
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Kenapa dia lama banget? Ngapain aja pria arogan itu di dalam,” gerutu Aletta memandang pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Cukup lama Aletta menunggu Al keluar dari kamar Al, tampak nya, Al tak kunjung keluar juga.
Aletta bangkit dan melangkahkan kaki nya ke arah kamar mandi lalu tangan Aletta terangkat untuk mengetuk pintu kamar mandi.
Tok tok tok tok, Aletta mengetuk pintu, tak ada sautan juga dari Al
Lalu Aletta mendekatkan telinga nya ke pintu kamar mandi itu, untuk mendengar apa yang di lakukan Al dari dalam kamar mandi itu.
“Tidak ada suara air? Apa dia pingsan di dalam, atau... ahhh tidak tidak mungkin dia bunuh diri kan,” kata Aletta mulai panik saat tidak mendengar ada suara air dari dalam kamar mandi.
“Aaaaaaaaaaa......” jerit Aletta saat mengangkat kepalanya dan terlihat Al yang sudah berdiri di depan Aletta.
“Ngapain kau di sini? Kau ingin mengintip ku?” tanya Al dengan wajah datar.
“A tidak, Ngapain aku mengintip mu, aku hanya ingin mandi, tetapi kau terlalu lama bersemedi di kamar mandi, aku lelah menunggu mu keluar dari kamar mandi,” jawab Aletta berusaha setenang mungkin.
Aletta paham, bahwa suasana Al dan dirinya saat ini tidak baik baik saja, tetapi... Aletta berusaha bersikap tenang saat menghadapi Al, karna jika Aletta bersikap keras, Al juga akan lebih keras dan Aletta mulai mengerti untuk berhadapan dengan Al saat ini.
“Aku pikir ka__”
“Bunuh diri?” Al memotong ucapan Aletta, alis nya terangkat seperti meremehkan ucapan yang akan keluar dari bibir Aletta.
“Kau pikir aku sebodoh diri mu? Dan kau seharusnya berkaca, tidak mungkin aku bunuh diri karna wanita seperti mu, ccciihhhh,” decih Al.
__ADS_1
Dddeeegggg.... Ucapan Al bagaikan belati yang menghujam hati Aletta, sesaat Aletta terdiam, apa yang di katakan Al memang benar? Siapa Aletta? Dia hanyalah orang baru yang datang di kehidupan Al dengan sebuah kebohongan.
Kenapa ucapan Al sesakit ini? Ada apa dengan dirinya? Seharusnya, Aletta bisa bersikap biasa saja saat Al mengatakan hal itu, bukankah selama ini Aletta terbiasa dengan ucapan Al yang menyakitkan.
Al berjalan melewati Aletta, Aletta menoleh ke arah Al.
“Tunggu!” pekik Aletta.
Al menghentikan langkah nya tanpa ingin menoleh ke arah Aletta, Aletta berjalan dengan tergesa gesa mendekati Al.
“Ka kau terluka?” ucap Aletta memandang belakang tubuh Al, terlihat pakaian yang melekat pada tubuh Al penuh darah.
“Ikut aku!” Aletta tanpa sengaja menarik tangan Al.
“Duduk di sini, jangan ke mana mana, kotak P3K di mana?” tanya Aletta dengan raut wajah yang begitu khawatir.
“Maaf, aku harus membuka nya.” Aletta membuka kancing kemeja Al satu persatu.
Sementara Al hanya memandang wajah Aletta dengan begitu intens ‘Kau juga terluka, apakah kau tau?’ kata Al dalam hati saat melihat dahi Aletta yang terluka.
‘Aku sudah berbuat kasar pada mu, membentak mu, bahkan mendorong mu tadi, tetapi kenapa kau mengkhawatirkan ku, seharusnya kau biarkan saja aku terluka,’ lirih Al saat melihat Aletta.
“Tahan sedikit ya.” Aletta membersihkan luka Al dengan kapas yang sudah di beri Alkohol.
“Aaauuuuu.” Al menggeliat saat merasakan sakit di bagian luka yang di bersihkan oleh Aletta.
“Maaf,” ucap Aletta menghentikan gerakan tangan nya, lalu melanjutkan lagi untuk membersihkan luka Al.
“Aaauuuuu, sakit sekali, pelan pelan dong,” gerutu Al.
__ADS_1
“Sabar, ini juga udah pelan, aku bilang kan tahan sedikit, kamu tuh dari tadi ngomel terus sampek sekarang, bahkan kamu gak tau jika kamu terluka,” balas Aletta.
“Kamu kira aku wanita yang suka ngomel ngomel, ini semua juga karna kau, yang selalu membantah semua ucapan ku!” kata Al.
“Iya aku minta maaf,” ucap Aletta.
“Aaaaauuuuuu,” kata Al.
“Aku bilang pelan pelan, kau ingin balas dendam ya,” sambung Al.
“Kau begitu cerewet, aku bilang tahan sedikit dan DIAM!” Aletta tanpa sadar menekan luka Al dengan kuat.
“Aaaaauuuuuuuu.” Al langsung bangkit dan menatap Aletta dengan tatapan tajam.
“Kau ingin membunuhku? sudah tau sakit, dan kau malah menekan dengan sangat kuat, kau benar benar ingin membalas dendam dengan berkedok ingin mengobati, benarkan?” Selidik Al.
“Maaf, aku tidak sengaja, sungguh, semua juga karna mu, sudah aku katakan diam, dan kau sangat cerewet,” balas Aletta.
“Sudahlah, sini... biar aku obati lagi, aku takut, jika tidak di obati dengan cepat, luka mu akan infeksi,” sambung Aletta.
“Kenapa kau harus takut, seharusnya kau senang aku terluka, dengan begitu, kau bebas memeluk lelaki mana pun yang kau mau,” balas Al dengan sengit.
Sejenak Aletta terdiam, mencerna semua yang di katakan oleh Al, ada apa dengan Al? Apakah dia cemburu?
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
__ADS_1