
Di dalam mobil yang awal nya berisi dua orang dewasa, kini bertambah satu anak kecil yang membuat suasana semakin ramai.
Adya dan Raffa saling bercanda tawa dan mengabsen setiap bangunan yang berada di pinggir jalan, sedangkan satu pria yang mengemudi di depan sudah menekuk wajah nya sejak tadi.
Dengan tatapan tajam nya, sering kali ia menatap kearah kaca yang memperlihatkan ke akrab an dua anak manusia berbeda usia.Awal nya ia berkata jika anak kecil harus duduk di kursi bagian belakang, namun anak kecil itu malah mau menuruti dengan syarat meminta ibu sambung nya untuk duduk bersama dirinya.
Sebenar nya Adya juga merasa jika ada yang sedang marah,namun ia urung untuk menegur lantaran takut untuk menerima resiko.
Tiba tiba sebuah ide muncul di kepalanya, lalu membisikan sesuatu kepada Raffa.
"Apakah Papa memiliki waktu luang ?" Tanya Raffa hati hati setelah memanggil ayah nya.
"Ada apa ?" Balas Revan dengan wajah datar.
"emmmm, Raffa ingin pergi ke time zone, bolehkah?" anak kecil itu menyelipkan kepalanya di tengah kursi, tepat di samping ayah nya dan tidak lupa memasang wajah melas.
Revan hanya diam dan tangan kiri nya ia gerakkan untuk mendorong kepala putra nya kembali ke tempat nya sendiri.
Raffa menatap ke arah ibu sambung nya yang juga menampilkan raut wajah kecewa.
Setelah nya hanya ada suara deru mesin mobil tanpa canda tawa seperti sebelum nya.
Tanpa kedua nya sadari, diam diam Revan menghubungi Bram untuk menghandle pekerjaan nya.Mungkin ini juga cara Tuhan memberikan waktu istirahat bagi Revan, karna pria itu terlalu berambisi dalam bekerja.
*
__ADS_1
Mobil berhenti di tempat pemberhentian khusus.Revan membuka seat belt nya hendak turun, namun urung saat tidak mendengar pergerakkan apapun selain dirinya.
"Ekhemm" Revan berdehem keras menyadarkan dua anak manusia yang melamun di belakang.
HIGHT PLAZA
Tulisan tersebut terpampang jelas dari dalam mobil yang mereka kendarai.
Adya dan Raffa saling menatap lalu ber tos ria.Raut wajah kecewa nya kini berubah menjadi sumringah lantaran rencana mereka sukses.
Dengan semangat empat lima mereka berdua turun dari dalam mobil mengikuti pria dewasa yang sudah berjalan di depan.
"Tunggu." Suara Adya menghentikan langkah dua pria berbeda generasi.
Revan hanya berbalik dan mengangkat satu alisnya, sedangkan Raffa menyimak saja.
"REVAN PUTRA MAHANTA" Sahut Revan dengan bangga menyebutkan nama nya.
Adya berpikir keras, mengapa nama itu seperti tidak asing di telinga nya.
Raffa yang mendengar ayah kandung nya menyebutkan nama lengkap, juga ikut merasa bangga.
"Tentu saja berbeda, karna Papa memiliki uang yang banyak dari hasil kerja nya" Sahut Raffa menjelaskan pada ibu sambung nya.
Deg
__ADS_1
uang
Memang benar, pria yang kini menjadi suami nya memiliki harta dan kekuasaan yang tidak sepele.Dan kini ia menyadari nya.
*
Melihat dua sahabat nya melongo, Rion dengan kilat merebut kotak makan yang di pegang oleh Zevo.
Meskipun ragu, tapi hati nya memberi dorongan yang kuat agar ia memakan nya.Satu suap,dua suap, tiga suap sudah masuk kedalam mulut Rion.
Ada sebuah rasa kerinduan, namun ia tidak tahu rindu akan hal apa.Selama ini, ia menjauh dari keluarga nya karna suatu hal, yang juga membuat dirinya membangun sebuah benteng kokoh jauh di dalam lubuk hati nya.
"Woyy Yon, bagi dong" Teriak Zevo sadar dari lamunan nya.
Ia kembali merebut kotak makan yang di bawa oleh Rion dan memakan nya bersama Fian.
Rion tidak lagi menggubris nya.Ia memilih beranjak kembali menuju halaman belakang, dimana ada beberapa pria remaja yang sedang berlatih bela diri.
Rion melepas seragam sekolah nya menyisakan celana kolor saja.Kali ini ia akan menguatkan benteng kokoh nya agar tidak mudah runtuh. Ia kembali men sugesti diri nya sendiri bahwa ia tidak membutuhkan belas kasihan.
NB
Sorry poll kalau part nya sedikit, karna waktu di real life juga agak sibuk🙏
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA KAKA
__ADS_1
thankyou
ig. ini_amelll_