Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
08.Perusahaan Kelas Atas


__ADS_3

Tok Tok


pintu sebuah ruangan diketuk dari luar, lalu masuklah seorang pria dengan setelan jas dan sebuah map ditangannya.


"Apa ada meeting lagi setelah ini ?" Tanya seorang pria yang duduk pada kursi kebesarannya.


"Tidak ada Tuan.Setelah makan siang nanti hanya menunggu laporan dari kepala divisi keuangan" Jawab Bram yang menjabat sebagai asisten sekaligus sekertaris pribadi Tuan Revan.


"Apa gadis itu sudah pulang ?" Tanya nya tiba tiba yang teringat pada seseorang.


"Maksud anda, Nyonya muda ?"


Tuan Revan hanya berdehem saja sebagai jawaban.


"Dari laporan anak buah saya,Nyonya sudah keluar dari kediaman Maheswara namun belum sampai dirumah Tuan." Jelasnya setelah membaca laporan dari anak buah nya.


Sejak ia membuat kesepakatan dengan istri nya,Tuan Revan menugaskan beberapa anak buah Bram untuk memberi pengawalan.Yang pasti dia tidak ingin kecolongan oleh orang yang masih tergolong baru.


"Bukankah dia menyanggupi saat ku beri waktu sampai Raffa pulang dari sekolah ?" Batin Tuan Revan yang mulai ragu.


"pergilah" Usir pria dingin itu tanpa sungkan pada asistennya.


......................


Diwaktu yang sama dengan tempat yang berbeda.


"QUEEN tangan lo kenapa ?" Teriak histeris seorang pria yang tak lain adalah Yogi.


Namun saat melihat sang empu hanya berwajah datar ia tidak melanjutkan ucapannya.Ia meraih tangan gadis itu dan menariknya masuk kedalam.


Semua yang melihat kedatangan Queen ingin menyapa namun urung saat mendapat kode dari Yogi.


"istirahat gih" ucap Yogi kepada Adya.


Setelah Adya masuk kedalam kamar nya, semua berkumpul diruang tengah.Ada Bima,Frans,Yogi ditambah dengan Devon.


"Mungkin ada sesuatu yang terjadi waktu Kak Adya pulang kerumah" Ucap Devon mulai menerka.

__ADS_1


"Gue udah kesel pengen bantai mereka" Ucap Yogi yang ikut emosi.


"Queen nggak selemah itu." Ucap Bima menatap temannya satu per satu.


"Lo udah tahu kalau Queen nikah ?" Lanjut Bima bertanya.


"Maksud kalian, Kak Adya pergi beberapa hari ini buat nikah ?" Balas Devon


Bima menjawab dengan berdehem sedangkan dua lainnya mengangguk serempak.


Devon menghela napas nya.Ia sudah menduga saat itu kakak nya pergi tanpa pamit pada dirinya,karna tidak ingin ada hambatan.


"Trus gimana sama suami nya Kak Adya ?"


"Duda anak 3 " balas Frans


"Apa ?" Mata Devon membulat.Ia tidak menyangka akan mendapat kejutan akan hal itu.


"tapi dia kaya" celetuk Yogi tiba tiba.


Mendengar kalimat Yogi,membuat Bima si pria kejam mendengus kesal.Ia sendiri juga masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Queen nya menikah dengan duda anak 3.Ia sudah mencari tahu semuanya, namun identitas pribadi milik pria tersebut sangat sulit untuk dibuka.Jelas saja, karna suami Queen nya adalah seorang pebisnis yang memasuki kelas bagian atas.


"Lagi ngomongin apa?" Suara seorang gadis menyapa indra pendengaran empat pria yang berada diruang tengah.


"Lo udah nikah kak ?" Devon keceplosan saat melihat kakak nya menghampiri.


