Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
13.Milik Rion Masih Kecil


__ADS_3

"Apa maksudmu ?" Balas Adya yang sebenarnya sedikit emosi karna merasa lelah dengan kegiatan nya di dapur.


"Maksudku adalah, kamu tidak pantas bersanding dengan Tuan Revan." Ucap pelayan yang bernama Rina.


"Lalu siapa yang pantas ? Apakah dirimu yang memiliki mulut sampah ini ?" Balas Adya dengan seringaian tipis nya.


Rina mulai tersulut emosi dan ingin melayangkan tangan nya


"Jaga mulutmu gadis miskin."


Namun belum sampai pada pipi mulus Adya, tangan nya sudah ditangkap oleh Adya sendiri.Ia mencengkeram pergelangan tangan Rina dengan kuat hingga kuku kuku nya menancap dengan kuat.


"sssshhhhh...lepaskan" Desis Rina yang kesakitan.


Adya menambah cengkraman nya dan menatap dengan tajam tepat dimata Rina.Kini dirinya sudah beralih pada Adya si gadis arogan,bukan lagi Adya istri dari Tuan Revan.


Amarah nya sudah memuncak kala berhadapan dengan wanita licik seperti Rina,namun ia tetap berusaha sadar bahwa saat ini ia berada dikediaman Mahanta.


"Meskipun miskin harta, setidaknya aku tidak miskin otak sepertimu." Ucap Adya dengan suara yang mendominasi.


"Ada apa ini ?" Suara Nyonya Ayu menginterupsi.


Kedua nya menoleh.Adya melepaskan cengkraman nya dan mencoba untuk menetralkan amarahnya, sedangkan Rina bernapas lega dan ingin segera mengambil kesempatan emas ini.


"Hiks Hiks tolong saya Nyonya." Rina mulai mengeluarkan air mata palsu untuk mendapatkan pembelaan dari sang majikan.


"Maaf atas perilaku buruk Adya, Ma" Adya yang sadar melakukan kesalahan segera meminta maaf dengan membungkukkan tubuh nya.


Nyonya Ayu mengerutkan kening nya.Padahal ia menyaksikan kejadian tersebut,namun ia ingin melihat bagaimana cara menantunya menyikapi hal tersebut.


"kembali pada pekerjaan mu !" Perintah nya dengan menatap tajam kearah pelayan nya.


Diam diam Rina menyeringai dengan tatapan hina kearah Adya.Ia berpikir pasti akan ada kemarahan yang dilontarkan majikan nya kepada istri Tuan Revan.


"Mama bangga padamu" setelah mengucapkan itu, Nyonya Ayu berlalu pergi menuju ke meja makan.


kini berganti Adya yang mengerutkan kening.Bukankah seharusnya Mama mertua nya marah, lalu kenapa malah berkata bangga.


Bibi Sina yang sejak tadi bersembunyi di balik dinding pembatas,kini juga ikut menampakkan diri dan mengacungkan kedua jempol nya kearah Adya.


Entahlah, Adya tidak paham dengan orang orang pagi hari ini.


"Mami kenapa lama ?" Celoteh Raffa yang sudah bosan menunggu kedatangan ibu sambung nya.


"Maaf ya, Mami lupa dengan sendok nya."Adya menyengir kearah Raffa.

__ADS_1


Kini pandangan semua orang beralih keatas meja makan yang terlihat berbeda dari pagi biasa nya.


Jarang sekali mereka disuguhkan makanan berat untuk sarapan.


Nasi putih,sayur asam,ikan goreng,dan tempe goreng tersusun rapi diatas meja makan.Meskipun ia sedikit ragu, namun Adya tetap berpikiran positif.


"Apa yang kalian lihat ?" Suara Nyonya Ayu membuyarkan lamunan mereka.


"Oma, kenapa kita makan nasi dengan sayur di pagi hari ?" Tanya Raffa dengan wajah yang menggemaskan.


"Sayur sangat baik untuk pertumbuhan mu, sekarang cobalah."


"Ta-pi...."


"Padahal semalam sudah ada yang berjanji untuk tidak protes.Sedih sekali hati Mami." Adya menyindir Raffa dengan nada yang dibuat sesedih mungkin.


"Baiklah Raffa akan menghabiskan nya" Balas Raffa dengan semangat empat lima karna tidak ingin membuat ibu sambung nya sedih.


Revan yang menyaksikan pemandangan tersebut tersenyum tipis.Entah mengapa pemandangan pagi ini membuat hati nya sedikit bahagia.Bahagia karna ia belum pernah merasakan sarapan dengan suasana ramai.


