Gadis Malang Mengubah Takdir!

Gadis Malang Mengubah Takdir!
BAB 54


__ADS_3

...FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...


...SELAMAT MEMBACA...


“Kau berbicara seperti aku tidak pernah menyentuh mu saja, padahal aku sudah mencicipi semua tubuh milik mu,” ucap Al tersenyum smirk sambil menurunkan Aletta dari gendongan nya.


Mata Aletta terbelalak, menatap Al begitu dalam, bisa bisa nya Al berbicara seperti itu pada Aletta. ‘Dasar. Tidak tau malu!’ gerutu Aletta dalam hati.


“Kenapa kau menatap ku terus, aku tau aku sangat tampan dan kau, bisa kapan saja menatap wajah ku,” kata Al penuh percaya diri.


“Untuk sekarang, lihatlah ke depan sana.” Al menggerakan matanya, agar pandangan Aletta beralih.


Aletta langsung mengalihkan pandangan nya karna permintaan Al.


Bibir Aletta terbuka, menganga, sungguh dirinya kaget sekaligus bahagia saat melihat yang di hadapan nya ada kolam yang indah dan bangunan dinasti.


‘Ini semua seperti mimpi, sungguh, ini sangat indah,’ batin Aletta.


Melihat Aletta yang tak bergeming, Al langsung menggenggam tangan Aletta dan memboyong Aletta ke suatu tempat.


Tepatnya di pergantian baju, Al dan Aletta saat ini mengganti pakaian nya dengan balutan Hanbok yang indah dan menawan.


Hari ini Al dan Aletta menjadi Kaisar dan Permaisuri dalam sehari di Gyeongbokgung Palace.


Al dan Aletta sangat menikmati suasana di


Gyeongbokgung Palace. Mereka benar benar merasakan seperti Kaisar dan Permaisuri walau dalam sehari, bahkan mereka memotret beberapa moment saat berada

__ADS_1


Gyeongbokgung Palace.



Di depan kolam dan Dinasti yang indah, Al dan Aletta menikmati hembusan angin balutan dengan Hanbok menawan yang saat ini melekat di tubuh mereka.


“Apakah kau menyukai nya?” tanya Al pada Aletta.


Aletta menoleh ke arah Al. “Aku sangat menyukai nya. Bahkan, aku tidak tau harus mengatakan apa pada mu, aku hanya bisa mengatakan Terimakasih untuk semua ini,” ucap Aletta menatap wajah Al dengan begitu menuduhkan.


“Aku tidak tau membalas semua ini bagaimana, dan ku harap, kau jangan menagih hutang pada ku untuk biaya diri ku saat berada di sini,” lanjut Aletta.


Al tertawa kecil mendengar ucapan Aletta, bagaimana bisa wanita ini mengatakan hal itu.


“Kau cukup membalas nya dengan slalu berada di sisi ku dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku,” balas Al dengan tatapan yang sulit di artikan.


“Berjanjilah,” pinta Al, menatap netra hitam milik Aletta.


Aletta bingung untuk menjawab apa, lidah nya kelu, bibirnya seakan terkunci, sulit untuk di gerakan, Aletta hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


“Terimakasih,” ucap Al memeluk Aletta begitu erat, sambil mengecup pucuk kepala Aletta dengan lembut.


Al mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya. “Aku sudah membelinya sebelum kita berangkat ke Korea, ini adalah salah satu hadiah dari ku untuk mu, apakah aku boleh memakaikan ke leher mu,” ucap Al membuka kotak berwarna merah yang berisi kalung di hadapan Aletta.


Aletta tersenyum lalu mengangguk, dengan cepat Al memasang kalung itu ke leher jenjang Aletta.


“Jika kau mencintai ku, kau akan memakai ini terus menerus tanpa ingin melepasnya, paham!” ucap Al saat selesai memasang kalun itu ke leher Aletta.

__ADS_1


Aletta memandang kalung yang melingkar di leher nya, sederhana tapi cukup indah, bahkan harga nya pasti fantantis, tetapi bukan harga yang jadi permasalahan untuk Aletta saat ini, hanya perlakuan Al yang membuat Aletta saat ini cukup terkesan dan moment ini sangat terkesan di hidupnya.


“Terimakasih, aku juga mempunyai hadiah untuk mu,” ucap Aletta merogoh saku nya.


“Aku hanya mampu membeli ini, harga nya tidak mahal seperti barang barang mu, tetapi, kau harus tau, aku harus membongkar tabungan ku untuk membeli ini, aku membeli ini real pakai uang ku tanpa mencampur uang mu,” lanjut Aletta.


Mendengar ucapan Aletta bibir Al melengkung membentuk senyuman, hati nya sangat bahagia mendengar perkataan Aletta.


“Jari mu, aku ingin memasang nya,” pinta Aletta.


Al menyodorkan satu jari manis nya, lalu Aletta memasukan cincin di jari manis Al.


“Terlihat sangat keren, kau tau. Aku membelinya juga sebelum pergi ke Korea, Cincin itu jangan sampai hilang dan lepas, jika hal itu terjadi, aku sangat marah!” perintah Aletta terdnegar begitu tegas.


Al memandang cincin di jari manisnya, Cincin itu terlihat begitu pas di jari Al, bagaimana bisa mereka saling membeli hadiah sebelum pergi ke Korea.


Apakah ini hanya kebetulan?


Atau semua ini adalah Salam Perpisahan Mereka???


Bagaimana Kelanjutan kisah Al dan Aletta? Apakah mereka di Takdir kan Untuk Bersama? Atau mereka Berpisah saat mengetahui semua Fakta dan Realita yang terjadi dasar pernikahan mereka?


...KALAU SUKA DENGAN NOVEL INI, DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH DAN KOMEN. AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP LAGI....


...TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI NOVEL PYDT, SEMOGA NOVEL INI BISA MENGISI WAKTU LUANG KALIAN YA DAN SEMOGA KALIAN SUKA....


...JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR: Oni_RA...

__ADS_1


__ADS_2