
Dengan di pimpin oleh Rion, akhirnya mereka pun pergi meninggalkan warung Mbak Mi.
Terdapat satu baris tembok yang tidak terlalu tinggi bagi mereka, namun tetap sangat tinggi bagi kaum biasa.
Tembok samping sekolah bagian belakang inilah yang menjadi jalan ninja mereka untuk menyelinap masuk ke dalam ketika gerbang depan tidak segera di buka.
Jangan tanya apakah mereka sering melakukan ini, bahkan memanjat tembok ini bisa di katakan hobi karna sering nya di lakukan oleh mereka.
Pertama di lakukan oleh Rion,ia sedikit berancang ancang lalu melompat hingga kedua tangan nya menggapai tembok bagian atas, setelah nya ia memberi dorongan dengan kaki hingga ia sampai di atas dan melompat ke bawah dengan selamat.
"Lah tumbenan si Rion naik duluan" Fian merasa heran.
"Awas Kalo Lo nyusahin" Ancam Zevo kepada Fian.Sedangkan yang di ancam hanya tertawa saja.
kini Fian mulai menyusul apa yang di lakukan oleh Rion, sampai di atas ia masih aman dan melirik Zevo dengan cengiran khas nya, tidak berselang lama tiba tiba,
srett brakkkk
"Aduhh kampret, gue kagetttt anying"
dua pria itu saling terguling di atas rumput akibat saling bertubrukan saat di atas.Mengapa mereka bisa bertubrukan, karna Fian yang tidak kunjung turun, sedangkan Zevo tidak sabaran untuk ikut memanjat.
"Lo yang ngapain nggak langsung turun bego, gue kan juga mau manjat" Umpat Zevo yang tidak terima.
"Aduhh sakit anying" Rintih Fian mengelus siku dan bokong nya yang terbentur tanah.
Sedangkan satu pria yang mulai jengah, hanya menatap dengan datar dan berlalu pergi tanpa sepatah kata.
"ehh ehh tungguin Yonnn" teriak Fian sambil berdiri hendak menyusul.
"temen nggak ada akhlak emang" umpat Zevo yang juga ikut menyusul.
kini ketiga nya pergi melalui sebuah bangunan yang digunakan sebagai gudang kedua di dalam sekolahan tersebut.Tentu saja hanya siswa siswa tertentu yang berani masuk ke area ini, karna terletak jauh dari keramaian.
Rion berjalan dengan sangat santai nya, berbeda dengan Zevo yang was was jika ada guru mengetahui perbuatan mereka.
"Kalian bertiga Stopp!!!" Teriak seseorang.
"Aduh mampus"
__ADS_1
"ketos sialan"
"ckkk"
umpatan mereka keluarkan saat mendengar teriakan seorang laki laki yang sudah tidak asing lagi.Dia adalah Yoga, si ketos cerewet.
"Kalian lagi kalian lagi,nggak bosen apa, tiap hari telat Mulu" Yoga mengomel dengan kecepatan diatas rata rata.
"Lah Lo juga nggak capek apa ngomel Mulu" balas Fian tidak mau di omeli.
"ckk yokk ikut gue" Yoga dengan muka kesal nya meraih lengan Fian untuk ia gandeng agar tidak kabur.
sedangkan Fian yang tidak ingin di hukum sendirian ikut meraih lengan Zevo, begitupun Zevo yang juga meraih lengan Rion.
Aksi saling menggandeng ini ia lakukan hingga sampai di depan ruangan BK (Bimbingan Konseling)
Seorang guru yang melihat kedatangan kereta berjalan ini ikut berdecak kesal.
"Assalamualaikum Pak" Sapa Yoga ramah.
"waalaikumsalam, langsung suruh bersihkan toilet saja Yog,Bapak capek" Ucap guru BK dengan wajah malas nya.
"baik Pak, permisi"
"sumpah mending bersihin toilet dari pada dengerin Lo ngomel" Sewot Fian
Kini sampailah mereka pada toilet bawah yang berada diujung bangunan.
"nah kalian bersihin yang ini dulu, habis tu yang di ujung sana juga.Jangan sampai lari yaa, awas aja" Ancam Yoga yang pergi meninggalkan ketiga kakak kelas nya.
Memang benar, Yoga adalah siswa kelas 11 ,sedangkan Rion dkk kelas 12.Meskipun begitu, Yoga tidak pernah takut pada ketiga nya karna seberani apapun, ketiga nya tidak mau bertanggung jawab saat berbuat ulah.
"nihhh..." Rion mengambil perlatan dan membagi nya dengan Zevo serta Fian..
Tanpa basa basi Rion mengerjakan bagian nya, begitu pun Zevo dan Fian.
"dahlah males gue" gerutu
menyapu dan mengepel sudah mereka lakukan, ada satu bagian terakhir yang selalu mereka hindari, yaitu menyikat bagian kloset.
__ADS_1
baru dua kali sikatan, Fian sudah berlagak hendak muntah saja.
"Gue bener bener nggak kuat" Rengek Fian tidak ada henti nya.
"berisik Lo monyet" Umpat Zevo yang jengah.
"Apaan Lo Ini semua gara gara Lo ya, temen monyet"
"gara gara si Daniel kudanil juga nih, pakek acara berantem segala, mana cuma karna cewek lagi"
Brakk
"ehh kaget gue" ucap Fian yang terkejut.
"Apa apaan Lo" tanya Zevo yang juga ikut terkejut dengan kedatangan Daniel dkk dengan pandangan yang tidak baik.
"Cihh mulut Lo kek sampah" Ucap Daniel berdecih.
"Halah hajar Niel, tadi mereka kabur bukan nya bantuin kita" kompor satu teman Daniel bername tag Hari.
"hehh Hari Senin,yang muka nya segelap Senin pagi, apa maksud Lo" Ucap Fian tidak terima dengan perkataan Hari.
Rion yang sedang berada didalam toilet paling ujung, mulai menampakkan diri saat mendengar suara keributan.
"Ada apa ?" Tanya Rion dengan wajah datar nya.
"Lo liat muka gue, kalo aja Lo nggak ninggalin gue, pasti wajah gue nggak jadi gini" Tuding Daniel dengan wajah marah nya kepada Rion.
"Cihhh, Lo yang punya masalah kenapa gue yang harus ngurusin" Balas Rion santai.
"Lo tuh Cupu Rionn.Karna nggak berani ikut berantem di jalan, Lo tuh cuma jago kandang" Ucap Daniel semakin menjadi.
"Jaga mulut Lo,.brengsek" Balas Fian yang mudah terpancing emosi nya.
"Halah kampung diem Lo" Teriak Hari dengan menunjuk ke arah Fian.
Fian yang tidak terima akhir nya meninju wajah Hari dan begitu pun sebalik nya.
Saat fokus nya berada pada Fian dan Hari, tanpa di duga Daniel juga ikut menyerang Rion.
__ADS_1
Rion yang sedang tidak fokus, cukup terkejut dengan serangan yang mendarat di ujung bibir nya.
"Yonnnn" teriak Zevo khawatir.