
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Apakah kau tidak membenci ku?” tanya Aletta menatap manik hitam mata Al.
Bagaimana bisa Al bersi keras mempertahankan hubungan nya pada Aletta. Sementara Aletta sudah berbuat kesalahan besar dalam kehidupan Al.
“Tidak. Aku tidak pernah membenci mu,” jawab Al dengan cepat.
“Aku sudah berbuat kesalahan yang cuku__”
Ucapan Aletta terhenti saat tatkala jari telunjuk Al menyentuh permukaan bibir Aletta.
“Tidak perduli berapa banyak kesalahan yang kau perbuat kepada ku. Aku akan memaafkan mu dan aku tetap mencintai mu,” ucap Al memotong ucapan Aletta.
Aletta terdiam sesaat. Mencerna semua apa yang di katakan oleh Al. Akan kah itu adalah kebenaran jika Al mencintai diri nya.
“Bagaimana dengan mu. Apakah kau mencintaiku juga seperti aku mencintaimu?” tanya Al menatap Aletta.
Ingin sekali Aletta mengatakan iya aku sangat mencintai mu. Sejak aku datang ke kehidupan mu, sejak kau memarahi ku, sejak aku memandangi wajah mu ketika tidur. Aku sudah jatuh cinta sejak lama. Tapi, aku telat menyadari nya. Tidak tidak lebih tepatnya aku tidak bisa dan tidak berhak untuk mencintai mu Al. Aletta hanya bisa berkata kata dalam hati.
“Jawab! Kenapa kau diam saja. Apakah kau mencintaiku seperti aku mencintai mu?” tanya Al sekali lagi menggoyakan jari jemarinya nya yang bertaut pada jari jemari Aletta. Karna Aletta tidak menjawab apa yang di katakan oleh Al.
__ADS_1
“Aku tidak mencintai mu,” lirih Aletta.
Jjjjeeeeddderrrrrr.....
Ucapan Aletta bagaikan seribu belati yang menancap ke ulu hati Al. Perlahan jari jemari Al mulai terlepas dari jari jemari Aletta.
“Kau tidak mencintai ku. Apakah itu benar? Apakah kau benar benar tidak mencintai ku. Apakah perasaan mu tidak ada sedikit pun untuk ku?” kata Al tidak percaya dengan jawaban yang di ucapkan oleh Aletta.
Aletta tidak ingin menjawab apa yang di katakan oleh Al. Tentu saja apa yang di katakan Aletta kepada Al adalah sebuah kebohongan. Jauh di lubuk hati Aletta, Aletta juga mencintai Al.
Tetapi, saat ini dirinya tidak boleh egois. Walaupun berat Aletta harus melepaskan Al demi kakak nya.
Tanpa ingin menjawab ucapan Al atau pun sekedar menatap mata Al. Aletta memilih berdiri dan melihat Alexa dari celah pintu.
Terlihat Alexa yang sedang bertarung antara hidup dan mati. Membuat hati Aletta semakin sakit dan nyeri jika menambah luka baru lagi untuk kakaknya yaitu Alexa.
“Kenapa aku harus menatap mu. Kau jelas jelas sudah mendengarnya apa yang aku katakan. Apakah semua nya kurang jelas!” balas Aletta.
“Benar. Semua nya bukan hanya kurang jelas. Tetapi juga tidak jelas. Jika kau tidak mencintai ku. Ucapkan dengan menatap mata ku!” perintah Al.
Aletta membalikan badan nya, melanjutkan melihat Alexa dari celah pintu ruang rawat.
“Aku tidak mencintai mu. Sudah jelas, aku tidak mencintai mu,” kata Aletta membelakangi Al.
__ADS_1
“Kau mencintai ku,” balas Al.
“Tidak,” balas Aletta.
Al menarik tangan Aletta, kini hidung Aletta dan Al saling bersentuhan. Deru nafas mereka terasa hangat di pipi satu sama lain.
“Kau mencintai ku,” ucap Al dengan begitu lembut.
Saat Al ingin mengecup bibir Alexa, tiba tiba....
“Eeehhmmmm.....” suara deheman salah satu seseorang yang melewati mereka.
Dengan sigap Aletta menjauhkan dirinya dari Al.
“Jika ingin melakukan hal itu. Jangan di sini! Nohhhh ada taman,” tunjuk seseorang itu ke arah salah satu taman di area rumah sakit itu.
“Dasar.... anak jaman sekarang. Bisa bisa nya berciuman di tempat seperti ini!” gerutu seseorang itu meninggalkan Al dan Aletta.
Aletta dan Al saling bertatap, seketika pipi Aletta memerah menahan malu karna teguran dari salah satu pengunjung rumah sakit.
Sementara Al tersenyum tipis melihat Aletta. Kini Al sudah tau jawaban yang benar dari Aletta. Al sudah bisa merasakan nya dan melihatnya dari bola mata indah Aletta.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...