Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
23.Ibu ibu ganjen


__ADS_3

Revan meletakkan putra nya dengan perlahan di atas kasur,agar sang empu tidak terbangun.


Selama satu jam mereka menghabiskan waktu untuk bermain segala jenis permainan.


Tentu saja hanya Adya dan Raffa yang bermain.Revan, pria datar itu memilih untuk menunggu sembari membaca laporan yang dikirimkan oleh Bram ke ponsel nya.


Sesekali netra nya menatap kearah istri dan juga putra nya yang sangat aktif dalam bermain.Tidak jarang sudut bibir nya tertarik keatas saat melihat raut bahagia terpancar oleh kedua nya.


Namun kegiatan mereka dibumbui sedikit drama kecil yang membuat ketiga nya memiliki ekspresi berbeda beda.


Flashback on


"Pa, haus" Ucap Raffa dengan raut wajah nampak lelah.


"Sudah ?" Tanya Revan datar.


kedua nya hanya mengangguk saja.


Saat mereka telah menyetujui untuk pergi membeli minuman, tiba tiba ada rombongan ibu ibu yang meng gibah sembari menatap kearah mereka.


"Ya ampun, Mas ganteng banget.Istri nya kemana, kok antar anak nya sendiri." Goda ibu ibu yang berpakaian dengan cetar.


"Ya ampun anak nya yang besar cantik ya, mirip sama Papa nya"

__ADS_1


"Hallo dek, butuh mama baru nggak ?"


Begitulah kira nya godaan godaan yang dilontarkan oleh rombongan ibu ibu hedon.


Hal itu membuat dua orang merasa risih dan tidak terima.


"Masih nanya istri nya dimana, nggak lihat istri nya ada disini ?" Balas Adya dengan menggebu.Tiba tiba saja, hati nya merasa tidak terima saat ada orang lain menawarkan dirinya untuk menjadi ibu Raffa.


"Ihh masa sih.Nggak percaya tuh, situ aja masih keliatan muda" Ucap ibu ibu tidak percaya.


Adya meraih lengan kiri milik Revan dan merangkul nya dengan erat.


"Maklum lah Bu Ibu.Suami saya kan banyak duit nya, jadi istri nya juga awet muda.Dan yang paling penting nggak ganjen." Sindir Adya dengan tampang yang sombong luar biasa.


Prok Prok Prok


Suara tepukan tangan milik Raffa menyadarkan tentang posisi Adya dan Revan.


Flashback off


*


Ceklek

__ADS_1


Suara pintu terbuka dan masuklah seorang pria kedalam kamar.Adya yang baru saja selesai mandi, merasa jika jantungnya berdetak dengan keras kala melihat siluet berbadan besar.


Revan menghampiri Adya yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin.Ia berdiri di belakang nya menatap lurus kearah mata Adya melalui cermin.


Adya hendak beranjak menghindari suami nya, namun ia terlambat karna Revan tidak membiarkan nya pergi begitu saja.


"A-apa Pa-pa ingin mandi ?" Tanya Adya dengan gugup.


Perlahan Revan memajukan wajah nya hingga tubuh Adya bersandar pada meja rias.Kedua tangan nya ia letakkan di samping kiri dan kanan tubuh Adya agar dirinya tidak dapat melarikan diri.


Adya yang gugup setengah mati, hanya bisa terdiam tanpa kata.Ia sudah merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh Revan.


Revan menarik satu sudut bibir nya membentuk sebuah seringaian.Tangan kirinya ia gunakan untuk memegang dagu Adya agar mau menatap kearah nya.


"Jadi kau sudah mengakui diriku sebagai suami mu ?" Ucap Revan dengan suara berat nya.


"A-ku tidak mengerti maksud Papa" Balas Adya dengan bola mata yang bergerak kesana kemari menghindari tatapan mematikan dari suami nya sendiri.


"Siapkan pakaian untukku" Titah Revan melepaskan Adya dan berlalu pergi ke kamar mandi.


huffff


Akhirnya Adya dapat bernapas dengan lega.Sungguh bapak tua tiga anak ini membuat jantung nya tidak aman.Entah mengapa ia terlihat tampan dan menyeramkan dalam satu waktu sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2