Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 81


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


Setelah beberapa saat menunggu, Dokter keluar dari ruang ICU. Semua yang berada di luar ruangan mendekati sang dokter. Terutama Aletta yang sudah tidak sabar menunggu kabar baik yang di nanti nanti nya.


“Keluarga dari Alexa Wijaya,” kata Dokter pria.


Aletta mendekatkan diri nya. “Saya dok, saya adik nya,” ucap Aletta.


“Bagaimana keadaan kakak saya dok? Apakah dirinya baik baik saja? Apakah dirinya sudah dok? Bolehkah saya bertemu dengan nya dok?” tanya Aletta.


“Kakak kamu baik baik saja, sebentar lagi dirinya akan pindah ruang rawat inap dan kamu boleh menemuinya saat nanti sudah pindah ruangan,” jawab dokter.


Semua yang bernafas lega saat mendengar jawaban yang keluar dari sang dokter.


***


Menunggu Alexa pindah ke ruangan lain, membuat perut Aletta sangat lapar. Akhirnya Al mengajak Aletta untuk berkeliling sekedar berjalan jalan dan mencari udara segar dan makanan.


Sementara Papa dan Mama Al akan menunggu Alexa sampai pindah ke ruangan lain.


“Kita ingin kemana?” tanya Aletta saat Al menggandeng tangan nya.


“Kamu mau nya kemana?” tanya Al balik.


“Kok nanya aku sih? Kan kamu yang narik tangan aku keluar dari rumah sakit. padahal aku masih ingin menunggu kakak ku,” gerutu Aletta.


“Aku tau kamu sedang lapar, maka dari itu, aku mengajak mu keluar,” ucap Al menarik pintu mobil.


Aletta kaget mendengar ucapan Al. Bagaimana bisa Al tau jika Aletta saat ini sedang lapar. Tanpa berpikir panjang Aletta masuk kedalam mobil dan begitu juga dengan Al.


Saat mobil melaju kencang, tiba tiba Aletta berteriak. “Al stopppp!!!!!” teriak Aletta.


Cccciiiitttttt suara decitan mobil Al terdengar deras.


“Ada apa?” tanya Al menoleh ke arah Aletta.


Al sebenarnya ingin sekali marah terhadap Aletta. Karna dirinya yang tiba tiba berteriak untuk menghentikan mobil nya.

__ADS_1


“Aku ingin makan itu,” kata Aletta jari telunjuk nya terulur ke salah gerobak nasi goreng di pinggir jalan.


Dahi Al berkerut. “Ingin makan itu?” tanya Al kepada Aletta.


Aletta mengangguk.


“Tidak boleh, kau tau. Tempat itu tidak higenis dan tidak baik untuk kesehatan,” ucap Al ingin menyalakan mobil miliknya.


Tangan Aletta terulur menyentuh tangan Al untuk menghentikan Al agar tidak menyalakan mobilnya.


Al menghembuskan nafas nya. “Ada apa lagi?” tanya Al.


“Aku hanya ingin makan nasi goreng itu Al,” pinta Aletta.


“Kita akan membeli nasi goreng di tempat lain,” balas Al.


“Tidak. Aku hanya ingin nasi goreng yang itu, tidak yang lain. Boleh ya... sekali ini saja...” rengek Aletta.


Melihat wajah Aletta dengan pipi memerah nya, bagaikan seorang bocah yang merengek meminta permen. Membuat hati Al luluh begitu saja hanya dengan menatap mata Aletta yang berbinar.


“Kamu yakin ingin makan di tempat itu,” ucap Al menatap gerobak nasi goreng dan pria yang menuangkan kecap ke dalam wajan.


“Kalau kamu mau makan nasi goreng itu. Kamu aja. Aku gak ikut!” ucap Al kesal.


“Kamu yakin gak mau ikut?” tanya Aletta.


“Hemmm.” Al berdehem lalu mengangguk.


“Yakin mau di sini aja,” ucap Aletta.


Al membalas dengan menggangguk lagi.


“Ya sudah kalau gak mau ikut. kamu tunggu di sini. Aku makan dulu,” kata Aletta turun dari mobil Al.


Aletta berjalan berlenggak lenggok mendekati gerobak nasi goreng itu.


“Akang... Nasi nya pesen satu ya, pedessss,” pesan Aletta.


“Baik neng,” ucap Penjual nasi goreng langsung menyediakan pesanan Aletta.

__ADS_1


Hanya hitungan menit, nasi goreng pesanan Aletta sudah siap. Aletta melahap nasi goreng itu dengan begitu nikmat. Rasanya sangat pas di lidah, pedas nya, bumbu nya sangat cocok di lidah Aletta.


Sementara di sisi lain, Al hanya mengamati Aletta yang melahap nasi goreng itu. Melihat Aletta yang begitu lahap dan menikmati nasi goreng membuat Al ingin merasakan nasi goreng itu juga.


Tetapi, Al mempertahankan ego nya karna dirinya mengatakan jika dia tidak ingin makan di tempat itu.


Hati Al bergumuruh saat melihat pria yang tiba tiba datang duduk di samping Aletta dan bercengkrama dengan Aletta.


Al langsung turun dari mobil dan mengayunkan langkah kakinya ke tempat duduk Aletta.


“Hemmm...” deheman Al.


Aletta dan pria itu menoleh ke belakang.


“Bisa minggir!” pinta Al pada pria yang tidak di kenali itu.


“Masih banyak tempat kosong,” balas pria itu.


“Aku ingin duduk di sini!” Al mengepal tangan nya.


“Aku juga!” balas pria itu.


“Kau tau tidak. wanita ini adalah istri ku. Jadi, aku yang berhak duduk di sini!” kata Al mendorong pria itu hingga pria terjatuh.


“Ya ampun, apa yang kamu lakukan,” kata Aletta bangkit dari tempat duduk nya, lalu tangan terulur ingin membantu pria itu.


Tapi Al menepis tangan Aletta, lalu menarik Aletta untuk meninggalkan tempat itu.


“Aku belum bayar Al,” ucap Aletta.


Al merogoh saku celana nya, lalu mengeluarkan sejumlah uang dan memberikan kepada pria penjual nasi goreng itu.


“Kang.... ini kebanyakan, masih ada kembalian nya,” jerit penjual itu.


“Ambil saja untuk mu,” balas Al dengan berteriak kepada pria penjual nasi goreng itu.


...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....

__ADS_1


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


__ADS_2