Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung

Gadis Arogan Menjadi Ibu Sambung
41.Rekaman CCTV


__ADS_3

"untuk apa, lagi pula tidak ada cctv yang mengarah ke toilet" ucap Daniel dengan percaya diri.


Pak Agung pun membenarkan ucapan Daniel. Memang di toilet bagian ujung itu tidak terpantau cctv.


Adya melirik putra sambung nya yang terlihat biasa saja, seolah tidak merasa ketakutan sama sekali. Berbeda dengan musuh nya yang selalu banyak mengeluarkan kalimat. Dengan ini, ia bisa menyimpulkan sesuatu bahwa pelaku akan banyak beralasan namun korban malah diam.Ia akan bertekad mencari bukti.


"pasti ada! " balas Adya dengan kekeh nya.


"boleh saya lihat rekaman nya satu persatu? "


Pak Agung terlihat menghela napas nya, merasa semua itu akan sia sia, karna ia sangat percaya dengan Daniel akibat peran orang tua nya.


"Saya setuju dengan nona ini, pasti ada meskipun hanya sebagian kecil" sahut orang tua Zevo dan di angguki yang lain nya.


disini lah mereka berada, ruang teknisi yang berisikan beberapa komputer yang berisi rekaman video cctv.


"pukul berapa kejadian nya? " Tanya Adya pada Rion, sang empu yang ditanya memalingkan wajahnya namun tetap menjawab.

__ADS_1


"pukul delapan, blok F bagian ujung"


Dengan segera Bu Ratna mencari cctv di sekitaran. Dari depan jelas tidak ada cctv nya.Dari beberapa tempat juga tidak terlihat.


"buka rekaman cctv dari ujung blok E yang mengarah ke gudang depan!" celetuk Rion tiba tiba.


Dari awal, seorang gadis yang ikut menatap layar monitor merasa sangat tegang. Bahkan ia hampir putus asa saat tidak menemukan nya. Namun kini, seorang remaja yang tengah ia perjuangkan ternyata sudah tahu sejak awal. Ada perasaan lega sekaligus geram lantaran Rion tidak mengatakan sejak awal.


"ternyata ada, tapi hanya sedikit bagian yang terekam"


mereka semua mengamati dengan perlahan setelah layar di zoom agar terlihat jelas.


"Stoppp! " perintah Adya tiba tiba.


"kalian amati. meskipun tidak terlalu jelas, namun Daniel dan teman teman nya datang dengan wajah yang sudah penuh luka. Artinya ia berkelahi dengan orang lain sebelum datang menemui Rion. " Jelas Adya kepada semua orang.


"brengsek" batin Daniel mengumpat dan menatap tajam kearah Adya serta Rion dkk.

__ADS_1


berbeda dengan Fian dan Zevo,mereka menatap kagum ke arah Adya. Dan menerka nerka siapakah gadis yang sudah membela Rion dengan keras itu.


"lanjutkan... " ucap Adya kembali.


Bu Ratna kembali memutar video, terlihat Daniel dkk tengah berbicara, Adya menduga jika mereka telibat adu mulut. Lalu ada Hari yang mulai menggerakkan badan nya maju kedepan.


"Saat itu Hari mulai menyerang Fian" Ucap Zevo menerangkan.


Hari yang disebut namanya merasa was was ketakutan. Ia tidak menyangka jika kali ini salah memilih lawan, tidak seperti biasa nya..


selanjutnya Daniel juga mulai menggerakkan badan nya, lalu disusul oleh Dimas. Hingga akhirnya mereka semua keluar dari toilet menuju halaman di depan nya yang sudah jelas terekam kamera cctv.


Selesai dengan rekaman cctv, mereka semua kembali ke ruangan BK.


"sekarang bagaimana Bu, bukankah sudah jelas.Daniel yang mendatangi Rion dan Hari yang memulai semuanya. " Adya memulai obrolan.


"Tapi anak nakal itu bisa berlari untuj meminta bantuan, bukan balik memukul" Sanggah pak Baskoro.

__ADS_1


Mendnegar hal itu Adya langsung berdecih


"Cihhh, ands kira putra saya seorang pengecut yang akan lari ketika di usik.Bahkan jika ia di pukul satu kali, saya sebagai ibu akan balas dengan memukul lima kali!!"


__ADS_2