Adya kembali duduk ditempat nya setelah melayani setiap anggota keluarga.Ia belum menyuapkan satu sendok pun karna menunggu yang lain, terutama Nyonya Ayu dan Tuan Revan.


Satu suap mulai dirasakan oleh Nyonya Ayu, dan ia hanya tersenyum sembari kembali memasukkan suapan suapan selanjut nya.


"Sangat cocok di lidah Mama yang sudah tua"


Dulu sebelum ia dan suami merintis usaha, hampir setiap menu yang dimakan nya adalah nasi dan juga sayur.


Beliau juga tidak menyangka, bahwa menantu nya yang masih berusia 20 tahun dan terlihat sedikit berandalan, malah jauh lebih dewasa dibandingkan ibu dari ketiga cucu nya.Tiba tiba tatapan nya berubah menjadi sendu.


"Kalian juga harus habiskan sarapan pagi ini." Ucap Nyonya Ayu kepada tiga cucu nya.


"Baik Oma." Sahut Raffa yang begitu semangat dan terlihat lahap.


Adya tersenyum menanggapi ucapan sang mama mertua dan anak bungsu nya.


Lalu netra nya beralih menatap kearah sang suami.


Revan yang mendapat tatapan dari dua perempuan berbeda generasi itu berdehem pelan dan berucap dengan datar.


"tidak buruk"


Adya tersenyum miris.Memang apa yang ia harapkan.Pujian dari seorang bapak tiga anak itu? bukankah mustahil.


"tidak buruk ya? tapi cepat sekali habis nya" Sindir Nyonya Ayu

__ADS_1


Namun sang empu tidak tersinggung sama sekali.Ia tetap melanjutkan kegiatan nya yang hana tersisa satu suapan saja.


Berbeda dengan satu orang yang tidak menghabiskan makanan nya.Tatapan nya terlalu datar melebihi Tuan Revan.Setelah semua selesai ia bangkit terlebih dahulu.


"Tungguuuu" Adya berteriak sembari berlari ke arah dapur.


Semua menunggu apa yang dilakukan oleh Adya.


"Biru muda untuk Raffa,biru tua untuk Daffa,dan terakhir warna hitam untuk Rion." Adya memberikan kotak makan masing masing kepada putra Tuan Revan.


Pagi tadi saat di dapur, ia teringat jika Rion selalu makan dengan sedikit.Maka dari itu tubuh nya terlihat kurus.


Lalu ia berinisiatif untuk menyiapkan bekal makanan agar anak anak nya, terutama Rion dapat makan diluar rumah.


Karna sebenarnya dalam hati kecil Adya, ia bisa merasakan jika Rion tidak nyaman makan bersama di rumah itu.


"Wahhh akhirnya Raffa dibawakan makanan seperti teman teman disekolah" Celoteh Raffa dengan girang.


sedangkan Daffa yang notabene nya anak penurut, hanya menerima dan memasukkan nya kedalam tas tanpa sepatah kata.


Berbeda dengan Rion yang menatap tajam melihat ia diperlakukan seperti anak kecil.


"Aku bukan anak kecil" Ucap nya dengan datar.


"Rion..." Sahut Revan yang ingin menegur putranya.


"Kau bukan anak kecil tapi tubuhmu sangat kurus, jadi ambilah." Seloroh Adya yang masih setia menyodorkan kotak makan berwarna hitam.


"Aku sudah besar,jangan samakan dengan Raffa."


"Tapi itu mu terlihat masih kecil." Seloroh Adya tak mau kalah sembari menatap kearah anu milik Rion.


Rion melotot tajam dan dengan kesal menyahut kotak makan tersebut dan berlalu dari sana.


"Dia masih kecil tapi bisa mengatasi Rion." Gumam Nyonya Ayu sambil mengulum senyuman nya.Dari kejauhan ia menyaksikan dengan jelas perdebatan diantara keluarga kecil itu.


"Lain kali jangan seperti itu." Ucap Revan menatap tajam kearah istri nya.


"Maaf Pa" Kini Adya menundukkan kepala nya.


"Bolehkah aku ijin keluar ? sebentar saja, janji tidak akan pulang terlambat lagi."


"Kemana ?"


"Mengunjungi Devon"

__ADS_1


"Kau ingin mengunjungi pria lain, sedangkan kau sudah bersuami ?" Ucap Revan dengan tatapan mengintimidasi.


__ADS_2