
“Aletta.... STOP!!!!” jerit Audrey dengan memegang kedua lututnya.
Aletta langsung menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah Audrey dengan memegang kedua lututnya juga
“Hoes hoes hoes,” nafas mereka tersenggal senggal.
“Aletta... sepertinya orang asing itu sudah tidak mengejar kamu,” ucap Audrey melihat sisi kanan dan kiri.
“Ayo Aletta... hari mulai gelap, kita harus segera sampai rumah, jika tidak... pasti mama ku akan khawatir sama ku,” lanjut Audrey.
“Baik lah drey, kita duduk di sana dulu ya,” ajak Aletta menunjuk ke salah satu tempat duduk yang kosong.
“Uuhhh.... lelah banget, kaki ku rasa nya sangat sakit sekali,” keluh Audrey memijat kaki nya.
“Maafin aku ya drey, karna aku kamu jadi kesusahan,” Aletta merasa bersalah sama Audrey.
“Kenapa kamu mengatakan hal itu Letta, aku tidak pernah merasakan kesusahan karna mu, tidak sedikit pun,” kata Aidrey tersenyum.
“Siapa orang asing tadi Aletta? kenapa dia memanggil mu dengan sebutan Alexa?” tanya Audrey.
“Apakah kamu punya kembaran?” lanjut Audrey.
__ADS_1
Degggg hati Aletta terhenyak saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Audrey ‘Bagaimana Audrey bisa berpikir sejauh itu!’ Batin Aletta berkata.
“A-apa, Kembaran?” ucap Aletta terbata bata.
“Aaahhh... tidak mungkin lah Audrey, bisa bisa nya kamu berpikir sejauh itu haha,” Aletta menepuk bahu Audrey lalu tertawa kecil.
“Tapi Aletta, kamu bisa lihat saat dia men__”
“Audrey, kita pesan Ojol aja ya, kalau nunggu bus pasti sangat lama dan buang buang waktu, aku takut mama kamu nanti khawatir sama kamu,” potong Aletta.
“Baik lah Aletta,” balas Audrey.
Audrey dan Aletta berpisah di jalan karna arah rumah Audrey dan Aletta berbeda.
“Sudah sampai mbak,” ucap Ojol.
“Ini pak ongkos nya, Terimakasih pak,” Aletta memberikan lembaran uang dan Helm yang di pakai nya.
“Mbak...” tergur Ojol saat Aletta hendak membalik kan badan.
“Ada apa pak?” tanya Aletta.
__ADS_1
“Ini kebanyakan mbak,” Ojol mengulurkan kembali uang Aletta.
“Tidak apa apa pak, bukan kah bapak tadi bilang jika saya penumpang pertama bapak, uang itu bapak ambil aja, itu semua rezeki anak istri bapak,” kata Aletta dengan senyum tulus.
“Terimakasih mbak, semoga kebaikan dan kebahagiaan selalu menghampiri mbak,” Ojol terharu dengan kebaikan Aletta.
‘Uang itu sebenarnya untuk biaya skripsi ku, tetapi tidak apa apa aku berikan untuk bapak itu, dia lebih membutuhkan dari pada diri ku, apalagi di masa pandemi seperti ini, pasti bapak lebih membutuhkan uang itu dari pada diri ku,’ kata Aletta dalam hati.
***
Sementara itu di sisi lain Al terlihat gusar dan berjalan mondar mandir, hati dan pikiran gelisah tak tenang karna Aletta belum juga kembali.
“Apakah dia kabur lagi? Jika dia berani untuk kabur, lihat saja akan ku ratakan rumah dan perusahaan papa nya,” ucap Al dalam hati dengan memasukan dua tangan nya ke saku celana nya.
“Apa dia pergi dengan pria lain? Jika dia berani melanggar ucapan ku dan pergi bersama pria lain, akan ku tahan dia di gudang dan tak akan ku beri makan, Dasar wanita murahan!!!!” gerutu Al.
“Al... kenapa kamu kok seperti nya gelisah sekali? Apa yang sedang kamu pikirkan nak?” tanya mama Al.
Al menoleh ke arah mama nya, “Wanita itu belum juga kembali ma, lihatlah! ini sudah malam, pasti dia sedang berpesta dengan para pria, dasar wanita murahan!” jawab Al dengan rahang mengeras.
“Al... Jaga ucapan kamu, jangan sebut menantu mama wanita murahan, mama tidak suka!” ucap mama penuh ketegasan.
__ADS_1