Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
36.Mbak Mi/Bakmi


__ADS_3

pagi ini, tiga orang pria sedang berdiri di depan sebuah gerbang sekolahan.Mereka memilih menunggu hingga gerbang nya di bukakan oleh satpam penjaga.


"Pak Didit bukain napa pakkk" Teriak Fian yang kesekian kali nya.


"tidak bisa Fian, kepala sekolah sudah bilang kalau maksimal gerbang di tutup pukul tujuh lebih 15 menit" Jelas pak Didit yang berprofesi sebagai satpam.


"Ini baru lebih 20 menit, boleh kali pak" Fian tidak berhenti berucap.


Pak Didit yang lelah akhirnya pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Sialan nih gara gara Zevo" Gerutu Fian tiada henti.


"Diem kenapa sih, mulut Lo kayak emak emak tau nggak" geram Zevo.


Pagi tadi mereka sepakat untuk berangkat bersama,Namun di tengah perjalanan mereka harus berhenti karna ada segerombol anak sekolahan yang sedang berkelahi , dan Zevo meminta kepada Fian dan Rion untuk melihat sebentar.


Bukan nya segera berangkat ke sekolah, mereka malah ke asyikkan menyaksikan perkelahian tersebut hingga di sini lah nasib mereka, gerbang sudah di tutup dan tidak dapat masuk sebelum ketua OSIS datang membukakan pintu.


tengah sibuk berdebat, tanpa kedua nya sadari satu dari mereka sudah menyalakan mesin motor nya.


"Woyy mau kemana Yon ?" Tanya Fian yang sadar tentang kepergian sang sahabat.

__ADS_1


"Mbak Mi" Balas Rion singkat.


"ikutttttt" Teriak Zevo dan Fian bersamaan dan segera berlari ke arah motor mereka.


Bukan pergi ketempat jauh, melainkan sebuah warung kecil di samping sekolahan yang biasa digunakan anak anak untuk membolos atau sekedar nongkrong saja.


"ahh segernya" Ucap Fian setelah meneguk setengah gelas es teh.


Meskipun masih pagi, Fian memilih untuk memesan es teh karna merasa haus setelah berdiri hampir lima belas menit di depan gerbang yang sudah mulai panas.


"tau gini mendingan dari tadi ketempat bakmi" Celetuk Fian yang memang memiliki mulut seperti perempuan.


"Mbak Mi woy, bukan bakmi" teriak Zevo


"ehh tapi heran gue ama si Daniel, bisa bisa nya berantem karna cewek, nggak laki amat" julid Fian seperti raja gibah.


sedangkan satu dari sahabat mereka, hanya menyandarkan diri pada sebuah kursi usang sembari menikmati kopi hitam panas pesanan nya, dengan mata yang terpejam.


"ehh Yon, ngomong napa sih, sariawan Lo diem terus" celetuk Fian yang melihat sahabat nya sedang memejamkan mata.


Namun sang empu tetap diam tidak menghiraukan celetukan si mulut emak.

__ADS_1


tiba tiba saja di dalam bayangan nya terlintas drama pagi tadi, yang mana ia mendapat Omelan panjang dari istri kedua Papa nya yang mengingatkan dirinya tentang sarapan dan susu hangat.


"Saran nasi biar kenyang, kalau cuma roti mau sampai mana"


"minum susu hangat, kopi nggak baik buat anak sekolah"


Dua kalimat yang terus ia dengarkan ketika pagi tiba.Sebenarnya ia enggan untuk sarapan di rumah, namun gadis yang berstatus istri kedua dari Papa nya itu mengancam akan membawakan nya bekal makanan jika tidak ingin sarapan di rumah.


"Ahh brengsek" Ucap nya tiba tiba yang mengejutkan dua orang lain nya.


"Lo baik baik aja Yon ?" Tanya Zevo.


Rion yang tersadar segera menyesap habis kopi nya dan beranjak dari duduk nya.


"Mbak biasa" Ucap Rion kepada mbak Mi sang pemilik warung.


"okedehhh" balas mbak mi yang sudah mengenal dekat anak anak disini.


"mau kemana lagi ?" Tanya Fian.


"cabutlah, Lo kira mau ngapain" Sewot Zevo

__ADS_1


"lewat samping" Rion memberi kode kepada kedua sahabat nya dan di setujui begitu saja.


__ADS_2