
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Kita sudah sampai tuan,” ucap Seketaris Al menghentikan mobil tepat di parkiran bandara internasional Seoul.
Al dan Aletta langsung membuka pintu dan turun dari mobil yang di kendarai nya. Sementara Seketaris Al menurunkan barang barang milik tuan nya dari bagasi.
Al merangkul Aletta yang berdiri tepat di samping nya, sambil berbincang bincang pada Aletta mengenai bulan madu yang baru saja mereka lewati bersama.
Tiba tiba dering telpon Al menghentikan pembicaraan mereka sejenak, Al merogoh telpon di saku blazer milik nya dan tertera nomor tidak di kenal.
“Kenapa gak di angkat?” tanya Aletta, melihat Al yang tidak ada pergerakan untuk mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenal.
“Tidak penting,” jawab Al memasukan benda pipih miliknya ke saku blazer yang saat ini melekat pada tubuh nya.
Belum sempat Al memasukan benda pipih miliknya ke saku blazer nya tiba tiba berdering lagi.
“Shittttt,” maki Al menggenggam benda pipih milik nya, karna kesal terus berdering.
“Angkat saja, nanti ada yang mau di omongi penting!” perintah Aletta.
“Baiklah, aku angkat telpon dulu ya, kamu tunggu di sini! jangan pergi kemana pun sebelum aku kembali!” pinta Al.
“Baiklah,” balas Aletta.
__ADS_1
‘Seperti seorang papa yang mengingatkan anak saja,’ batin Aletta.
Al berjalan sedikit menjauh dari Aletta, karna suara dari sebrang telpon kurang terdengar, akhirnya Al melangkah lebih jauh lagi, agar mendapatkan sinyal.
Tiba tiba dari kejauhan, terlihat seorang misterius yang memakai pakaian hitam dan menutup wajah nya sedang mengawasi gerak gerik Al dan Aletta.
Saat Al lengah akan siatuasi, orang misterius itu, mengambil celah dengan berjalan mengendap ngendap ke arah Aletta yang tampak sedang melamun memerhatikan Al dari kejauhan.
Selangkah demi selangkah orang yang misterius itu mendekati Aletta, dan....... Dengan gerakan cepat orang misterius itu langsung membekap mulut Aletta.
Aletta merasa ada bau tajam yg menusuk hidungnya, kepalanya terasa sangat pusing dan matanya berangsur berat, pria yang dicintainya hanya bbrapa langkah di hadapannya tapi badannya mulai melemas, sulit sekali menggerakkan tangan untuk melawan orang yang membekapnya saat ini. Aletta merasa sekelilingnya jadi kabur dan akhirnya pingsan,
Pria tegap misterius itu menahan badan Aletta dan menggendongnya pergi dengan secepat kilat. Dia merasa kasihan pada wanita cantik ini tapi apa daya , dia mendapat perintah dari penyewanya dengan bayaran tinggi. Baginya, uang adalah segalanya, bahkan bisa membeli harga diri dan moral seseorang.
Setelah selesai menelpon dari nomor yang tidak di kenal, Al memasukan lagi benda pipih nya ke dalam saku dengan keadaan yang sangat kesal.
Al berlari ke arah di mana terakhir dirinya meninggalkan Aletta, dengan perasaan campur aduk Al menoleh ke arah kanan dan kiri, berharap agar melihat Aletta.
Tetapi, hasilnya nihil, Al mencoba berjalan kesana kemari dengan perasaan kalut, mencari Aletta di sekitar tempat di mana dirinya dan Aletta berdiri bersama untuk terakhir kalinya. Tetapi, hasilnya tetap nihil.
Dengan tergesa gesa Al mengayunkan langkah kaki nya ke arah mobil, mata Al terbelalak, betapa kagetnya Al saat melihat barang barang nya dan Aletta berantakan dan belum selesai untuk di turunkan semua dari bagasi mobil.
Dengan langkah kaki jenjang nya, Al membuka pintu mobil dengan kasar dan mendapati Seketaris nya yang tampak bersandar dengan memejamkan kedua bola matanya.
Darah Al mendidih, bagaimana bisa sekretarisnya tertidur nyenyak, sementara pekerjaan nya belum selesai dan dalam beberapa menit lagi, Al dan Aletta akan melakukan penerbangan.
__ADS_1
“Bangun!!!” teriak Al dengan nyaring.
Seketaris Al tersentak kaget, dirinya langsung membuka kedua mata nya, jantungnya berdegup kencang tak beraturan karna mendengar teriakan Al.
Dengan tubuh bergetar, Seketaris Al mengatakan, “Bo bos a a a__”
“Di mana istri ku?!” bentak Al pada Seketarisnya.
Istri? Sejak kapan Al menyebutkan nama Aletta menjadi istrinya?
“Tu tuan tadi nyo__”
“Katakan! Di mana istri ku! Kenapa kau sangat susah mengatakan istriku di mana?” bentak Al mengintimidasi dengan memukul jok kursi mobil di mana Seketaris sedang duduk.
“Ta tadi nyonya di__” ucapan Seketaris Al terhenti saat mendengar sautan seorang wanita dari arah belakang Al.
“Aku di sini,” ucap seorang wanita yang di cari oleh Al dari arah belakang.
Al berbalik saat mendengar suara yang di cari nya. Hati Al mulai lega, dada nya terasa amat lapang, mata Al berbinar, saat melihat Aletta berjalan mendekati dirinya.
“Kenapa kau begitu khawatir terhadap ku? Aku tidak pergi kemana pun! Sudahlah, ayo... sebentar lagi pesawat kita akan melakukan penerbangan,” ajak sosok wanita yang di cari oleh Al.
“Bagaimana aku tidak khawatir, jika kau pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun terhadap ku,” balas Al merangkul sosok wanita yang di cari nya.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...