Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
32.Sikap Revan Yang berbeda


__ADS_3

akhir nya asisten Bram membawa Nyonya muda dan tuan kecil nya untuk menemui sang pemilik gedung.


Setelah keluar dari lift, mereka menginjakkan kaki di lantai 25,dimana lantai itu hanya berisikan sekertaris dan bos saja.


Tok tok tok


Bram mengetuk pintu terlebih dahulu


"terimakasih asisten Bram" tidak lupa Adya mengucapkan kata terimakasih.


"Tidak masalah nona.Saya juga meminta ijin untuk membawa tuan Raffa keluar sebentar." Bram mengutarakan ijin nya


"baik lah"


"Raffa, ingatlah untuk selalu menjadi anak mami yang baik, tidak boleh mempersulit asisten Bram, oke ?" Adya menyamakan tinggi nya dengan Raffa dan memberi sedikit nasehat.


"oke, Mam" Raffa pun berlalu pergi dari hadapan Adya setelah memberi kan kecupan singkat.


Setelah kepergian Raffa dan asisten Bram, Adya membalikkan badan dan masuk kedalam ruangan.


Bau maskulin langsung menyapa hidungnya saat ia masuk ke dalam ruangan.


Benar benar menggoda


Indra penglihatan nya mengabsen setiap sudut di ruangan tersebut, rapi dan bersih.


disebelah kanan nya terdapat sofa untuk menerima tamu, sedangkan sebelah kiri nya terdapat meja kerja yang saat ini telah ditempat ii sang pemilik nya.


Revan, dirinya terlihat sangat fokus menatap layar komputer.Tak jarang dirinya mengerutkan kening dan menghela napas pelan.Sangat terlihat raut raut kelelahan pada wajah nya.


"Ada apa, Bram ?" Ucap Revan tanpa mengalihkan pandangan nya.


Adya merasa tersentak dan kesadaran nya pun mulai kembali.Ia segera menghilangkan pikiran pikiran yang ada di kepala nya, ia harus memantapkan hati pada tujuan awal nya yang menghantarkan Raffa sekaligus membawakan makan siang.


ekhemm


"Siang, Pa" Sapa Adya pertama kali.


seketika Revan mendongak kan kepala nya.Nampak raut tidak percaya ketika ia melihat seseorang yang kini berada di depan nya.

__ADS_1


"Kamuuuu ?" Revan mengangkat kedua alis nya seolah menuntut jawaban.


"Maaf tidak mengabari Papa terlebih dulu."


ucap Adya malu, lalu ia menunjukkan sesuatu yang ia bawa


"ini ada titipan makan siang dari Mama"


ia memutuskan untuk berkata bahwa makanan itu adalah titipan dari sang mertua.


"Dimana Raffa ?" tanya Revan.


"asisten Bram meminta ijin untuk membawa Raffa pergi keluar." Adya menjelaskan dengan santai.


Revan yang mendengar itu sudah tidak asing lagi.Biasa nya Raffa akan menagih sesuatu yang telah di janjikan oleh asisten nya.


"duduk lah, aku akan menyelesaikan pekerjaan ini" Lanjut Revan dengan mata mengarah pada layar komputer yang masih menyala.


Adya pun menuruti ucapan Revan, ia membawa makanan itu untuk ikut duduk pada sofa di sebelah nya.


badan nya memang duduk, tapi matanya tidak dapat berhenti untuk melihat setiap barang yang ada pada ruangan itu.


hampir 30 menit Adya berdiam diri, kini ia pun mulai jenuh menatap seorang pria yang tampak tidak bosan menatap ke arah komputer.


"Apakah masih lama ?" Adya memberanikan diri untuk bertanya.


dorrrrr


Revan terlalu fokus pada pekerjaan nya hingga ia lupa ada seorang gadis yang tengah menunggu nya.Ia yakin gadis itu merasa bosan.


"maaf aku aku lupa jika kau datang kemari"


Revan mulai beranjak meninggalkan meja kerja nya.Saat kaki nya melangkah, tangan nya bergerak untuk melepaskan jas dan juga dasi yang mulai mencekik lehernya.


Revan pun duduk dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"Pekerjaan ku sangat banyak" Revan mulai mengungkapkan perasaan nya sembari memejamkan mata dan tangan nya ia gunakan untuk memijat pelan kening nya.


"Jangan terlalu di paksakan, Papa juga butuh waktu untuk istirahat" Adya merasa kasihan pada pria itu.

__ADS_1


ia saja yang baru masuk 30 menit sudah merasa bosan, apalagi pria itu yang menghabiskan hampir semua waktu untuk berada pada ruangan membosankan ini.


Revan membuka matanya perlahan.Netra nya menatap gadis yang berada di samping nya.


"bisakah kamu mengubah panggilan itu ? Rasanya sangat tidak nyaman jika aku boleh berkata jujur"


"lalu harus memanggil apa lagi ?" Adya heran pada pria dewasa ini, memang apa salah nya jika dirinya memanggil papa.


"panggil Mas, karna aku suami mu" Ucap tegas seorang Revan yang tidak ingin dibantah.


"M-mmmaasss ?" Adya tergagap saat mendengar itu.


"good girl" Revan menyunggingkan senyum nya, dan itu terlihat sangat mengerikan di mata Adya.


Di saat Adya masih melongo, Revan menggerakkan tangan nya untuk membuka rantang berisikan makanan.


empat sehat lima sempurna, jika ditambahkan susu.Sayang nya hanya terdapat air putih saja, tapi tidak mengapa itu adalah pengalaman pertama Revan dibawakan makanan oleh istri nya.Jangan tanyakan bagaimana sikap almarhumah istri nya, karna Sarah sangat bersikap masa bodoh terhadap suaminya.


"terimakasih" ucap Revan setelah menghabiskan makanan nya.


"untuk apa ?" Adya dibuat bingung dengan sikap bapak tiga anak ini.


"untuk makanan nya, apa lagi"


"o-ohhh"


Revan memajukan wajah nya di samping wajah Adya lalu berkata,


"Terimakasih, dan masakan mu sangat nikmat" lalu Revan beranjak untuk pergi ke toilet.


"jantung ku" gumam Adya sembari mengelus dada.


...----------------...


Maaf untuk semua nya, sudah 1 bulan nggak update karna kendala hp mati.


Setelah ini author pastikan akan update rutin 🙏🙏🙏🙏


jangan lupa like, dan komen nya kakak

__ADS_1


__ADS_2