Adya mengangkat kedua alis nya lalu beralih menatap kearah Bima.Pria kejam yang ditatap oleh Queen nya merasa salah tingkah.Bukan karna jatuh cinta, melainkan ia sedang merasa tertangkap basah.


"Sorry" Hanya satu kata yang mampu diucapkan Bima.


Sungguh luar biasa bukan.Yogi dan Frans selalu merasa heran.Bagaimana bisa seorang Bima takut pada Queen nya yang memiliki tubuh kecil ini.


"Nggak perlu cari tahu tentang gue.Gue malah merasa nyaman di sana."


"Dia seorang pebisnis, tapi gue belum tahu apa nama perusahaan nya karna belum sempat cari informasi." lanjut Adya menjelaskan.


"Dominion Corp" Sahut Bima

__ADS_1


Adya tertegun sejenak.Perusahaan itu memiliki kedudukan teratas.Meskipun ia tidak tahu tentang dunia bisnis, namun nama perusahaan itu selalu muncul dari media.


Entahlah, mungkin ia harus bersyukur karna yang menikahinya adalah manusia beruang.


"Dev" Panggil Adya lirih.


"kenapa Kak ?" Balas Devon


"Keluar dari rumah itu,please" Mohon Adya dengan wajah tatapan sendu.


"Kemanapun Lo pergi, gue bakal ikut." Ucap Devon tanpa ragu.


Setelah mereka mengobrol dan sedikit membahas tentang Black Rose, kini matahari sudah mulai berjalan kearah barat.Tanpa disadari, Adya melupakan kesanggupan nya pada sang suami saat pagi tadi.Dengan buru buru ia menyahut ransel nya dan bergegas menaiki motor kebanggaan nya untuk pulang ke mansion Mahanta.


Pukul empat sore,Adya memarkirkan motornya di garasi seperti pagi tadi.Jantung nya sudah berdegup tak karuan apalagi melihat mobil yang dipakai Tuan Revan sudah berada ditempatnya.


Ia meramalkan segala doa agar tidak bertemu dengan pria kaku itu.


"ekhemm" Deheman yang keras dilayangkan seorang pria pada gadis yang baru saja hendak menaiki tangga.


"H-hai Pa" Ucap Adya yang salah tingkah saat tertangkap basah disini.


Entah kenapa, keberanian nya selalu hilang saat berhadapan dengan anggota mansion ini.


"Maaf" Ucap Adya lirih dengan kepala menunduk saat tahu pria didepan nya ini sedang marah.


Tuan Revan mendekat hingga nyaris menempel dengan tubuh kecil Adya.Ia memajukan kepalanya hingga berada di samping telinga gadis itu.


"Saya tidak suka jika ada yang melanggar perintah" Bisiknya dengan suara yang ia tekan kan.


Adya meremang.Bisikan itu bagaikan suara dari neraka yang ingin menguliti dirinya saat itu juga.Ia bahkan tidak berani menjawab atau hanya sekedar menatap mata suami nya.


Tuan Revan berlalu pergi tanpa menoleh kembali.Ia merasa marah, namun entah kenapa sangat sulit untuk ia luapkan.Saat melihat raut wajah yang lelah dari gadis itu, ia merasa tidak tega.Bahkan ini bukan kebiasaan nya.Ia yang kalut memilih pergi ke ruang kerja nya untuk melampiaskan kekesalan nya dengan setumpuk berkas, karna untuk hari ini ia juga pulang lebih awal dari biasa nya.


"Mami dari mana ?" Tanya seorang anak kecil saat berpapasan dengan Adya diujung tangga lantai dua.


"Maaf ya Mami baru pulang, tapi Raffa sudah wangi seperti ini" ucap Adya yang merasa bersalah pada anak kecil itu.

__ADS_1


"its okay Mami" Balas Raffa dengan senyum yang menggemaskan.


Tanpa disadari ada seseorang yang menatap dengan sinis saat melihat keakraban yang terjadi antara ibu dan anak itu.


__ADS_2