Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
27.Pinguin


__ADS_3

Seorang anak kecil yang memiliki tubuh berisi, baru saja menyelesaikan acara mandi nya.Badan nya yang basah dibungkus kain handuk hingga membuat nya sedikit kesusahan untuk berjalan,hal tersebut membuat seorang gadis yang sedang merapikan kasur, tidak mampu untuk menahan tawa nya.


"Mamiiiii" Teriak Raffa dengan nada merajuk ketika ibu sambung nya tidak berhenti menertawakan dirinya.


"Aduhhh, Raff..Beneran dehhh kamu udah mirip sama pinguin." Adya teringat dengan tontonan kartun di televisi yang terdapat pinguin dengan segala misi nya.


Raffa yang mendengar hal itu tetap memasang wajah masam nya.Namun jauh di dalam lubuk hati nya, ia merasa bahagia kala ibu sambung nya tertawa seolah tanpa beban.Ia berjanji pada diri nya sendiri, jika ia tidak akan pernah menyakiti perasaan Adya, wanita yang pertama kali ia anggap sebagai ibu.


"Ututuuuu,, pinguin nya Mami merajuk nih ya." Goda Adya sembari menarik Raffa untuk duduk di sofa.Saat Raffa mandi, Adya berinisiatif untuk menyiapkan pakaian yang ia letakkan di atas meja.Jadilah, kini Raffa mengenakan pakaian di atas Sofa, bukan di tempat seperti biasa nya.


Setelan piyama berwarna kuning dengan motif beruang, menambah kesan menggemaskan untuk Raffa.


Setelah nya, mereka berdua memutuskan untuk turun kebawah menuju ke taman di samping rumah.


Sore hari sangat cocok untuk bersantai sembari menikmati hembusan angin dan indah nya warna warna di langit.Adya memilih untuk duduk dikursi taman,sedangkan Raffa sudah berjalan kesana kemari untuk ber eksplor.

__ADS_1


Sesekali Raffa akan berlari menghampiri Adya, untuk menanyakan sesuatu yang belum ia pahami.Jika Adya kesulitan untuk memberi jawaban, maka juga tak jarang ia membuka internet dan menjelaskan kepada Raffa dengan gaya bahasa yang mudah di mengerti oleh anak anak.


Di saat seperti ini, Adya merasa jika dirinya terlalu bodoh dalam berpikir, yang membuat nya harus mengandalkan smartphone.


Asyik memandangi bocah kecil yang sedang bermain, Adya tersentak kala di samping nya sudah ada seorang wanita paruh baya.


"Mama sudah lama ?" Tanya Adya menyapa.


"Baru saja, saat Raffa berkata menemukan kupu kupu." Ucap Nyonya Ayu dengan santai.


Yang terjadi selanjutnya adalah mengobrol ringan antara mertua dan menantu, di bumbui dengan nasihat nasihat kecil dari Nyonya Ayu.


"Rionnnnnn" Teriak seorang gadis dengan lantang.


"Tungguin dong" Lanjut gadis itu menghentikan kegiatan Rion yang hendak melajukan motor nya.

__ADS_1


Dengan terpaksa Rion menghentikan kegiatan nya dan menatap tajam ke arah seorang gadis ber name tag Salwa.


"Gue boleh numpang nggak ? Soal nya ban mobil gue kempes" Ucap Salwa dengan wajah memelas agar mendapat simpati dari Rion.


Rion hanya menatap dengan wajah datar seolah ia tidak peduli dengan apa yang menimpa gadis itu.


"Minggir" Ucap Rion dengan tegas.


"Nggak akan sebelum Lo kasih tumpangan buat gue." Balas Salwa yang juga kekeh dengan rencana nya.


Rion tidak mengindahkan ucapan Salwa.Ia segera menghidupkan motor nya,lalu menggeberkan motor nya dan melaju pergi meninggalkan halaman sekolah yang masih di isi oleh beberapa murid lain nya.


"Gue udah merendahkan harga diri gue, tapi sedikitpun Lo nggak pernah ngeliat kearah gue.Lo tega Yon" Ucap Salwa lirih sembari menatap kepergian Rion.


Salwa dengan wajah geram, meraih telepon nya untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Tolong bantu gue,Bang" Ucap Salwa saat telepon nya tersambung.


"oke baby"


__ADS_2