Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
38.Tidak menghormati


__ADS_3

"Ternyata cuma segini kemampuan Lo, pantesan nggak berani ikut berantem,ohh iya lupa, Lo kan anak Oma hahaha" Ucap Daniel meremehkan di susul tawa Fredy teman nya.


Rion masih diam saja.


Daniel yang kesal akhir nya menggunakan jurus terakhir,


"Lo tau nggak, Lo itu sama rendah nya dengan Mama Lo" Ucap Daniel dengan menekan kan kalimat terakhir nya.


Bugh bugh bugh


tiga kali serangan langsung di luncurkan oleh Rion.Mulut nya memang diam, namun tatapan mata nya tidak dapat berbohong.Ia marah, bahkan sangat marah, namun tanpa ada yang menyadari sebenar nya tatapan mata itu lebih kepada perasaan kecewa, bukan sekedar marah.


Akhir nya mereka bertiga saling menyerang hingga keluar dari area toilet.


"HENTIKAN!!!!" Teriak seseorang yang baru datang, hingga mereka juga berhenti dari kegiatan baku hantam.


...----------------...


Di sini lah mereka berada.Ruangan BK yang menjadi tempat singgah bagi siswa yang berbuat kesalahan.

__ADS_1


"Ada yang bisa jelaskan?" Tanya Pak Agung dengan tegas.Wajah nya sudah merah padam karna emosi melihat ke enam siswa di depan nya.


"Dia duluan yang mulai Pak" Jawab Daniel menunjuk ke arah Rion.


"Apaan mulut Lo" Balas Fian tidak terima.


"Mereka duluan Pak,liat aja wajah kita sampai babak belur begini." Ucap Hari yang menunjukkan wajah nya dan kedua teman nya.


"enggak pak, jangan fitnah ya mulut sampah Lo" Fian kembali tersulut emosi.


"Tuh kan Pak.Dia tuh emosian" Ucap Fredy yang ikut ikutan


"Kalian itu sudah kelas 12.Tidak sepantas nya berbuat hal seperti ini!"


"Tapi emang mereka duluan Pak." Ucap Daniel kembali menyalahkan Rion.


"Rion apakah benar ?" Tanya pak Agung kepada Rion.


Namun sang empu yang di tanya hanya diam saja.Tidak ingin menjawab pertanyaan dari guru nya.

__ADS_1


"Kalau kamu diam saja, artinya Daniel berkata dengan benar,Rion." Ucap Pak Agung yang kesal tidak mendapat jawaban.


"Apapun yang terjadi kalian tetap salah, bahkan ini adalah hal terparah yang kalian lakukan."


"Daniel, kamu sudah besar seharus nya bisa mengontrol emosi.Apa kamu tidak malu pada Papa mu yang selalu memberikan yang terbaik?"


"Rion juga, harus nya bisa menjaga sikap, sudah datang terlambat, masih berkelahi , apa orang tua mu tidak tahu tentang hal ini, terlebih lagi Mama kamu ?"


"Tutup mulut anda!" bentak Rion yang marah ketika pak agung mengatakan persoalan Mama nya.


"patut kah seorang siswa berteriak pada guru nya?" Ucap Pak Agung merasa di rendahkan.


"Bahkan anda tidak pantas untuk di hormati karna anda tidak bisa menjaga mulut anda" Ucap Rion tak kalah menusuk.


"Baik karna kamu sudah tidak sopan, lihat saja, dan kalian semua juga" Ucap pak agung yang merasa terpojokkan, akhirnya memilih mengambil data siswa untuk mencari nomor telepon orang tua masing masing.


"Gimana Yon?" Tanya Fian dengan berbisik.


"Lo tau apa yang bakal terjadi" Balas Rion menyunggingkan senyum sinis nya. Karna ia yakin, papa nya tidak akan datang kesini seperti hal hal yang sudah terjadi.

__ADS_1


sedangkan Daniel terlihat sangat santai bahkan puas, setelah ini pasti papa nya akan datang dan memberikan pembelaan pada nya, karna Daniel adalah anak tunggal yang sangat di sayangi oleh orang tua nya.


__ADS_2