
ekhemm
Adya berdehem pelan, ia berharap jantung nya akan tenang seperti semula.Dalam hati ia mengutuk bapak tiga anak itu yang sudah membuat jantungnya ingin berloncatan.
ceklek
terdengar bunyi pintu dari arah toilet.Revan lah yang keluar dari dalam.Ia kembali menuju meja kerja nya dan mendudukkan diri hendak melanjutkan pekerjaan.
"Bisakah kamu membantu ku?" Revan bertanya pada Adya
"apa ?"
"kemari lah" Revan memberi kode agar Adya mendekat ke arah nya.
Tanpa curiga Adya pun beranjak dari tempat duduk nya untuk memenuhi panggilan sang suami.
Saat sampai di samping suami nya, ia terkejut dengan tindakan tiba tiba tersebut.
Tanpa di duga, Revan meraih tangan Adya dan membawa nya ke pundak.
"pundakku terasa nyeri" Eluh nya kepada sang istri.
"maksud nya mmmaass Re mau di pijat ?" Adya merasa kesulitan saat menyebut panggilan baru nya kepada sang suami.
"ku anggap itu adalah panggilan spesial untukku" celetuk Revan kembali
pipi Adya bersemu merah, ia merasa malu atas tindakan nya sendiri.Apakah dirinya benar benar telah merasakan malu, karna biasa nya dia adalah gadis pemberani yang selalu memasang wajah cool, namun didepan pria tua ini diri nya di buat tersipu malu.
"jika ada Fian, pasti dia nggak nyangka Queen nya akan begini" batin Adya mengingat teman teman nya.
Sedangkan Revan, diam diam ia tersenyum sangat lebar.Mendapat panggilan spesial dari seorang gadis kecil, membuat diri nya seperti kembali pada masa remaja yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1
ia juga berpikir, mau dibawa kemana hubungan mereka yang belum memiliki kepastian, namun jauh dilubuk hati seorang papa dari tiga anak itu berharap akan menjadi hubungan serius antara dirinya dan gadis kecil itu.
Revan tersadar jika gadis dibelakangnya itu melamun seperti dirinya,
"ekhemmmm" Deheman Revan juga ikut menyadarkan Adya, dengan segera dirinya menggerakkan tangan nya untuk memijat pundak dari pria berbadan besar tersebut.
"keras, mirip dengan Bima" batin Adya saat merasakan tubuh suami nya keras dan padat.
sangat nikmat
bahkan Revan sampai memejamkan mata untuk menikmati pijatan lembut dari tangan mungil itu.
Sungguh ia akan bersyukur dan berterimakasih untuk hari ini yang sangat berbeda dengan hari hari nya yang lalu.
belum lama mereka menikmati kegiatan tersebut tiba tiba
Brakk
pintu terbuka dengan sangat keras hingga terasa seperti sebuah dobrakan.
"Raffa apa yang kau lakukan" hardik Revan tiba tiba
Adya yang mendengar itu meremas pelan pundak suami nya, ia ingin memberitahu jika hal tersebut tidak boleh dilakukan.
"Raffa, apa ada sesuatu ?" Tanya Adya dengan nada pelan sembari menghampiri Raffa.
"Om Bara membuatku malu,Mam" adu nya pada sang ibu.
"kemari lah dan ceritakan kegiatan Raffa" Adya membawa Raffa duduk di sofa , dan Raffa langsung menceritakan tentang kepergian nya bersama asisten Bram.
"Tidak apa. Lain kali Raffa harus harus bisa lebih menjaga emosi ya.Seharus nya Raffa membantu asisten Bram dan mengucapkan terimakasih, bukan malah merasa kesal seperti ini.Raffa paham?" Adya menjelaskan dengan pelan namun disertai ketegasan
__ADS_1
"Sorry Mam" Raffa menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Tatapan Raffa mengarah pada sesuatu yang ia bawa, akhirnya Adya membantu untuk membukakan bungkus tersebut.
"kenapa banyak sekali?" tanya Adya
"satu untukku, satu untuk om Bram, lalu satu lagi untuk Mami" ucap Raffa sembari memberi tahukan.
"Aku ingi memberi suapan ini untuk Mami" Raffa menyodorkan satu sendok es krim kepada Adya, dan diterima dengan baik.
"ekhemm"
Adya dan Raffa saling menatap.Hanya melalui tatapan saja, Raffa langsung mengerti.Ia meraih satu cup es krim dan berlari menghampiri pria dewasa di meja nya.
"Papa Revan, I'm sorry" Ucap Raffa setelah berada di samping Papa nya.
"kamu sudah menyadari kesalahanmu ?" tanya Revan dengan tegas.
"memasuki ruangan tanpa permisi adalah sesuatu yang tidak baik" Raffa mengucapkan kalimat yang selalu dikeluarkan oleh papa nya ketika ia masuk tanpa permisi.Karna hal ini terjadi bukan hanya sekali dua kali saja.
Revan menghela napas, tatapan nya beralih pada gadis yang berada lurus di depan nya.Gadis itu berusaha memberi kode pada nya dengan cara mengelus kepala.
akhir nya Revan menuruti gadis tersebut dengan cara mengusap kepala putra nya dengan rasa sayang, lalu terbitlah sebuah senyuman lebar pada wajah manis Raffa.
pemandangan itu membuat rasa haru tersendiri bagi Adya yang menyaksikan.Ia yakin jika kerenggangan antara papa dan anak itu akan merekat kembali pada masa yang akan datang.
"satu suap untuk Papa Revan" Raffa menyodorkan satu sendok eskrim yang ia bawa meskipun sudah sedikit meleleh.
Revan menerima nya dan merasakan sensasi dingin serta lembut yang belum pernah ia rasakan.
tok tok tok
__ADS_1
"permisi Bos, maaf jika saya datang terlambat karna ada urusan mendadak dengan sekertaris didepan" Jelas Asisten Bram yang baru saja masuk keruangan.
jangan lupa like dan komen nya kakak