
Aletta tampak sibuk bertempur di dapur karna malam ini, Aletta ingin menyediakan makan malam untuk Al.
Aletta memakai Dress putih selutut dengan menyanggul rambutnya menggunakan jedai, terlihat jelas keringat menyucur di dahi Aletta karna pekerjaan yang sedang Aletta lakoni.
Di sisi lain tampak Al yang baru pulang kerja dengan meneteng tas di tangan kanan nya.
Sesaat Al terpaku melihat penampilan Aletta yang begitu terlihat anggun dan seksi dengan memakai Dress putih itu.
“Kau sudah pulang?” tanya Aletta menoleh ke arah Al dan menyediakan makan malam di atas meja.
Al hanya diam terpaku, dirinya hanya menatap Aletta yang terlihat begitu sangat berbeda.
“Heiii.” Aletta mejentikan jari nya di depan Al untuk membuyarkan lamunan Al.
Al tersentak kaget, dirinya merutuki kebodohan nya saat ini. Kenapa dia tidak menyadari jika Aletta sudah berada di depan nya!
‘Bodoh sangat bodoh kamu Al! Nanti bisa saja dirinya terlalu percaya diri karna kamu terus menatap dirinya!’ kata Al dalam hati.
“Ada apa?” ucap Al dengan nada dingin.
“Kau kenapa menatap diri ku? Terpesona akan kecantikan ku?” ucap Aletta tertawa.
“Apa? Terpesona? Cciihhh.... Kamu terlalu percaya diri nona Alexa, aku tidak akan terpesonan dengan wanita murahan seperti mu.”
__ADS_1
Deegggg.... Lagi dan lagi ucapan Al membuat hati Aletta nyeri, sesaat wajah Aletta tampak suram.
Tetapi... Aletta berusaha bersikap biasa saja, menganggap semua ucapan Al hanya angin lalu, karna Aletta tidak ingin bertengkar dan merusak acara makan malam yang sudah susah payah Aletta sediakan.
Aletta mengambil alih tas yang di genggaman oleh Al dan berkata. “Kamu ingin makan malam terlebih dahulu atau membersihkan diri terlebih dahulu?” tanya Aletta.
“Makan saja, bukan kah aku sudah katakan, jika hari ini kau akan ikut tinggal di rumah pribadi ku!” balas Al.
“Baiklah... Kamu duduk di sini, biar aku menyiapkan makan malam untuk mu.” Aletta menggeser kursi untuk di duduki oleh Al.
Al menatap Aletta yang terlihat begitu telaten menyiapkan makanan untuk diri nya dan menyajikan satu piring makanan yang sudah di isi lauk pauk oleh Aletta.
Sebelum makanan itu masuk ke mulut Al, Al terlebih dahulu menatap Aletta, dari sorot mata Al sangat terlihat, jika Al meragukan masakan yang di buat oleh Aletta, karna Al mengetahui jika wanita seperti Aletta tidak mungkin bisa memasak.
“Kenapa kamu diam, apakah kau meragukan masakan ku?” tanya Aletta melipat dua tangan nya di atas meja makan.
“Kau terlalu meremehkan ku, sebelum berbicara, lebih baik kau rasakan terlebih dahulu, bagaimana jika semua ucapan yang kau lontarkan tidak benar?” balas Aletta dengan sengit.
“Dan bagaimana jika makanan ini sudah kau campur dengan racun? Bukankah wanita selicik dirimu bisa melakukan hal apapun, termasuk meracuni ku?” kata Al menatap Aletta dengan sengit.
Aletta menghembuskan nafasnya dengan kasar, bisa bisanya Al berpikir seperti itu.
“Aku tidak meracuni mu, sungguh! Percayalah!” ucap Aletta agar Al meyakinkan dirinya.
__ADS_1
“Sudahlah! Aku malas bertengkar! Lebih baik kau makan saja,” lanjut Aletta.
Al mulai memakan makanan yang di masak oleh Aletta, Al menghentikan gerakan mulutnya sejenak, tak lama Al melanjutkan makanan nya.
Dan tanpa sadar Al menghabiskan semua makanan yang di sedikan oleh Aletta.
Selesai makan Al menyandarkan badan nya di kursi. “Bagaimana rasanya? Lezat atau sangat lezak sekali!” ucap Aletta.
Al menoleh ke arah Aletta, “Biasa saja,” balas Al.
“Kalau biasa saja, kenapa habis semua, bahkan kau tidak menyisakan untuk ku!” kata Aletta.
“Aku hanya lapar dan aku menghabiskan semua makanan ini tanpa sadar,” ucap Al dengan santai.
“Hhhuufffttttt.” Aletta menghembuskan nafas nya dengan kasar.
“Kau kenapa tiba tiba bisa memasak?” tanya Al dengan mengernyitkan dahinya.
“Bukankah kau tak suka memasak! Bahkan memasak mie instan saja kau tak suka!” lanjut Al.
“Dari mana kau tau?” balas Aletta.
“Sudah ku katakan Alexa, aku mengetahui semua tentang dirimu.” jawab Al.
__ADS_1
“Terserah kau saja ingin mengatakan apa! aku malas berdebat dengan mu!” Aletta berusaha untuk menghindari pertengkaran mulut mereka.
“Kau siap siap! Aku akan membawa mu pindah ke rumah pribadi ku malam ini!” perintah Al.