Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
39.Rion Memakan Umpan


__ADS_3

Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya datanglah pria berbadan buncit yang usia nya di perkirakan menginjak angka 50.Ia datang dengan wajah angkuh nya sangat mirip dengan seorang siswa, yaitu Daniel.Bisa dipastikan ia adalah orang tua Daniel.


"Silahkan masuk Pak Baskoro" Sambut Pak Agung dengan ramah.Pasalnya Pak Baskoro ini adalah salah satu investor di sekolah ini.


Kedatangan Baskoro juga di sambut senyum kemenangan oleh Daniel dkk.


Kedua datanglah seorang pria kurus yang berusia 45 an, dia adalah orang tua Zevo.


"Silahkan masuk Pak" sambut kembali Pak Agung dan beberapa guru lain nya, yang berada di ruangan tersebut.


yang terakhir datanglah dua orang sekaligus yaitu orang tua Hari dan Raka.


"Sebenarnya ada apa Pak?" Tanya Papa Zevo.


"Akan saya jelaskan, tetapi kita tunggu dulu karna masih ada dua wali murid yang belum datang." Jelas Pak Agung.


"Daniel, kenapa dengan wajahmu, kenapa banyak luka seperti ini ?" Tanya Pak Baskoro dengan wajah khawatir nya.


"nggak ada apa apa Pa, ini nggak sakit kok" Balas Daniel memasang wajah melas agar terlihat menyedihkan.


"Katakan pada Papa, siapa orang nya, apakah dia ?" Tunjuk pak Baskoro pada Rion.

__ADS_1


Sedangkan Daniel hanya menganggukkan kepala seperti kucing manis, namun sangat memuakkan bagi Rion dkk.


"bokap Lo beneran nggak dateng Yon?" tanya Zevo dengan berbisik.


"Lo tau jawaban" balas Rion singkat.


"Trus Oma Ayu?" sahut Fian.


Karna biasanya yang datang memenuhi panggilan adalah Nyonya Ayu.


"Gue rasa enggak.Karna denger denger Oma lagi sakit" balas Rion memutus pandangan nya.


"kalian kenapa malah ngobrol ?" tegur salah satu guru perempuan bernama Ratna.


"Enam siswa yang duduk dihadapan saya ini terlibat perkelahian di dalam lingkungan sekolah, maka dari itu pihak sekolah memutuskan untuk memanggil wali murid" bu Ratna membuka obrolan.


"saya yakin anak saya menjadi korban seperti biasanya, karna sangat tidak mungkin anak saya berkelahi!! " Pa Baskoro berucap dengan percaya diri.


Benar sekali. Bukan hanya satu kali Daniel dkk terlibat perkelahian, karna mereka sering mencari keributan untuk dijadikan kambing hitam atas perbuatan nya diluar sekolah. Maka dari itu ia selalu mencari mangsa, namun untuk kali ini, seperti nya Daniel dkk memilih lawan yang sepadan dengan dirinya.


"Jangan sembarangan Ya Pak. Anak bapak yang mulai duluan, kenapa menyalahkan kita" Sahut Fian tidak terima.

__ADS_1


"Fian turunkan nada bicaramu, apa kamu tahu siapa yang sedang kamu hadapi hah? " Hardik pak Agung yang merasa marah.


"sekarang silahkan kalian jelaskan bagaimana kronologi nya, agar bapak dan ibu guru bisa mengambil kesimpulan! " Bu Ratna memberikan perintah.


"Saya ingin ke toilet bersama Hari dan Dimas Bu, tiba tiba Rion menyerang begitu saja" ucap Daniel berbohong.


"Tidak Bu. Kami sedang membersihkan toilet, lalu Daniel menganggu kami" Sahut Zevo.


"itu fitnah Bu. Ucapan Daniel yang benar" Sahut Hari.


"Lo yang fitnah ya. ngapain muter balikin fakta" Fian berucap dengan nada keras karna sudah terpancing dengan ucapan Daniel dkk.


"Anda sudah melihat nya sendiri, bahwa mereka ini sangat emosi, jadi sudah jelas siapa yang salah" Pak Baskoro mengeluarkan senyum sinis nya.


diam diam Daniel memasang wajah tengil nya sengaja membuat Fian yang sejati nya mudah terbawa emosi agar semakin menjadi.


"muka lo emang brengsek ya kudanil" sarkas Fian dengan menunjuk wajah Daniel.


Daniel yang memiliki kesempatan segera menambah umpan nya,


"Bu Ratna dan Pak Agung sudah tahu sendiri kan,Rion dan teman teman nya tuh emosian, jadi suka berantem sana sini, sampai orang tua nya aja nggak mau dateng" Ucap Daniel di sertai senyum kemenangan.

__ADS_1


Tiba tiba saja


Buggghhh


__ADS_2