
"hallo ?"
Terdengar sebuah balasan ketika panggilan nya tersambung.
"Gimana kabar lo ?" Tanya Adya basa basi.
diseberang sana yang mendengar suara itu akhirnya sadar jika sang kakak dan segera ingin meluapkan emosinya.
"gila ya lo Kak.Lo kemana aja baru kabarin gue.Jangan jangan lo kabur karna nggak mau nikah,Ya ?" Tanya Devon dengan menggebu.
"Halah lebay lo.Gue mau pulang kerumah ayah lo buat ambil baju, sekalian ke basecamp BS."
"oke gue putar balik ke basecamp lo sekarang" balas Devon dengan sumringah.
tut
telepon dimatikan begitu saja. "kalo nggak adek gue,udah gue tendang lo" Maki Adya menatap ponsel yang dimatikan sepihak.
Setelah selesai bersiap kini Adya melangkahkan kaki nya untuk keluar kamar.
Celana panjang jeans warna hitam dipadukan kaos dan kemeja hitam motif kotak kotak,serta rambut panjang bergelombang yang ia kuncir diatas membuat Nyonya Ayu melongo saat melihatnya.
Kemarin seorang gadis yang terlihat anggun menggunakan dress, saat ini nampak memakai pakaian seperti bocah SMA.
"Ma-mau kemana ?" Tanya Nyonya Ayu yang tergagap karna masih syok dengan penampilan menantunya.
"Adya mau ambil beberapa keperluan di kediaman Maheswara,Ma.Tadi juga sudah mendapat ijin dari Papa." Ungkap nya menjelaskan.
"Papa ?" dahi Nyonya Ayu berkerut.
"Maksudku Papa dari anak anak, hehe" Jelas nya dengan tawa yang dipaksakan.
Nyonya Ayu menghela napas.Dia tidak boleh melupakan bahwa gadis didepannya ini masih di tahap remaja yang mungkin tingkah lakunya sama dengan cucu Pertamanya.
Setelah mendapat ijin,Adya berlalu pergi dari hadapan sang mertua.
"Ohh putraku.Bahkan pada Adya kamu akan memiliki istri sekaligus anak gadis" Batin nya miris menatap sang menantu.
Sampai di garasi Adya tersenyum senang karna melihat seorang pria sedang membersihkan motornya.
"Wahh terimakasih pak sudah mau membersihkan motor saya" Ucapnya dengan senyum yang tidak surut.
Mang Suhar yang bertugas menjaga garasi ini menoleh kearah suara.Ia mengernyit saat melihat seorang gadis menyapanya.
__ADS_1
"Ini teh motornya Non, Ya? Saya kira motornya Den Rion.Panggil Mang Suhar saja." Balas Mang Suhar dengan logat daerah nya.
"Non ini teh pacarnya Den Rion ?" Lanjut Mang Suhar bertanya.
wah wah apa ini.Bisa bisanya Adya dikira pacar anak dari suaminya sendiri.Apakah dia tidak pantas untuk suaminya.Tapi saat ia melihat penampilannya, memang patut dikatai gembel.
"Nama saya Adya mang" Adya tersenyum paksa setelah pikiran nya sempat bercabang.
Mang Suhar yang mendengar nama itu seperti tidak asing.Lalu matanya membulat saat mengingat jika itu adalah
"Ini teh Nyonya muda ? Atuh maaf Nyonya,saya tidak tahu." Ucap Mang Suhar yang merasa bersalah.
"Tidak apa Mang.Panggil Adya daja, tidak perlu pakai embel nyonya"
"kalau gitu saya pakai motornya ya Mang" Sahut Adya yang tidak ingin membuang waktu lagi.
"Sok atuh mangga.Hati hati dijalan."
Setelah Adya melajukan motornya keluar dari garasi, Mang Suhar masih setia menatap dengan tampang yang syok.
"Masyaallah.Itu si Tuan dapat istri dari mana,mana keren pisan eyy"
......................
"Ehh tunggu.Kamu maling ya" Teriak seorang wanita yang berusia sekitar 30 an.
Adya berbalik kearah sumber suara.Ia mengangkat alisnya ketika melihat seseorang yang asing berada dirumah ini.
