Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 47


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


Sesi pemotretan Aletta bersama keluarga sudah selesai dan lancar, pemotretan itu di lakukan karna campur tangan Al.


Mama Aletta menjelaskan, kenapa dirinya bisa hadir bersama keluarga Al. Awalnya, Dian di larang masuk oleh satpam ke aula tempat acara wisuda yang di lakukan. Di karnakan Dian tidak membawa undangan dari aula kampus untuk di perlihatkan kepada Satpam yang menjaga aula tempat acara yang di lakukan.


Semua yang datang untuk mewakili acara Mahasiswa/i sudah di berikan undangan terlebih dahulu, semua di lakukan oleh kebijakan pemilik Universitas agar acara yang di selenggarakan dapat berjalan lancar.


Dian bersikeras memaksa masuk ke aula kampus, adegan tarik menarik pun terjadi antara satpam dan Dian, dan pada saat adegan itu, Al dan keluarga datang dengan mobil Sport yang mereka tumpangi.


Al melihat Dian dan Satpam salin tarik menarik dan saling adu mulut, Al turun dan meminta penjelasan kepada Satpam. Satpam menjelaskan semua nya secara rinci kepada Al.


Akhirnya, Al yang meminta kepada Satpam agar Dian ikut bersama keluarga mereka. Bagaimana Dian mengatakan jika dirinya adalah Tante dari Aletta dan Dian ingin sekali menghadiri hari wisuda Aletta.


***


“Aku boleh memajang foto ini?” tanya Aletta memperlihat foto mereka berdua saat hari wisuda Aletta.


Al terdiam sejenak, mata nya melihat foto mereka yang begitu intim, tampak dari foto itu, mereka seperti pasangan suami istri yang sangat serasi.


“Terserah mu, lakukan apa yang kau mau,” jawab Al cuek.


“Baik lah, aku akan memajang foto ini di sini! Apakah boleh?” tanya Aletta lagi menunjuk pada dinding yang berhadapan pada tempat tidur mereka.


“Sudah aku bilang, terserah mu, aku tidak perduli,” ketus Al.

__ADS_1


“Hhhaaiiisss, aku hanya bertanya, kenapa kau menjawab ketus seperti itu,” keluh Aletta.


Aletta mulai menaiki sofa dan memegang bingkai foto mereka, lalu Aletta mengatur letak posisi foto itu agar benar benar terpajang dengan baik.


“Coba lihat, apakah tempat ini pas? Dan terlihat sangat baik?” tanya Aletta pada Al.


Al melihat Aletta, bibirnya menyeringai tipis, seperti nya Al merencanakan sesuatu pada Aletta.


“Kurang baik jika di letakan seperti itu, coba geser sedikit!” perintah Al.


“Begini?” tanya Aletta menggeser bingkai foto itu sesuai dengan perintah Al.


“Tidak tidak, coba geser sedikit lagi,” balas Al menggerakan tangan nya.


“Seperti ini?” tanya Aletta menggeser kan bingkai foto mereka sesuai dengan gerakan tangan Al.


“Lebih baik seperti pertama tadi, jika seperti itu, letaknya kurang bagus,” sambung Al.


Aletta menoleh ke arah Al, mata nya memancarkan amarah, seperti nya Al mengerjai dirinya, apakah Al tidak tau, jika tangan Aletta sudah sangat pegal saat ini.


“Kau mengerjai ku ya?” selidik Aletta.


“Kenapa kau bertanya seperti itu?” balas Al tidak menerima apa yang di katakan Aletta.


“Kau bertanya dan aku menjawab, apakah aku salah?” sambung Al.


“Kenapa kau selalu berpikir buruk pada ku, sudah lah, biar aku membantu mu memajang foto ini,” lanjut Al melangkahkan kaki ke arah Aletta.

__ADS_1


Al mulai naik ke sofa, lalu memajang foto itu dari belakang tubuh Aletta. Setelah selesai, Al dan Aletta merebahkan tubuh mereka di atas kasur yang sama.


Mereka sama sama terdiam, pandangan mereka hanya terpana pada foto dinding yang baru mereka pajang bersama. Tak ada percakapan antara mereka. Mereka hanyut pada pikiran mereka masing masing.


Al menoleh ke arah Aletta, “Ehm...” deheman Al.


Mata Aletta beralih ke arah Al. “Ada apa?” tanya Aletta.


“Kenapa kau melamun dengan melihat foto itu? Apakah kau mulai mengagumi diriku yang tampan ini,” kata Al penuh percaya diri.


“Atau... kau ingin kita melanjutkan adegan siang tadi yang tertunda,” sambung Al tersenyum nakal dengan menaikan sebelah Alis nya.


“Kenapa di pikiran selalu hal kotor, seperti nya... kau harus membersihkan pikiran mu terlebih dahulu,” balas Aletta memutar bola mata nya.


“Itu bukan hal yang kotor, itu adalah Vitamin, apakah... kau tidak ingin mewujudkan impian mama?” tanya Al.


“Bukankah, kau mendengar sendiri jika mama sangat menginginkan cucu darimu? Apakah, kau ingin mewujudkan?” sambung Al menatap mata Aletta.


“Memberikan mama cucu, dan menerima benih ku di rahim mu?” lanjut Al menatap mata Aletta, nada Al terdengar begitu berbeda dari biasanya.


Ada apa dengan Al sebenar nya? Kenapa sorot mata Al terlihat berbeda dari biasa nya?


‘Jangan membuat diriku bingung seperti ini?’ Batin Aletta.


...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....

__ADS_1


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


__ADS_2