
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Kau ingin bawa aku kemana?” tanya Aletta khawatir saat dirinya dan Al berada di dalam mobil yang sama.
“Kenapa kau berisik sekali? Aku tidak menculik mu. Aku hanya membawa mu ke suatu tempat yang sangat indah. Dan kau, pasti sangat menyukai nya,” jawab Al.
“Bisa saja kau membawa ku ke tempat yang jauh. Lalu, meninggalkan ku sendiri di tempat itu,” gerutu Aletta.
“Kenapa otak mu picik sekali!” Al mengetuk dahi Aletta dengan jari telunjuk nya.
“Kalau aku mau meninggalkan mu. Sudah dari kemarin,” lanjut Al.
“Sudahlah, apa kau tidak lelah jika harus bertengkar terus. Nikmati saja perjalanan ini, jika lelah, tidur lah, aku akan membangunkan mu jika sudah sampai ke tempat tujuan,” sambung Al.
Mendengar ucapan Al, Aletta memilih untuk tidak membalas ucapan nya. Benar apa yang di katakan Al, jika dirinya slalu beradu argumen dengan Al walaupun hanya masalah kecil.
Cukup lama Aletta menikmati perjalanan nya sambil memandang jalanan dari kaca dalam mobil. Sampai akhirnya, Aletta merasa kelelahan dan mengantuk. Lalu tanpa sadar Aletta terlelap tidur.
Tanpa Aletta sadari, kepala Aletta terjatuh tepat di bahu Al. Dengan sedikit kaget, Al menoleh ke arah samping, karna merasakan seperti ada yang menimpa bahu nya. Dan Al melihat jika yang menimpa bahu nya adalah wanita di samping nya dengan mata tertutup.
Al memandang wajah Aletta begitu lekat. Lalu, menyelipkan rambut yang menutupi wajah Aletta ke telinga.
“Kau terlihat sangat cantik dan menenangkan jika tertidur seperti ini,” ucap Al.
Al mengecup dahi Aletta dengan lembut, tangan nya beralih merangkul Aletta untuk membenahi agar Aletta nyaman tidur di bidang dada nya. Tangan nya mengelus lembut pucuk kepala Aletta.
__ADS_1
***
Mobil yang di tumpangi Al sudah berhenti tepat di tempat yang mereka tuju.
“Heiii... bangun lah, kita sudah sampai,” ucap Al menepuk lembut pipi Aletta.
Aletta menegakkan kepala nya, mengucek ke dua mata nya. “Sudah sampai ya?” tanya Aletta dengan suara parau.
“Kenapa kau bertanya lagi. Jika belum sampai, aku tidak akan membangunkan mu,” jawab Al.
“Bersihkan iler mu dan turun lah,” pinta Al membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
“Enak saja, aku tidak ileran seperti yang kamu katakan!” jawab Aletta dengan kesal.
Al menunggu Aletta di luar mobil cukup lama. Tetapi, Aletta tidak juga menampakan dirinya.
Al melihat Arloji yang melingkar di tangan nya. “Sudah 15 menit aku keluar dari mobil, tetapi, dia tidak juga keluar, apa dia sedang berdandan lagi?” Al mulai kesal karna tidak melihat Aletta.
“Aku harus menjemput nya lagi ke dalam mobil,” gerutu Al memutar tubuh nya dan mengayunkan langkah kakinya ke arah mobil yang di tumpangi bersama Aletta.
“Hhuuufffffttttt.” Al menghembuskan nafasnya, mengumpulkan kesabaran, agar tidak merusak acara yang di rencakan bersama Aletta.
“Kenapa dirinya selalu ingin membuat ku marah, aku sudah menunggu dia cukup lama. Tetapi, lihatlah! Dia tak juga keluar dari mobil. Apa dia harus berdandan terlebih dahulu? Kenapa harus selama itu? Dasar wanita!” gerutu Al sambil mengayunkan langkah kaki nya.
Al membuka pintu mobil sambil berkata, “Hhheeeeiii.... Kau kena__”
Ucapan Al menggantung di udara, saat melihat Aletta yang ternyata tertidur dengan wajah yang sangat lucu.
__ADS_1
‘Dia tertidur? Apa dia sangat lelah?’ tanya Al melihat wajah cantik Aletta.
Al mengangkat tubuh mungil Aletta dengan perlahan agar tidur wanita itu tidak terusik.
Setelah keluar dari mobil, Aletta tidak juga bangun dari tidur nya dari gendongan Al.
“Kau itu seperti kucing, gampang sekali tertidur,” ucap Al memandang wajah Aletta.
Bibir Al melengkung membentuk senyuman, saat ide inisiatif muncul di benak nya untuk membangunkan Aletta.
Al mengec*p bibir Aletta, ********** dengan begitu dalam, lidah nya berusaha menerobos masuk di sela sela rongga mulut Aletta.
Jantungan berdetak begitu cepat, matanya terbelalak kaget, saat merasakan jika cium*n nya di balas oleh wanita yang berada di gendongan nya.
Al semakin memperdalam cium*n nya, menciptakan sensasi sensasi panas yang menjalar ke tubuh, kenyal manis itu yang di rasakan nya, bibir Aletta sudah menjadi candu buat nya.
Sampai cium*n nya terhenti saat Aletta melenguh bangun dari tidur nya.
Aletta tergagap saat membuka mata nya, berusaha melepaskan bib*rnya dari bib*r Al.
“Ka kau, bagaimana bisa kau mengambil kesempatan saat aku tertidur?” tanya Aletta terbata bata dengan detak jantung yang tak beraturan.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
__ADS_1