Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
17.Revan Lelah


__ADS_3

puluhan pengawal tengah menjaga ketat jalur khusus untuk Bar XX.Seorang pria yang sudah tidak sadarkan diri dipapah oleh dua orang berbadan besar menuju pada parkiran.


sedangkan satu pria yang tidak asing, nampak mengikuti di belakang dengan pandangan yang sedikit waspada.Pasalnya, menjaga keselamatan sang tuan adalah tugas utama nya.


*


Didalam kamar, seorang gadis baru saja menyelesaikan ritual mandi nya.Heran nya, seseorang yang ingin ia lihat belum juga berada disini.


Ia memutuskan untuk keluar kamar mencari informasi.Namun, ternyata orang orang dirumah hanya tahu jika Tuan Revan pergi keluar tanpa tahu kemana tujuannya yang pasti.


Gadis itu ingin menunggu beberapa saat lagi sembari menuju ke kamar putra bungsu.


"Mami.." Sapa Raffa saat ibu sambung nya masuk kedalam.


"Sudah bisa mengerjakan sendiri, ya.Pintar sekali." Ucap Adya girang kala mengetahui hasil kerja Raffa.


Raffa tersenyum girang hanya dengan pujian yang dilontarkan oleh Adya.


Adya yang gemas melihat wajah bulat bocah kecil itu dengan singkat mencubit pelan pipi nya.


Bukan nya mengaduh kesakitan,Raffa malah mengeraskan tawanya kegelian.


Dan itu semua, tak luput dari pandangan seorang wanita paruh baya yang mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.Ia pun beranjak pergi membawa kehangatan itu untuk kembali ke kamar nya sendiri.


"Sebelum tidur, ada baik nya kita bercerita dulu.Setuju ?" Nego Adya yang sudah berada diatas ranjang bersama bocah kecil itu.


"Bercerita seperti kancil dan harimau ?" Tanya Raffa yang ingat tentang cerita yang dibahas oleh Miss Sinta saat disekolah.


Adya tertawa dan kembali mencubit pipi bocah kecil yang sangat menggemaskan itu.


"Lama lama pipi Raffa akan habis jika dicubit oleh Mami terus menerus." Rajuk Raffa dengan wajah yang dibuat buat.


"Mami akan memberimu makan yang banyak supaya pipi mu ini tambah tembam." Balas Adya tak ingin kalah.

__ADS_1


"Tapi kata Miss Sinta, pipi tembam itu tanda mendapat cinta yang banyak."


"Miss Sinta berkata seperti itu ?"


"Iya.Karna setiap hari teman teman Raffa akan bertanya mengapa pipi Raffa besar, lalu Miss Sinta akan menjawab..." Raffa berceloteh panjang lebar dan mulai berdiri di atas kasur sembari mengikuti gaya Miss Sinta.


.


"Anak anak, Raffa memiliki pipi besar karna mendapat cinta dan kasih sayang yang sama besarnya dari Papa dan Mama." Lanjutnya memperagakan.


Adya mengulum senyum nya dan setia melihat tingkah laku yang putra.


"Miss Sinta berkata dengan sangat benar." Ucap Adya membenarkan cerita Raffa.


"Raffa tidak punya Mama, tapi masih ada Mami Adya.Apakah Mami Adya mencintaiku ?" Raut wajah Raffa berubah menjadi sendu.Ia tidak ingin terlalu berharap akan hal itu.


Melihat perubahan mimik wajah Raffa, Adya segera menarik nya untuk ia dekap dengan erat.


."Tentu saja Mami Adya sangat mencintai anak tampan dan juga menggemaskan seperti Raffa." Sahut Adya menghibur.


Adya sendiri yang hanya seorang gadis berusia 20 tahun nampak tersentuh dengan ucapan bocah kecil yang telah resmi menjadi anak nya.


Tidak terasa 20 menit sudah berlalu.Raffa sudah tidur dengan pulas setelah mengobrol sebentar dengan sang ibu.


"Good night bocah kecil." Adya memberikan kecupan singkat di kening Raffa dan pergi meninggalkan nya.


*


"Sudah larut.Kenapa Papa belum pulang." Monolog nya saat melihat ke arah dinding yang terdapat sebuah jam.


TOK TOK...


"Papa bukan ya, tapi kenapa harus ketuk pintu " Gumam nya dengan pelan.

__ADS_1


Sebelum ketukan kembali dilayangkan ,Adya memilih untuk membuka pintu kamar nya.


ceklek...


"PAPA ?" teriak Adya yang terkejut melihat keadaan suami nya pulang dalam keadaan yang sedikit mengenaskan.


"Tolong bantu saya Nona." Ucap Bram yang tidka nyaman karna kesusahan membawa bos nya.


Dengan segera Adya menarik tangan Revan dan membantunya menuju ke ranjang.


"Asisten Bram, Papa kenapa ?" Cecar Adya yang tidak sabar ingin mendengar cerita.


"Nona sebelum nya saya ingin minta maaf " Bram menundukkan kepalanya.


"Minta maaf ? untuk apa ?" Kini Adya berganti heran.


"Tuan sangat merasa bersalah kepada anda atas kejadian sebelum nya."


"Saya berani bersumpah jika Tuan hanya salah paham tentang kiriman foto yang masuk pada ponsel nya." Lanjut Bram.


Lalu Bram juga menceritakan juka Revan bertemu dengan klien dari Jepang dan meminum alkohol hingga mabuk tidak sadarkan diri.


Ia juga memberikan sebuah obat untuk diberikan kepada Revan jika sudah selesai.


Adya pun menghela napas nya pelan.Mungkin semua ini terjadi hanya karna kesalah pahaman saja.Ia yang tidak mempertemukan suami nya dengan keluarga satu satu nya yang ia punya, dan Revan yang tidak memiliki inisiatif untuk mengenal adik iparnya.


Air hangat dan handuk kecil ia gunakan untuk menyeka beberapa bagian tubuh milik Revan,seperti wajah leher tangan dan kaki.


Untuk pakaian ia membiarkan saja, karna tidak berani untuk menggantikan dan juga tidak enak hati jika harus meminta bantuan para pekerja saat sudah larut seperti ini.


"Paaaa.....Revan lelah Revan lelah " Racauan kembali terdengar dari bibir Revan


Jangan Lupa Like Dan Komen Kakak

__ADS_1


Terimakasih🥰


ig. ini_amelll_


__ADS_2