
kepulan asap memenuhi sebuah ruangan di rumah kontrakan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Seorang pria remaja tengah menyandarkan tubuhnya pada sebuah kursi dengan mengapit satu batang nikotin di tangan kanan nya.
Setiap hisapan dan hembusan ia resapi dengan perlahan untuk menciptakan kenikmatan dan ketenangan dalam pikiran.
Sesaat ia ingin melupakan hal hal yang selalu membuatnya terluka, namun ia tidak pernah menunjukkan nya.
"Lo disini juga, Yon" Sapa seorang pria yang masih mengenakan seragam SMA lengkap dengan ransel dan sepatu.
"Hemm.." Sebuah deheman dilontarkan oleh Rion sebagai jawaban.
"Bolos ?" lanjutnya bertanya.
"Telat, hehehe" Balas Zevo dengan cengiran yang khas.
Seorang pria yang sedang duduk dan mer*k*k adalah Rion.Ia menggunakan pakaian lengkap untuk sekolah, namun niat nya ia urungkan dan berbelok kearah lain.
Rumah kontrakan yang tidak terlalu luas ini ada milik teman nya yang tidak lain adalah Fian.
Semenjak masuk SMA, Rion Zevo dan juga Fian bertemu lalu bersahabat hingga saat ini.
Zevo si tukang pembuat onar,Fian si paling ramah dan tegas, lalu Rion si paling pendiam dan penuh misteri.
Tidak hanya mereka, ada beberapa anak anak lain yang ikut berkumpul dirumah Fian.Katakan lah,kontrakan ini digunakan sebagai basecamp untuk sekedar nongkrong atau membolos saat sekolah.
Rion beranjak dari tempatnya duduk dan berlalu pergi hendak menuju halaman belakang.
"Yon, ada makanan di dalem tas Lo, gue makan lagi boleh kan ?" Zevo berucap dengan wajah yang di imut imut kan, dan itu membuat Rion mendengus kesal ingin memukul wajah nya.
__ADS_1
"Terserah" Hanya itu jawaban nya.
"Busyetttt, udah kayak cewek ajak bilang nya terserah" Sahut Zevo mengelus dada saat Rion melanjutkan niat nya.
Zevo segera meraih kotak makan yang menyembul keluar dari tas karna resleting nya tidak tertutup.
"Alhamdulilah rejeki anak sholeh." Zevo bergumam pelan dengan raut wajah sumringah.
Baru membuka tutup kotak nya, ia dibuat melongo dengan seorang pria remaja yang membuka pintu kamar.
Fian keluar dari kamar hanya menggunakan celana kolor tanpa atasan, rambutnya masih acak acak an dan tangan nya digunakan untuk menggaruk kepala dilengkapi dengan menguap yang lebar seperti sapi.
"Jam segini baru bangun Lo?" teriak Zevo yang sadar dari lamunan nya.
"Berisik monyet" Balas Fian dengan malas.
"Cih, Lo yang monyet." Sahut Zevo tidak terima.
Selang beberapa detik Rion juga kembali dari halaman belakang dan ikut bergabung dengan kedua sahabatnya.
Zevo menoleh ke kanan terdapat Rion dengan raut wajah datar, lalu menoleh ke kiri terdapat Fian dengan wajah bantalnya, dan terakhir melihat dirinya sendiri yang juga merasa bosan.
Zevo menyadari sesuatu
"Jangan jangan kita jodoh karna bisa bolos barengan" Celoteh nya memekakkan telinga.
"Mungkin Lo jodoh sama monyet" Sahut Fian dengan tenang.
"Br*ngs*k Lo ba-bi" Balas Zevo tak ingin kalah dari sahabat nya.
__ADS_1
Zevo hendak melanjut kan namun urung lantaran mengingat sesuatu yang ia pegang.
Ia lebih memilih membuka tutup nya dan berbinar saat melihat isinya.
Baru melihat, setelah merasakan satu suap di dalam mulutnya, hatinya terasa berbunga bunga.
Rion hanya menatap dengan datar.Ia mengingat bahwa kotak makan tersebut membuat nya jengkel dan memutuskan untuk mendatangi rumah Fian.
Saat masih berkelana dengan pikirannya, tanpa disadari ia membuka mulutnya saat Zevo menyodorkan satu suap untuk dirinya.
Asin gurih manis, satu kata yang mewakili adalah lezat.Kotak makan yang berisi nasi goreng dengan hiasan cantik diatas nya adalah pemberian dari Adya selaku ibu sambung.
Seolah tersadar ia memuji masakan wanita yang tidak ia sukai, Rion ingin membuang nasi nya, namun terlambat karna sudah tertelan begitu saja.
"Ekspresi Lo kenapa?"
Fian dan Zevo serempak menatap kearah Rion yang terdiam dengan pandangan kosong.
"Gue lihat udah dua kali Lo bawa ginian, siapa yang bawain." Tanya Fian penasaran.
"istri Papa Revan." Balas Rion tanpa sadar.
"Bentar bentar, kok gue nge lag ya."
"Jangan bilang bokap Lo kawin lagi" Ucap Zevo dengan menutut.
Rion mengangguk membenarkan, lalu kedua teman nya melongo atas informasi yang baru saja ia dengar langsung dari sumber nya.
"Gila sih ini.Anak nya yang nakal belum pernah punya cewek, ehh malah bapak nya udah nikah dua kali" Celoteh Zevo yang selalu heboh dalam setiap suasana
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,DAN SUBSCRIBE
KAKAK