Wanita yang bernama narsih itu geram lantaran teriakannya tak dihiraukan sama sekali.
"Lo siapa ?" Tanya Adya dengan wajah datarnya.
"Ehh meskipun saya art, tapi saya lebih tua dari kamu ya.Dasar nggak punya sopan santun"
Adya menggeram dalam hati.Selama ini ia bersusah payah mengerjakan pekerjaan rumah sendirian.Namun ketika ia pergi dari rumah ini belum genap sampai satu minggu sudah ada art baru.Bukankah tidak adil baginya.
Adya tidak ingin berlama lama.Ia segera menaiki tangga dan menuju ke kamarnya yang berada dilantai dua.
Saat membuka pintu kamarnya ia heran, karna barang barang didalam nya nampak begitu asing.Saat melihat ke meja rias yang berisi skincare serta make up, ia mulai memahami keadaan.Lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar utama yang berada dilantai bawah.
"Oh jadi anak nggak tahu diri ini yang masuk kerumah orang tanpa permisi ?" Sindir Rosa, ibu tiri Adya.
"Kenapa kamar gue ditempatin sama anak Lo ?" Tanya Adya dengan mata yang sudah menyalang.
__ADS_1
"kamu sudah tidak berhak atas rumah ini,karna kamu bukan lagi bagian dari rumah ini" Balas Rosa yang tidak kalah garang.
"Atau jangan jangan, si duda dingin itu sudah membuang kamu yang tidak tahu diri itu"
"dimana barang barang gue ?" Adya tidak ingin meladeni sang ibu tiri.
"Udah gue suruh buang di gudang sama Narsih" Sahut seorang wanita yang baru saja datang.
Tanpa basa basi Adya menuju ke gudang untuk membuktikan perkataan Risa, saudara tirinya.
Benar saja,semua barang barang Adya mulai dari pakaian hingga buku buku sudah terbengkalai di rak yang usang.Bukan itu yang ia cari, matanya menatap pada sekeliling ruangan hingga ia menemuka sebuah kotak yang jatuh dilantai.
Rosa dan Risa juga membututi Adya kearah gudang.Mereka ingin melihat apa yang sedang dicari olehnya.Ketika Risa melihat Adya memegang sebuah bingkai foto,
"Ya ampun Ma.Ternyata dia masih cari foto busuk itu" Ucapnya memprovokasi.
"Kalian nggak ada hak buat berang barang pribadi gue" Sentak Adya dengan kuat.
Pyarrrrrrr
Adya mematung melihat sebuah bingkai yang sudah pecah kacanya.Sebelumnya, Maheswara yang mendengar suara bising dari belakang mencoba untuk melihatnya.Namun saat digudang, ia melihat putri nya memegang sebuah bingkai foto yang berisi gambar seorang wanita yang ia benci.Karna tersulut emosi, tanpa diduga tangan nya reflek menyahut barang tersebut dan melemparnya ke lantai.
"Apa maksud anda ?" Tanya Adya dengan wajah yang memerah menahan amarah.
"Sudah saya katakan jangan pernah mengingat wanita itu lagi.Apa kau tidak menghiraukan ucapan ayahmu, Adya ?!" Hardik Maheswara.
Adya terkekeh miris.
"Ayah ? PERILAKU MANA YANG MENCERMINKAN BAHWA KAU ADALAH SEORANG AYAH HAHHH ?" teriak Adya yang begitu lantang
"Bahkan aku tidak menyangka jika diriku berasal dari seorang ayah"
"Jangan lupakan kesepakatan kita, karna aku sudah menjadi penebus hutangmu, maka mulai detik itu juga tidak ada hubungan lagi antara kita.AKU,KAU,DAN ADIKKU !"
PLAKKK
sebuah tamparan mendarat kembali pada pipi mulus Adya,pria tua itu pelakunya.
Adya yang sudah dikuasai amarah mulai maju ke depan dan
PLAK PLAK
ia menampar pipi kanan milik ibu tiri nya, dan pipi kiri milik saudara tirinya.
__ADS_1
"Gue Adya Viracantika,akan membalas atas semua yang kalian lakuin"