
...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...
...SELAMAT MEMBACA...
“Ma ma ma maafin a a a aku A a Aletta,” kata Alexa dengan nafas tersenggal senggal.
“A a a aku”
Tangan Alexa terulur menyentuh pipi Aletta. “A a a aku menyayangi mu adik ku.”
Setelah mengucapkan kata itu, mata Alexa perlahan tertutup, tangan nya melemah, Aletta berusah menggapai tangan Alexa agar berada di sisi nya terus.
“TIDAK INI TIDAK MUNGKIN.... BANGUN KAK... AKU MOHON BANGUNNNNNNN,” jerit Aletta.
Hiks Hiks Hiks Tangisss Aletta memeluk tubuh Alexa.
Di saat bersamaan, tiba tiba Seketaris Al dan beberapa orang yang di sewa oleh Al datang pada waktu yang tepat.
Seketaris Al berlari memasuki gudang itu. Dirinya terpaku saat menatap Alexa yang sudah bersimbah darah.
Sementara Al langsung sigap menggendong Alexa untuk membawa nya ke rumah sakit agar cepat di tangani oleh dokter. Walau saat ini harapan Alexa hidup sangat lah tipis.
“Kenapa kau bengong di situ! Cepat. Siapkan mobil!!!” perintah Al dengan tegas.
__ADS_1
Dengan sigap Seketaris Al menjalan kan perintah yang di ucapkan oleh Al.
Di dalam mobil Aletta memangku kepala Alexa, dirinya tak berhenti BerDo'a.
Kenyataan memang pahit. Kenapa dirinya baru mengetahui jika kakak nya sangat menyayangi nya dan saat itu juga kakak nya harus merelakan nyawa demi dirinya.
Aletta menyalahkam dirinya sendiri atas semua yang terjadi. Memang benar mungkin apa yang di katakan oleh Alexa bahwa Aletta adalah perenggut.
Setelah beberapa menit perjalanan mobil yang di tumpangi Al dan Aletta sudah sampai di rumah sakit. Para dokter dan suster sibuk mengambil alih untuk mengurusi Alexa.
Di depan ruang rawat Alexa. Aletta duduk termenung, wajah nya terlihat semakin pucat, matanya terlihat semakin sayu.
Al mencoba untuk memberikan kekuatan pada Aletta. Tangan Al terulur menyentuh tangan Aletta. Menggenggam jari jemari Aletta sambil mengelus nya dengan lembut.
Akankah dirinya harus meninggalkan Al? Apakah dirinya hanya di takdirkan untuk sementara bukan selamanya dalam hidup Al. Bagaimana jika Akhirnya dirinya harus berpisah dengan Al dan merelakan Al hidup bahagia bersama kakak nya.
“Sayang...” kata Al lembut jari jemari nya masih bertaut pada jari jemari Aletta.
“Apa yang kamu katakan waktu di tempat tadi semua itu bohongkan! Semua tidak benarkan? Kamu tidak akan meninggalkan aku sendirian kan sayang. Benarkan begitu?” lanjut Al dengan mengutarakan pertanyaan yang saat ini mewakili hati nya karna takut Aletta meninggalkan dirinya.
Aletta menatap manik hitam mata Al, sangat terlihat jika manik hitam mata itu penuh cinta.
Aletta menarik nafas nya lalu menghembusnya perlahan. Meski berat, semua ini harus Aletta katakan. “Aku tetap harus melepaskan mu. Mengembalikan mu kepada pemilik sesungguh nya. Aku tau aku salah. Dari awal hubungan kita adalah sebuah kesalahan,” kata Aletta, sangat terlihat jika Aletta berat mengatakan hal ini pada Al.
__ADS_1
“Tidak! Aku bukan barang. Kamu tidak bisa semudah itu mengembalikan aku. Aku bukan barang. Kamu paham!” kata Al dengan tegas.
“Al.... Tenanglah. Dengarkan aku terlebih dahulu,” pinta Aletta mengelus tangan Al dengan lembut.
Entah sejak kapan Aletta memanggil dirinya dengan sebutan Al. Tapi sebutan itu sungguh terdengar sangat lembut di telinga Al.
“Bagaimana aku bisa tenang. Kamu mengatakan ingin melepaskan ku begitu mudah nya. Tidak bisa. Kamu tidak bisa melepaskan ku dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!” kata Al dengan tegas.
Ralat.... Al ingin mengatakan jika kata ‘Melepaskan’ dari bibir Aletta adalah hal yang sangat menyakitkan bagi hati nya.
“Sedari awal hubungan kita adalah kesalahan. Aku bukan lah tokoh utama dalam hubungan ini Al. Aku hanya seorang pemeran pengganti Al. Pemeran yang tidak di butuhkan dalam skenario ini,” ucap Aletta berusaha untuk menenangkan Al.
“Aku tidak menganggap mu seperti itu! Kamu adalah pemeran utama dalam kehidupan ku. Pemeran yang selalu berada di samping ku. Sekarang dan selama nya,” kata Al.
“Ku mohon! Apapun yang terjadi, mari kita lewati bersama,” pinta Al mengeratkan jari jemari nya pada Aletta. Mata nya tak henti berpaling dari mata Aletta.
“Apakah kau tidak membenci ku?” tanya Aletta.
Bagaimana bisa Al bersi keras mempertahankan hubungan nya pada Aletta. Sementara Aletta sudah berbuat kesalahan besar dalam kehidupan Al.
...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....
...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....
__ADS_1
...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...