Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
15.Teletabis


__ADS_3

Brakkk...


Suara pintu di buka dengan keras hingga menimbulkan suara gebrakan.


"Revan ada apa ?" Tanya Nyonya Ayu sembari mengelus dadanya sebab terkejut dengan tingkah laku putra nya.


"Dimana Adya ?" Tanya Revan dengan sorot mata tajam.


"Mungkin dikamar nya"


Tanpa basa basi Revan hendak melanjutkan langkahnya menuju kelantai dua.


"Jika ada masalah, selesaikan baik baik" Nasihat Nyonya Ayu kepada putra nya sebelum menapakkan kaki nya di tangga.


Revan tidak menjawab, ia tetap melangkahkan kaki nya.


lagi dan lagi, Revan membuka pintu dengan kasar.Pandangan pertama yang menyapa penglihatan nya adalah seorang gadis tengah bersimpuh dilantai dengan beberapa helai pakaian.


Sepulang dari kost an adik nya, Adya memilih untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar.Lalu beberapa menit setelah nya, seorang pelayan datang membawa pakaian yang sudah dicuci bersih.Adya yang merasa sungkan dengan pelayan, memilih untuk merapikan pakaian nya kedalam lemari sendirian.


Saat tersisa beberapa pakaian lagi, ia dikejutkan dengan suara pintu yang didobrak dari luar.


Seorang pria berdiri ditengah pintu dengan wajah yang memerah dan tatapan yang tajam, setajam silet.


"A-ada apa,Pa ?" Adya bertanya dengan gugup.


"Kau dari mana saja ?" Tanya Revan dengan suara yang menekan.


"Ha-nya mengunjungi Devon" Balas Adya dengan melangkah kan kaki nya kebelakang.


"Lalu apakah pantas seorang wanita yang memiliki suami berpelukan dengan pria lain ?" Revan tetap melangkah kan kakinya ke depan hingga Adya sendiri sudah mentok pada meja rias.


"Aku tidak mengerti dengan masud Papa" Kini kening Adya berkerut.Bahkan ia hanya pergi ke kost Devon, tidak mampir kemana pun.


"Lalu ini apa Hahhh?" Bentak Revan sembari menunjukkan sebuah foto didalam ponsel nya.


Kening Adya tetap mengerut.Bukankah ini foto dirinya dan Devon, kenapa bisa sampai di ponsel Revan.


"Itu Devon lalu kenapa ?" Adya tetap bertanya lantaran belum mengerti arah pembicaraan Revan.


"Meskipun kita menikah paksa, setidaknya kau harus tahu diri untuk tidak bersentuhan dengan pria lain bahkan sampai memberinya uang." Ucap Revan yang sudah kepalang emosi.Entah kenapa melihat istri nya berpelukan dengan pria asing, membuat nya sangat marah.Tanpa disadari, ia sudah terbakar api cemburu.


"Cukup Pa.Devon adikku.Dia tanggung jawab ku.Sudah sepantasnya aku membiayai kehidupan nya" Adya ikut berteriak karna tidak terima dikatakan tidak tahu diri oleh pria didepan nya itu.Tanpa terasa, kedua matanya mulai berkaca kaca.

__ADS_1


Revan mematung, ada apa ini


"Adik ?" ucap nya dengan suara yang sudah tidak lantang seperti sebelum nya.


"Asal Papa tahu.Aku mau dijadikan sebagai penebus hutang juga karna adikku.Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk satu satu nya keluarga yang ku punya.Apa salah hah ?"


semua curahan hati dikeluarkan oleh Adya.Memang benar,akhir akhir ini dirinya tidak dapat mengontrol emosi nya ,hingga sesekali meledak ledak.


Adya melangkahkan kaki nya meninggalkan Revan sendirian.Biarkan saja pria angkuh itu merenungi perbuatan nya.Adya marah juga kecewa.


Setelah apa yang ia lakukan kepada putra Revan, ia masih dikatakan tidak tahu diri oleh nya.


Sh*ttttt


Revan merutuki kebodohan nya.Betapa kejam dirinya yang sudah mengatakan hal hal buruk pada istri nya sendiri.


Sungguh awalnya ia marah karna mengira Devon adalah kekasih Adya,ia tidka menyangka jika pria itu adalah adik kandung Adya, yang berarti juga adik ipar nya.


