uang itu untuk mengganti makanan milik Devon.
"Eng-nggak perlu enggak perlu" Ucap Yogi dan Frans bersamaan sembari menggerakkan kedua tangan nya.
"Pulang" Hanya dengan satu kata, Yogi dan Frans langsung mengerti, lalu pamit untuk melanjutkan jalan nya.
__ADS_1
Rion sejak awal hanya menyimak sembari berpikir.Sebenar nya siapa sosok istri dari papa nya.Kenapa saat diluar, ia memiliki aura yang mendominasi seperti dirinya.
Tidak ingin berpikir terlalu jauh, ia memilih untuk meninggalkan Adya menunu ke motor nya.
Adya yang ditinggalkan hanya dapat mengumpat dengan pelan dan segera menyusulnya.
Rion dan Adya kini beriringan menggunakan motor melintasi jalan yang sudah cukup lenggang.Sesekali, Rion mengintip dari bali spion nya.Ia akui, cara gadis itu dalam menguasai jalanan sungguh hebat.
Baru seperti ini saja Rion sudah memuji, apalagi jika melihat saat Adya berada di lintasan balap, pasti nya ia akan bersorak.
Skip*
Malam hari didalam kamar
"Apakah Rion sudah pulang ?" Tanya Revan berjalan menghampiri ranjang.
Kini ia sedang bersimpuh dilantai sembari merapikan pakaian yang sudah dibersihkan oleh pelayan.
"Ditaman bersama wanita ?" Revan heran dengan kelakuan putra nya yang mau singgah ditaman.
"Melihat dari sifat nya, apa Papa yakin jika putra Papa itu dekat dengan wanita ?" Adya menghentikan kegiatan nya menoleh ke arah suami nya.
"Apa Papa memang tidak berhubungan baik dengan anak anak ?" Tanya Adya dengab tiba tiba.
__ADS_1
"Kau tau sendiri waktuku hanya habis untuk urusan kantor." Balas Revan seadanya.
"Luangkan sedikit waktu untuk mereka,Pa.Anak anak hanya butuh sedikit waktu dan perhatian dari orang tua nya.Terkadang, kerasnya sifat seseorang dimulai dari keluarga." Ucap Adya seakan memiliki kesempatan untuk mengungkapkan keinginan nya selama ini.
Revan hanya diam.Tidak menjawab namun tetap mendengarkan.
Benarkah selama ini sikap nya terlalu cuek kepada anak anak ?
Ia berpikir jika ia memiliki uang yang banyak, maka kehidupan anak anak nya akan terjamin.Namun terkadang, tidak se.ua dapat dibeli dengan uang.
"Siapkan pakaian untukku." Revan berlalu pergi ke kamar mandi.
Selama di dalam kamar mandi, Revan menyalakan shower dengan kencang untuk membasahi tubuh nya.Ia benar benar lelah untuk urusan pekerjaan, kini ditambah lagi harus memikirkan tentang anak anak nya.Tentang ia yang tidak pernah memiliki waktu untuk mereka, tentang dirinya yang tidak tau bagaimana caranya berinteraksi dengan anak anak secara harmonis.
Selesai dengan ritual mandi nya, Revan keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian intim saja.Dadanya ia biarkan terbuka, dan rambut nya ia biarkan basah begitu saja.
Jangan tanya bagaimana ekspresi Adya yang sejak tadi melanjutkan kegiatan nya merapikan baju.Ia melongo dengan mata melebar dan mulut sedikit menganga.
Sosok pria tampan berjalan kearah nya.Dadanya yang bidang seolah berkata untuk dipeluk.Perutnya yang sixpack seolah berteriak.meminta untuk diusap.Dan tetesan air yang jatuh dari rambut mengenai wajah, seolah menggambarkan betapa segarnya sosok ciptaan tuhan yang satu ini.
cetakkk
"Aduhhh" Adya meringis pelan sembari mengusap dahi nya yang mendapat sentilan dari sosok yang baru saja ia kagumi.
__ADS_1
"Singkirkan otak mesum mu" Ucap Revan berlalu pergi membawa pakaian yang sudah disiapkan oleh Adya.
"