
Tiba tiba saja Rion berdiri dari duduk nya dan menghampiri Daniel di kursi nya, ia mencengkeram erat kerah seragam Daniel hingga ikut berdiri lalu melayangkan satu pukulan keras,
Bughh
"RIONNNNN!!! " Teriak keras para guru dan wali murid.
satu pukulan mengenai sudut bibir milik Daniel, sama persis dengan luka milik Rion.
"Lo yang pengecut!" Umpat Rion dengan tatapan tajam nya.
"Dasar kurang ajar!" Hardik keras Pak Baskoro dengan wajah yang sudah keluar urat nadi nya.
"Dasar kamu anak tidak berguna, hanya tahu berbuat ulah saja! " Pak Agung ikut memaki Rion untuk mendapat perhatian lebih.
"Siapa yang anda katakan tidak berguna ?!"
Semua orang di dalam ruangan tersebut menoleh ke arah sumber suara, terdapat seorang wanita berbadan kecil dengan celana panjang dan kemeja panjang yang di gulung hingga dibawah siku.
flashback On
Di saat rapat sedang di mulai, banyak panggilan masuk berulang kali ke dalam ponsel milik Revan. Hingga ia memberi kode pada Asisten Bram agar di uruskan.
__ADS_1
Asisten Bram segera mengambil alih ponsel milik bos nya dan menerima panggilan tersebut. Panggilan tersebut berasal dari pihak sekolah yang meminta Revan datang sebagai wali murid Rion. Karna pihak sekolah menyampaikan wajib, Asisten Bram memilih untuk menghungi Nyonya Ayu seperti biasa nya.
"Pagi Nyonya, saya Asisten Bram ingin menyampaikan surat panggilan dari sekolah Rion yang mengatakan wajib di hadiri oleh wali murid. Tapi untuk saat ini Tuan Revan sedang memimpin rapat, apakah Nyonya bisa menghadirinya? " Asisten Bram langsung pada inti nya.
"Aku sedang tidak enak badan Bram, apa kamu tidak bisa menggantikan ku" Balas Nyonya Ayu dengan lesu.
"mohon maaf tidak bisa nyonya, saya sedang menunggu klien dari luar negri, bahkan sebentar lagi sudah datang" ucap asisten bram..
"lalu siapa yang bisa menggantikan jika bukan aku dan kamu Bram?" Nyonya Ayu mulai bingung.
"emm bagaimana jika nona Adya saja, saya pastikan nona Adya mampu mengatasi Rion" Asisten Bram menemukan ide cemerlang.
"Kamu benar Bram. Kenapa tidak dari tadi saja.Hemmm kamu ini...
Nyonya Ayu segera mematikan telepon nya sepihak dan bisa dipastikaan asisten Bram mengelus dada nya untuk bersabar.
Dan di sini lah Adya berada, di depan sebuah ruangan bertuliskan Ruang BK, namun belum sempat ia memberi salam telinganya sudah dulu mendegar makian.
"Saya bertanya sekali lagi, siapa yang anda katakan anak tidak berguna? " Adya melangkah masuk dengan perlahan, tatapan matanya menajam, dan berucap dengan menekan.
sesaat, atmosfir di dalam ruangan tersebut berubah menadi dingin, hingga mampu menghipnotis para penghuni nya.
__ADS_1
"kenapa diam?"
"siapa anda?" Tanya Bu Ratna yang melihat Adya tiba tiba masuk ke dalam.
"perkenalkan saya Adya, wali murid Rion dan Alfian" Ucap Adya memperkenalkan diri.
"Baik silahkan duduk dulu nona"
"untuk semua nya tolong duduk dengan baik, mari kita selesaikan semua dengan kepala dingin. " Bu Ratna mencoba menenangkan keadaan.
"Saya tidak mau tahu, anak ini sudah melukai anak saya dan wajib di beri hukuman yang sepadan! " Pak Baskoro mempertahankan keangkuhan nya.
"Benar sekali, anak saya juga babak belur, pasti karna mereka" Sahut Papa Hari di setujui Papa Dimas.
"Tidak ada bukti yang menunjukkan tentang kesalahan anak saya, jadi saya menolak atas ucapan anda" kini Papa Zevo ikut berargumen
membela putra nya.
Disaat para wali murid saling beradu argumen, Adya menatap lurus ke arah mata Rion. Ia memperhatikan dengan teliti untuk menemukan kebohongan, namun nihil. Ia hanya menemukan mata yang berisikan kekecewaan mendalam.
Sepersekian detik, Rion memilih untuk memalingkan wajah nya saat merasa sudah tidak mampu menatap netra tulus milik wanita yang sudah menjadi istri dari Papa nya.
__ADS_1
"mari kita lihat cctv di lokasi kejadian" Ucap Adya tiba tiba