Ia segera meraih ponsel nya dan mengetikan sesuatu pada Jhon.


Revan


Bawa anak buah mu untuk mengikuti istri ku


baik tuan


Pikiran Revan sedikit kacau.Ia kembali mengingat perkataan Adya beberapa waktu lalu "dibalik air yang tenang, terdapat pusaran yang menghanyutkan"


Memang benar, karna saat ini dirinya tenggelam dengan seribu penyesalan dan rasa bersalah.


drtt drttt


"maaf bos,pihak Jepang sudah tiba lebih awal dan ingin segera bertemu dengan anda"


"Dimana ?"


"saya share lokasi sekarang"


tut...


hufff...biarlah Adya menenangkan dirinya terlebih dahulu.Untuk saat ini ia harus menyelesaikan pekerjaan nya.Setelah selesai dengan pertemuan nya, ia akan memikirkan bagaimana caranya berbicara dengan istri nya.


*

__ADS_1


Disisi Adya, ia pergi dengan memakai sebuah hoodie berwarna hitam.Motor trail yang gagah itu ia kendarai dnegan kecepatan diatas rata rata.


Dibalik helm full face nya, Adya menitikan air mata.


Ia juga heran mengapa perasaan nya mudah tersentuh.Bahkan untuk hal sepele seperti kejadian dikamar bersama suami nya tadi.


Setelah puas mengeluarkan tangisan nya, Adya membawa motornya menuju ke basecamp.Ia ingin mampir dan mengecek keadaan anak anak meski sebentar.


"Good evening my queennnnnn" sambut Yogi yang kala itu melihat Adya memarkirkan motornya pada halaman samping.


Adya melepaskan helem nya lalu mengenakan kaca mata berwarna hitam.Aura terpancar sangat kuat membuat beberapa anak Black Rose yang sedang berlatih memilih untuk berhenti sejenak.


Yogi menghela napas nya.Ia harus banyak banyak bersabar karna Queen nya sangat irit bicara jika dengan mereka,hampir hampir mirip dengan Bima lah ya.


Bima dan Frans yang terlibat obrolan serius, sejenak menolehkan kepala melihat kedatangan Queen nya yang di ikuti oleh Yogi.


"Welcome Queen" Teriak Frans yang entah kenapa bersikap seperti Yogi.Sebenarnya ia hanya ingin mencair kan suasana karna dari wajah nya sudah terlihat jika sang Queen sedang ada masalah.


Bima beranjak menghampiri Adya yang hanya berdiri di samping sofa panjang.


"Ada apa ?" Tanya Bima dengan wajah datar kala menatap kearah mata Adya.


Meskipun Adya memakai kaca mata, namun Bima masih dapat melihatnya dari atas.Jangan lupa jika Adya memiliki tinggi badan rata rata perempuan pada umum nya.Sedangkan Bima memiliki tubuh tegap dan juga tinggi.


Bima membawa Adya kedalam pelukan nya.


"Wanita boleh menangis saat lelah" Ucap Bima yang tidak ingin Adya memendam nya sendirian.


"Queen...." Yogi dan Frans berucap dengan lirih lalu mendekat kearah Bima dan Adya.Mereka berdua juga ikut mendekap Queen nya hingga Adya tertutup dengan tubuh tinggi mereka.


Bukan nya menangis, kini Adya malah menikmati kegiatan yang mereka lakukan.Ia bersyukur memiliki mereka dan juga Black Rose, hingga ia dapat merasakan apa itu keluarga.


"Wah wahhh ada apa niihhhh" Teriak heboh seorang pria yang baru sampai dan menghampiri beberapa anak manusia yang sedang berpelukan seperti teletabis.


Adya yang sudah kesulitan untuk bernapas segera mendorong mereka semua hingga ada yang terjungkal.


Yogi tertawa dengan keras saat melihat frans jatuh diatas sofa.


Bima kembali duduk dengan wajah yang stay cool.


Sedangkan Devon yang baru sampai, menekuk wajah nya lantaran ia tidak jadi ikut berpelukan bersama.


Adya mengangkat ujung bibir nya dengan tipis lalu mencubit sedikit bibir milik adik nya yang mengerucut seperti jalan keluar nya tai ayam

__ADS_1


Jangan lupa sumbangan like nya Kakak


__ADS_2