Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
24.Susu Hangat


__ADS_3

tok tok tok


"Ada waktu ?" Adya bertanya pada sang pemilik ruangan.


Daffa yang mengerti dengan maksud Adya segera membuka pintu nya lebar lebar dan mempersilahkan untuk masuk.


"Apa ada sesuatu ?" Tanya Daffa saat sampai didalam kamar.


Adya duduk di balkon, sedangkan Daffa duduk dimeja belajar yang hanya terbatas kaca dengan Adya.


Sebelum nya Adya sudah meletakkan susu putih hangat di atas nakas.


"Bagaimana dengan sekolah mu ?" Adya memulai obrolan nya.


"Baik Mi.Ada apa ?" Tanya Daffa heran, pasal nya istri dari Papa nya ini tidak pernah bertanya terlalu dalam pada dirinya.


"Jika kamu berat menganggap ku sebagai istri Papa mu, maka anggaplah diriku sebagai teman mu.Apakah bisa ?" Adya berucap dengan tampang sedikit memohon.


"Mami Adya adalah istri Papa, Berarti juga ibuku.Untuk apa menganggap teman ?" Daffa belum juga mengerti tentang pembicaraan ibu sambungnya.


"Daffa,aku tahu kau anak yang baik.Jangan memendam semua nya sendiri.Carilah Mami jika kau membutuhkan tempat bersandar, dan Mami berjanji tidak akan mengatakan apapun pada Papamu." Ucap Adya dengan tatapan tegas menuju kearah netra Daffa.

__ADS_1


Daffa hanya berdiam diri, ia masih mencerna perkataan istri papa nya.


"Jangan lupa diminum, susu hangat baik untuk tubuh mu." Ucap Adya berlalu pergi setelah menepuk pelan pundak Daffa.


Adya berharap, ini adalah pilihan yang tepat untuk dirinya mendekati Daffa.Ia yakin, dibalik diam nya Daffa pasti ada sesuatu yang tidak beres.


Setelah Adya berlalu pergi,Daffa duduk ditepi ranjang.Tangan nya terulur untuk meraih gelas yang berada diatas nakas samping tempat tidur.Ia memandangi nya untuk sesaat.


Bolehkah dirinya berharap perhatian ini ia dapat dengan tulus.Netranya berkaca kaca lalu menenggaknya hingga habis.


Ia tidak ingin menangis karna sejatinya ia adalah laki laki.Ia beranjak untuk menuju balkon dan duduk dengan tenang menikmati angin malam yang dapat membuat dirinya sedikit lebih tenang.


*


"Dari kamar Daffa, Ma"


"Tumben, memang Daffa kenapa ? Tidak mungkin Daffa meminta bantuan untuk mengerjakan tugas kan ?" Berondong Nyonya Ayu terheran.


"Hanya mencoba mendekati saja ,Ma.Adya tidak ingin Daffa menjadi sosok pendiam dan penurut, namun selalu memendam masalah nya sendiri."


Adya mengungkapkan niat nya kepada Nyonya Ayu.Ia berpikir jika ini juga penting untuk ia katakan.

__ADS_1


"Mama semakin bangga padamu, karna kamu memiliki kepekaan yang baik terhadap anak anak." Ucap Nyonya Ayu mengembangkan senyum nya.


"Jika memerlukan bantuan, langsung cari Mama." Setelah nya Nyonya Ayu pergi meninggalkan Adya yang ingin melanjutkan langkah nya ke kamar Raffa.


Saat hendak meraih handle pintu, Adya mengurungkan niatnya lantaran mendengar obrolan Revan yang sedang menerima telepon dan bersamaan keluar dari kamar.


"Siapa yang membolos ?" Tanya Adya setelah sambungan telepon dimatikan.


"Siapa lagi ?" Balas Revan menghela napas nya.


"Rion ?" Tebak Adya dan dibenarkan oleh Revan.


"Biarkan aku berbicara dengan nya."


"Bahkan anak itu belum pulang sejak pagi." Sahut Revan dengan sorot mata tajam.


Adya juga bingung.Ingin berbicara namun orang nya tidak ada, ingin menghubungi juga tidak tahu nomor ponsel nya.Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar nya sendiri.


Tentang Rion, biarlah ia mencari cara untuk berbicara dari hati ke hati besok pagi.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA KAKAK....

__ADS_1


thankyou ❤️


__ADS_2