
"Good morning Mami" Teriak Raffa yang sudah tampan menggunakan perlengkapan sekolahnya.
"Good morning Raffa" Balas Adya dengan senyuman cerah.
"Sudah punya Mami baru, Oma malah dilupakan." Ucap Nyonya Ayu dengan raut wajah yang dibuat se melas mungkin.
"Good morning, Oma" Teriak Raffa sembari berlari kearah Oma nya dan segera memberi pelukan hangat.
Kini terdapat lima orang yang berada pada meja makan.Nyonya Ayu, Adya,Raffa,Daffa, dan Rion yang tentu saja atas paksaan dari Nyonya Mahanta.
"Revan kenapa belum turun juga ?" Tanya Nyonya Ayu heran.Pasalnya, putra semata wayangnya tidak pernah terlambat turun untuk sarapan bersama.
Adya juga tidak tahu.Karna ia sudah keluar dari kamar saat hari masih gelap
Flashback pukul 4 pagi.
"allahu akbar" Teriak seorang wanita yang merasa terkejut saat melihat tubuh seseorang didalam dapur.
"No-na ?" Panggil Bibi Sina saat tubuh yang membuatnya terkejut, berbalik menghadap dirinya.
"Bibi, kenapa kau berteriak ?" Tanya Adya yang juga sedikit terkejut.
"Maaf Nona.Bibi terkejut melihat ada orang di dapur."
"Apa Nona membutuhkan sesuatu sehingga membuat Nona turun ke dapur ?" Tanya Bibi Sin.
"Tidak ada Bi.Aku hanya terbangun dan tidak bisa tidur kembali.Jadi kuputuskan untuk kemari." Jelas Adya dengan cengiran yang khas.
__ADS_1
"Nona tunggu saja.Bibi akan melanjutkan masakan Nona." Nego Bibi Sina yang merasa tidak enak hati kepada.
"Bibi mengerjakan yang lain saja." Kekeh Adya ingin melanjutkan masakan nya.
Jadilah Adya menyibukkan diri di dapur dengan berbagai menu masakan yang ia hidangkan dimeja makan pagi hari ini
flashback off
Akhirnya ia memutuskan untuk naik ke atas dan mencari suami nya agar segera turun kebawah.
Pintu sebuah kamar didorong dari luar hingga terbuka.
Nampaklah seorang pria yang masih setia dengan tidur pulasnya.Sama sekali tidak menghiraukan sinar matahari yang menembus masuk melalui celah gorden serta kicauan kicauan burung diluar sana.
"Papa.." Adya melakukan percobaan pertamanya
Hingga percobaan ke lima, tetap tidak ada pergerakan sama sekali dari sang empu.
"Emmmm..Papa Revan masih mengantuk.Kita duluan saja.
...****************...
Selesai dengan acara sarapan pagi tanpa kehadiran pemimpin keluarga, kini Adya kembali dari dapur dan berlari kearah garasi.
"Raffa tunggu." Teriak Adya menghampiri Raffa.
"Jangan lupa dimakan, okey ?" Lanjutnya menyodorkan sebuah kotak makan berwarna ungu.
__ADS_1
"Thank you Mami" Ucap Raffa menerima kotak makan dan berlari masuk kedalam mobil.
"Terimakasih, Mi" Ucap Daffa yang juga menerima kotak makan berwarna hijau dari Adya.
Dua kotak makan sudah dibawa sang pemilik, lalu masih tersisa satu lagi.Siapakah pemiliknya?
"Rionnnnnnnn" Teriak Adya berlari kearah Rion yang sudah menaiki motornya.
Saking kencang nya berlari, Adya sampai sulit untuk bernapas.
Rion hanya melirik kotak makan berwarna hitam sama seperti hari lalu, namun berbeda model saja.
Rion tidak minat sama sekali hingga ia ingin melajukan motornya tanpa menghiraukan istri kedua dari papa nya.
Adya yang tidak kehabisan akal,menarik tas ransel yang berada dipunggung Rion dan segera memasukkan nya ke dalam.
"Ck..." Terdengar sebuah decakan disertai tatapan tajam dari putra Revan, namun ia tidka ingin berlama lama karna ada urusan
"Cihhh..Jangan lupa berkata terimakasih" Teriak Adya saat melihat anak sambung nya berlalu pergi tanpa mengucap kata sedikitpun.
Lalu Adya berlalu pergi dengan perasaan yang dongkol.Bagaimana tidak.
Seorang pria remaja yang ia beri simpati karna mengalami hal serupa dengan dirinya,
malah bersikap acuh tak acuh pada dirinya.
"Gadis itu mulai mencari perhatian dari putra sulung." Ucap seseorang yang berada tidak jauh dari Adya.Selanjutnya ia hanya menganggukkan kepala mendengar suara dari seberang telepon
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN kakak
#GAMIS