
Padatnya jalanan ibu kota tidak menyurutkan niat para pengendara untuk melintas.Ada yang sedang bekerja,ada yang ingin berbelanja,dan ada yang sekedar jalan jalan saja.
Tidak berbeda dengan dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin berada di dalam satu mobil.Si pria yang fokus dengan setir nya, lalu si gadis yang yang duduk santai menikmati pemandangan disepanjang perjalanan.
Tidak selang berapa lama, mobil berbelok pada sebuah bangunan yang besarnya sama dengan sebuah mall.
Sekolah bertaraf internasional inilah tempat si bungsu Raffa sekolah.Jangan tanya mengapa Raffa bisa sekolah di sana, karna Papa Revan adalah seorang pengusaha sukses diusianya yang belum terlalu tua.
Di dalam hati Adya, ia mengagumi interior sekolah ini.
Mobil terparkir dengan rapi lalu Revan membawa Adya menuju ke tempat penjemputan.
Adya hanya mengekor di belakang Revan dan selalu menundukkan wajahnya.Orang orang yang melihat itu akan berprasangka bahwa Adya adalah putri dari Revan.
Tiba tiba Revan menghentikan langkah nya yang membuat Adya menubruk punggung tegap milik nya.
Adya mengaduh kesakitan namun ia mengangkat wajahnya kearah wajah Revan yang sedang fokus memandang kearah depan.Adya menggeser tubuh nya dan menempatkan di samping Revan guna mengikuti hal apa yang di lihat oleh Revan.
Beberapa meter di depan sana, terdapat seorang anak kecil yang duduk dengan wajah sendu nya.Ia hanya diam sembari melihat teman teman nya yang di beri pelukan hangat oleh ibu nya, atau pun kedua orang tuanya sekaligus.
Jauh di dalam lubuk hati anak kecil itu,ia menginginkan hal serupa.Mendapat perhatian dari ayah nya yang sibuk bekerja, dan ibu kandungnya yang tidak tahu berada dimana.
Setiap hari Raffa diantar oleh ayahnya, namun tidak diberi perhatian lebih seperti teman teman nya, sedangkan saat pulang sekolah ia akan di jemput oleh sopir saja.
__ADS_1
Adya tidak membiarkan anak kecil itu merasakan kesedihan terlalu lama, ia segera berlari menghampiri anak kecil itu.
Raffa sedikit terkejut karna ditengah lamunan nya, ia mendapat sebuah pelukan erat dari seseorang.
"Mami ?" Wajah Raffa melongo masih tidak percaya melihat ibu sambung nya dan juga ayah nya yang berjalan menghampiri dirinya.
"Kenapa wajah Raffa seperti itu ? Raffa tidak senang jika Mami dan Papa datang untuk menjemput, hemmm ?" Tanya Adya dengan wajah yang dibuat buat.
Raffa langsung tersenyum lebar dan memeluk leher ibu sambung nya yang berada tepat didepan nya, sedang berjongkok.
"Ilhammm Ilhammmm" Teriak Raffa tiba tiba.
"Kau tahu, sekarang aku sudah memiliki Mami.Jadi kau tidak bisa berkata jika aku tidak memiliki ibu, wleee" Lanjutnya memamerkan kepada salah satu teman nya.
Ilham yang sedang bersama ibunya hanya menampilkan raut tidak suka dan segera menarik tangan ibu nya untuk pergi.
"Sorry Mami.Ilham selalu berkata jika Raffa tidak memiliki ibu, tapi sekarang Raffa sudah ada Mami."
"Kau hebat.Lain kali jika ada teman yang menghina mu, maka langsung pukul saja wajah nya." Adya berucap dengan menggebu.
Revan yang sejak tadi menyimak, tiba tiba menarik telinga Adya.
"Aduhh aduhhh sakit" Adya meringis saat telinga nya terasa panas.
__ADS_1
Raffa menutup mulutnya dan tertawa cekikikan melihat kelakuan ayah nya dan ibu sambung nya.
"Ibu macam apa yang mengajarkan hal seperti itu pada anak kecil ?" Ucap Revan dengan tatapan tajam.
Seketika nyali Adya ciut yang sebelum nya terasa menggebu karna tidak terima mendengar bocah semanis Raffa di hina oleh teman nya.
Bukan nya meminta maaf, Adya malah membisikkan sesuatu di telinga Raffa.
"Tenang saja, Mami Adya akan membalas perbuatan teman mu yang gendut itu"
Raffa merasa senang dan mengacungkan kedua jempol nya ke arah Adya.
"ekhemm" Revan berdehem untuk menghentikan acara saling berbisik itu.
Revan memilih untuk mengangkat putra nya untuk ia gendong.
Setelah sekian lama, akhirnya Raffa mendapat perhatian dari ayah nya,dan itu membuat ia sungguh bahagia.
~Kebahagiaan sederhana yang tidak dapat di beli dengan uang~
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA
KAKAK
__ADS_1
thankyou
ig. ini_amelll_